Archive for the ‘Sekedar Coretan’ Category

Hehe,, Assalamualaikum mas bro.. Gimana kabar?? mudah2an sehat semua. Yups, gak berasa udah lebih dari 3 bulan si Macan menemani juragan warung bobrok ini. Menggantikan si Luna yang kini udah pindah tangan dan lokasi di Madura sana,, hiks2. Selama 3 bulan ini ane merasakan banyak perubahan terhadap gaya berkendara ane. Dulu ketika masih sebagai Vixy rider, ane suka sebel dengan para Tigor rider. You know lah, mereka banyak yang terkesan angkuh apalagi yang aksesorisnya udah bejibun. Mulai dari Box segede gaban di kanan-kiri sampe klakson toat-toet ala tukang es tong tong.

(more…)

Abstain kok bangga??!! Mungkin kalimat tersebut akan terbersit di benak mas bro ketika membaca judul diatas. Gak salah kok, ane memaklumi dan memang tulisan artikel ini bukan untuk mendukung gerakan abstain pilkada. Yups, ane menulis artikel ini hanya sebagai bentuk kemerdekaan berpendapat. Pertanyaan selanjutnya adalah: kenapa juga ane sampai berpikiran untuk abstain dalam pilkada kemarin yang dimenangkan oleh pasangan Jokowi-Ahok?? Yah, ada beberapa alasan siy. Monggo dibaca selanjutnya :mrgreen:

Pernah g siy mas bro berpikir, bahwa kita sebagai rakyat itu lebih banyak menuntut daripada menunaikan kewajiban?? Maaf kalo tersinggung. Tapi itulah yang ane sadari ketika berlalu lintas, maupun bersosialisasi. Misal, sudahkah mas bro berhenti di belakang garis ketika lampu TL lagi merah, sadarkah saudara kita yang berdagang di kaki trotoar menimbulkan kemacetan, atau sudahkah saudara kita yg berprofesi sebagai awak angkutan umum berhenti dan menaikturunkan penumpang di tempat yang semestinya, atau contoh yang paling kecil adalah sudahkah kita membuang sampah di trash bin??

Semua yang ane sebutkan diatas adalah hal-hal yang mungkin sepele, tapi cukup menyumbang keborosan BBM alias kemacetan dan kebanjiran yang sudah menjadi trademark kota DKI Jakarta. Makanya sehebat apapun program-program dan janji-janji yang diberikan oleh bakal calon Gubernur kemarin akan sia-sia tanpa perubahan kedewasaan penduduk Jakarta. Ane lupa, tapi pernah ada yang bilang bahwa, “Jakarta membutuhkan perubahan mendasar.” Sebuah kalimat yang simpel tapi banyak benarnya :-p . IMHO, perubahan yang paling mendasar tersebut berasal dari peningkatan kedewasaan para penduduk Jakarta. Mulai dari hal-hal yang kecil yang ane sebut diatas.

Ketika perubahan mendasar tersebut sudah tercapai, ane yakin siapapun yang menjadi Gubernur Jakarta akan membawa perubahan yang lebih positif. But for now, saya lebih memilih abstain. Karena Because, para Cagub hanya berprogram membawa perubahan kota Jakarta bukan penduduknya. Unbalance?? Of courseAbstain for the 2nd round?? Well, we’ll see-lah.

Selamat beribadah puasa bagi yang menjalankannya. Mohon maaf lahir batin 🙂

Yang terhormat Bapak/Ibu instansi Pemerintah,

Assalammualaikum Wr. Wb. Apa kabarnya bapak-bapak dan ibu-ibu yang berada dikursi pemerintahan?? Semoga baik-baik saja. Bagaimana tidak baik, yang saya dengar sebesar 51.4 % Anggaran Belanja Negara digunakan untuk membiayai pegawai pemerintahan. Semoga saja berita yang saya dengar ini salah. Karena saya pun mendengar bila subsidi BBM hanya sebesar 8.7 persen saja. Jumlah yang menurut kebodohan saya cukup sedikit bila dibandingkan pelayanan dari instansi PNS yang saya dan jutaan rakyat kecil terima. Saya cukup mengerti bila bapak/ibu pemerintah mengatakan bahwa subsidi BBM yang besarnya cuma 8.7 % itu tidak tepat sasaran. Saya pun cukup miris dan sakit hati bila melihat mobil-mobil mewah, seperti Nissan Alphard, Toyota Elgrand, Mitsubishi CR-V, dan Honda Pajero (maaf kalo terjadi kesalahan penulisan, karena saya termasuk rakyat kecil yang bodoh) mengisi bahan bakar di SPBU dengan BBM Premium. Sementara saya yang hanya naik motor, dianjurkan oleh pihak pabrikan untuk mengisi dengan Pertamax.

