Archive for September, 2011

Jedeerrrr… NBA Lockout yang tak kunjung jelas juntrungannya kapan berakhir membuat para superstarnya mempertimbangkan untuk bermain overseas. Tapi, kalo sampe Kobe Bryant maen di Italia. Berarti pakde David Stern dan oom2 owner tim bener2 keterlaluan. Asal tau aja, biasanya menjelang bulan Oktober para penggila NBA pasti udah jingkrak2. Bukan apa2, dibulan Oktober atau Novemberlah NBA Regular season start. Lah ini ada pengumuman penundaan training camp dan 43 games NBA Regular season 2011-2012. Yoo wajar, Kobe memilih untuk bermain di Italia selama lockout berlangsung. NBA Lockout terjadi karena belum terjadi kesepakatan antara pemain dan pemiliki tim mengenai pendapatan, salary cap, dan panjang kontrak pemain.

Menurut berita yg dilansir NBA.com, Kobe menandatangani kontrak senilai 3 juta dollar untuk bermain 10 games bersama tim Italy, Virtus Bologna. Kobe direncanakan datang ke Italy hari Rabu atau Kamis minggu depan, dan akan berada di Italy selama 40 hari. Tapi, jangan khawatir kontrak Kobe dengan Virtus Bologna adalah kontrak yg unik. Dimana Kobe diperbolehkan langsung kembali ke markas LA Lakers bila NBA Lockout berakhir untuk menjalani training camp bersama timnya. Kobe (33 tahun) sendiri masih terikat kontrak 3 tahun dengan LA Lakers dengan total nilai kontrak sebesar 83.5 juta dollar.

baca selengkapnya

Well, pertama kali ngeliat Yamaha New Scorpio dilaunching setahun yang lalu cukup miris juga dengan desain headlampnya yang mirip alien dari antah berantah. Desainnya terlalu aneh dimata ane (mohon maap bagi Scorpio owner 🙂 ). Entahlah kayaknya ukuran lampunya “kegedean” dari ukuran bodi Scorpio yang cukup slim. Singkat kata desain lampunya gak cocok tenan di motor Scorpio. Dan setahun kemudian, desain lampu Scorpio akhirnya menemukan jodohnya untuk dipasang. Yep, motor yang baru dillansir oleh Husqvarna. Yaitu Husqvarna Nuda 900R.

Memang sih, desain lampu Husqvarna gak mirip plek2 kalo diliat dari depan. Tapi kalo ngeliat dari samping siluet, agak2 mirip dengan New Scorpio. Anyway, motor ini memiliki seat height yang cukup horor. 34.8 inchi alias sekitar 88 cm. Edan, kudu pake high heels ini mah :mrgreen: . Dan ternyata ada dua versi bro, versi 900R dan 900 doang. Keduanya menggunakan frame, swing arm, dan velg yang sama dengan BMW F 800 juga. Yang membedakan adalah, versi 900R menggunakan USD merk Ohlins (ini nih yg seat heightnya hampir semeter kurang 10 senti). Sedangkan yang versi 900, USD-nya merk Sachs plus seat height-nya lebih friendly dikit: 33.5inchi alias 85 cm.

baca selengkapnya

Yep, iseng2 nge-check situs web yg ane sering sambangi buat nyolong info ama poto. Eh ada inpoh kalo ada yg jual Ducati Desmosedici RR 2008. Wah boleh juga tuh buat bahan mimpi :mrgreen: . Eh, ternyata baca2 itu Desmo bekas ndelosoorrr. Jiaaannn,, nangis bin ngilu rasanya ngeliat motor impian tergolek tak berfairing utuh. Siap2 tisu deh buat nge-lap iler, liur, ama ingus ngeliat makhluk langka ini rusak parah. hiks.. hiks.. Tapi lumayan juga kalo bisa beli velg belakang, swing arm, spidometernya. Kayaknya masih bisa dipake tuh :mrgreen: .