baca selengkapnya

Renungan di Atas Sadel

Posted: 30 January 2012 in Sekedar Coretan
Tags:

Bismillahirohmaanirohiim,, Assalamualaikum mas bro.. Lama gak nge-blog nih :mrgreen: . Yah, mudah2an sekarang bisa lebih istiqomah nge-blognya. Amiin. Anyway, ane mau berbagi sedikit renungan yang terukir ketika nyemplak sepeda motor. Monggo disimak:

Ketika aku mengendarai mobil, aku bersyukur tidak perlu kepanasan karena ada AC

Ketika aku mengendarai sepeda motor, aku bersyukur karena bisa lebih cepat sampai tujuan

Ketika aku naik angkot, aku bersyukut karena tidak perlu menarik gerobak hanya untuk sekedar mencari nafkah

Ketika aku berjalan kaki, Alhamdulillah aku bersyukur masih memiliki jasmani yang lengkap

Bersyukurlah wahai saudaraku, walau hanya dengan tersenyum dan mengucap Hamdalah, Niscaya Allah akan menambah nikmat kepadamu. Amiin.

Isu ramah lingkungan yg semakin marak, membuat pabrikan2 besar harus mengikuti perkembangan dengan membuat mesin2 bertenaga energi alternatif. Misalnya, mesin injeksi, mesin bertenaga listrik, atau kedua mesin tersebut digabungkan dan dikenal dengan nama hybrid. Zero emmission alias tanpa asap. Itulah keunggulan mobil/motor bertenaga listrik dari mesin bakar konvensional. Sampai saat ini, sudah banyak pabrikan2 yg sukses mengembangkan teknologi mesin mobil/motor listrik maupun hybrid. Tapi yang jadi pertanyaan adalah kebanyakan mobil/motor listrik tersebut hanya menjadi prototipe atau meskipun sudah dijual massal, mobil/motor listrik tersebut belum dikatakan sukses di pasaran. Why?? terlepas dari harga jual yang masih jauh lebih mahal dari mobil/motor konvensional, setidaknya ada tiga problem utama dari mobil/motor listrik yg masih harus dipecahkan masalahnya. Apa saja?? Monggo disimak 🙂

baca selengkapnya

Lama gak nge-blog nih.. xixixi.. Well, era market injeksi di ranah roda dua Indonesia rupanya sudah berjalan. Untuk mengenalkan teknologi injeksi ke market yg terbiasa versi marbu selama puluhan tahun, para ATPM biasanya mengembel2in dengan statement “Go Green with Injections.” Berdasarkan perjanjian Kyoto, sebanyak 190 negara memang dipaksa untuk mengurangi kegiatan yg menyebabkan polusi udara. Kebanyakan polusi udara memang dihasilkan dari keberadaan kendaraan bermotor. Dan teknologi injeksi seharusnya memang menjadi jawaban yang tepat untuk mengurangi isu polusi tersebut. Setidaknya untuk 5-10 tahun mendatang. Karena menurut WBS, teknologi injeksi dan ketamakan manusia tetap merupakan ancaman besar bagi isu lingkungan. Kenapa??

baca selengkapnya

Bicara safety riding,, seolah tak lengkap kalo nggak membicarakan safety gear. Well, Ingat, safety gear yg ane kamsud adalah body protector doang, kalo helm mah kudu wajib selama kita belum menguasai ilmu pemecah batu dgn kepala ala kuil Shaolin dan ajian pelet penakluk hati pak kumis :mrgreen:. Menurut ane sendiri hanya ada empat golongan yg akan selamat sampai tujuan. Ehemm.. Salah bukan itu maksudnya. Maksud ane ada empat mazhab alias golongan pendapat rider tentang penggunaan safety gear. Yang pertama, org yg mampu dan mau menggunakan safety gear. Mungkin karena pernah ngalamin ciloko dan karena ada modal, yah buat mereka safety gear merupakan kewajiban. Golongan yg kedua, orang yg mampu tapi gak mau pake safety gear. Yang ketiga, orang yang belum mampu dan mau pake safety gear. Kulo dongakne semoga cepet kesampean :mrgreen:. Yang keempat, orang yg belum mampu dan gak mau pake safety gear. Nah, WBS sendiri mengakui sebagai golongan terakhir alias keempat. Nah, lho.. :oops:.

baca selengkapnya