Yo Wes Lah,, nikmati sajian Gallery Desmosedici RR 2008 NgeGubraakk.. 😦 . Ane cuma berniat membantu Kevin Duke dkk. Siapa tau ada yang berminat. Kalo ada yg ngeteng, ane minta plat nomernya yaakkk.. he.hehehe..

baca selengkapnya

Ajang gelaran MotoGP Aragon minggu kemarin memang banyak diwarnai pemberitaan menarik. Sebut aja kemenangan ke-100 bagi Repsol Honda, penggunaan sasis alumunium di Desmosedici Rossi, dan yang masih hangat dibicarakan yakni team order antara Jorge Lorenzo dengan Ben Spies. Tapi WBS (warungbaksosabar) termasuk orang yang tidak percaya bahwa keberhasilan Lorenzo melewati Spies adalah team order dari Yamaha Team Factory.

Team order di ajang motorsport memang bukan hal yang baru (ya iyalah, kumaha seh :mrgreen: ). Dalam sejarah dunia balap motor sendiri, Yamaha memang pernah melakukan team order yang cukup ekstrim. Yep, pada era 1960-an tepatnya 1968. Yamaha menginstruksikan Phil “the Prince of Speed” Read untuk konsentrasi memenangkan kelas 125 cc. Phil Read sendiri memang berhasil menjuarai kelas 125 cc. Tapi di kelas 250 cc yang juga diikutinya, Read memiliki jumlah kemenangan sama dengan rekan setimnya Bill Ivy menjelang race terakhir dimusim tersebut. Yamaha pun akhirnya menginstruksikan Read untuk memberikan jalan agar Bill Ivy  yang merebut tahta di kelas 250 cc. Read akhirnya melanggar instruksi timnya dan meraih gelar 250 cc. pada musim berikut, Yamaha akhirnya memutuskan kontraknya dengan Phil “the Pearl Read.

baca selengkapnya

Casey Stoner yang mendominasi di sesi kualifikasi cukup memberikan gambaran bahwa balapan MotoGP Aragon 2011 akan berlangsung membosankan. Tapi, yang tetep membuat ane duduk manis didepan tv adalah rasa ingin tahu bagaimana performa Desmosedici dengan sasis barunya yg berbahan alumunium. Well, sejak start dan Valentino Rossi langsung nge-joss seketika membuat mata ini terasa segar. Finally Rossi bisa fight.

baca selengkapnya

Well, sejak digunakannya frame monokok, performa Ducati di ajang MotoGP memang agak seret. Sampe2 maestro MotoGp Valentino Rossi belum merasakan manisnya juara dimusim 2011 ini (setidaknya sampe artikel ini dipublish). Kalo boleh ngeluh, Rossi mungkin udah ngomong, “selama balapan gue tidak hanya bertarung dengan Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Dani Pedrosa, ato rider GP lainnya, tapi juga bertarung ngelawan Desmosedici itu sendiri :mrgreen: .“ Menurut mbah Jerry Burgess dan Rossi sendiri, permasalahannya memang berada di sasis unik tersebut.

Nah, gelaran race di sirkuit Aragon ini Ducati mengumumkan akan mencoba menggunakan frame alumunium monokok. Yang menjadi pertanyaan adalah: Ducati ‘kan kesohor dengan frame trellis-nya ato sampai saat ini the best chassis di GP adalah twin spar alias DeltaBox, kenapa Om Preziosi nggak bikin sasis trellis karbon ato karbon twin spar aja sekalian, tapi malah tetap mengembangkan frame monokok??

baca selengkapnya

Apa jadinya bila Soichiro Honda tidak memutuskan untuk terjun di dunia balap. Dan apa jadinya bila Honda tidak menantang dunia barat pada masa itu. Mungkin inovasi yang dilakukan oleh pabrikan Eropa tidaklah terlalu signifikan dalam satu dekade keikutsertaan Honda.

Inilah “kekuatan mimpi” dari seorang Soichiro Honda. Seseorang yang pernah ditolak naik pesawat karena kebanyakan membawa sparepart dikopernya. Memang ketika memulai mimpinya untuk terjun didunia balap Honda belum tahu apa-apa soal motorsport. Sama tidak tahunya Soichiro tentang manajemen perusahaan yang baik. Well, dengan sparepart2 yang ia beli itulah Honda jadi tahu apa yang dibutuhkan untuk mengikuti ajang motorsport dunia. Honda menjadi tahu, dibutuhkan material berkualitas nan presisi dan keberanian inovasi tiada henti untuk bersaing didunia balap motor. Dan sejak inilah Honda menghasilkan produk-produk yang terkenal reliable dan berkualitas sekaligus kencang :mrgreen: .

baca selengkapnya