Posts Tagged ‘Kobe Bryant’

IMGP2813

Lho.. lhoo.. kok gambar sepatu. Well(udah lama gak pake well : mrgreen: ), di awal tahun 2012 kemarin ane sering berangan-angan untuk memiliki sepatu basket di atas, Nike Zoom Kobe VII.Kenapa juga ane pilih Zoom Kobe ini, yah amat sangat wajarlah wong WBS ini fans die hard-nya Kobe Bryant. Jadi walopun sekarang2 ini Lakers lagi struggle2nya meskipun udah didukung the best center dan point guard di NBA, Dwihgt Howard n Steve Nash. Ane tetep setia medukung Kobe & Lakers :mrgreen; . Trus apa dong hubungannya dengan judul artikel?? Ehemm.. Begini,, cerita peminangan sepatu basket ini memang sedikit tarik ulur. Kadang duitnya udah ada,, tp ternyata duit tersebut terpaksa untuk kepentingan lain dulu (entah itu dipinjem temen, sodara, maupun untuk keperluan mendadak yg sifatnya lebih urgent). Sampe2 gak terasa tau2 aja udah dipenghujung tahun 2012 dan sepatu impian itu belum terwujud. Tapi tanggal 30 Desember 2012 kmrn, tanpa ada niat untuk beli eh Zoom Kobe ini melambai2 minta dipinang. Yah, itung2 buat rewards terhadap diri sendiri, ane bayar juga ini sepatu :mrgreen: . Sometimes without planning, things can happens.

baca selengkapnya

Advertisements
NUM PLAYER POS HT WT DOB   FROM YRS
9 Matt Barnes F 6-7 226 03/09/1980   UCLA 8
5 Steve Blake G 6-3 172 02/26/1980   Maryland 8
24 Kobe Bryant G 6-6 205 08/23/1978   Lower Merion HS (PA) 15
17 Andrew Bynum C 7-0 285 10/27/1987   St. Joseph HS (NJ) 6
45 Derrick Caracter F 6-9 275 05/04/1988   Texas-El Paso 1
3 Devin Ebanks F 6-9 215 10/28/1989   West Virginia 1
2 Derek Fisher G 6-1 210 08/09/1974   Arkansas-Little Rock 15
16 Pau Gasol F-C 7-0 250 07/06/1980   Barcelona, Spain 10
0 Andrew Goudelock G 6-3 200 12/07/1988   Charleston (SC) R
28 Jason Kapono F 6-8 215 02/04/1981   UCLA 8
6 Josh McRoberts F 6-10 240 02/28/1987   Duke 4
1 Darius Morris G 6-4 190 01/03/1991   Michigan R
14 Troy Murphy F-C 6-11 245 05/02/1980   Notre Dame 10
4 Luke Walton F 6-8 235 03/28/1980   Arizona 8
15 Metta World Peace F 6-7 260 11/13/1979   St. John’s 12

 

Head Coach:

– Mike Brown (College – San Diego)

Assistant Coach:

– Quin Snyder (College – Duke)

– Chuck Person (College – Auburn)

– John Kuester (College – North Carolina)

Atletic Trainer

– Guy Vitty (College – Southern State, Utah)

Mungkin bro&sis bertanya2,, kenapa juga harus LA Lakers era Shaq-Kobe?? Sangat jelas kok bro,, memasuki era milennium baru LA Lakers dgn Shaq-kobe lah yg sukses meraih gelar Three-Peat. Bahkan kalo saja Kobe nggak terkena kasus skandal perkosaan, bukan tidak mungkin Lakers bisa meraih 4-peat atau mungkin saja 5-peat. Kombinasi kematangan center dominan Shaquille O’Neal dgn guard muda paling berbakat Kobe Bryant plus pelatih gaek Phil “Zen Master” jackson menjadikan tim ini paling dominan dimasanya. NBA.com sendiri pernah memasukkan LA Lakers era Kobe-Shaq sebagai salah satu dari 5 tim terbaik NBA sepanjang masa. Tentunya setelah Chicago Bulls era MJ-Scottie yg memiliki rekor belum terpecahkan 72 kemenangan di NBA Regular Season.

Selain kombinasi Shaq-Kobe-Phil Lakers masih diperkuat oleh pemain2 veteran dan bench dengan chemistry yg mengejutkan. Sebut saja, Horace Grant, Glen Rice, Rick Fox, John Salley, Robert Horry, Brian Shaw, dan Derek Fisher. Tidak diragukan lagi, LA Lakers era Shaq-Kobe merupakan one of the greatest team. Lalu bagaimana setelah era tersebut?? Tim2 mana saja yg layak menyandang gelar tim terbaik?? Monggo disimak:

baca selengkapnya

Only a blind and a fool man who doubted the greatness of LeBron “The King” James. Dengan postur tinggi badan menjulang 6’8 ft (2.03 m) dan berat 250 lbs (113.4 kg), James idealnya hanya bermain di posisi Power Forward (PF). But, no, LeBron memiliki bakat yg sangat2 luar biasa, hingga ia bisa memainkan seluruh key-position di basket. Dari Point Guard (PG) sampai ke Center (C). Hasilnya, luar biasa, First overall draft-picked 2003, Rookie Of the Year (ROY) 2004, NBA-Scoring Champ 2008, 2-MVP All Star, 2-MVP Regular Season, and 2 Trips to the NBA Finals, But once again without a title. Hakeem Olajuwon failed at 1986 but he made it in ’94&’95, Shaq failed at ’94 but he made it in ’00-’02, Dirk Nowitzki failed at ’06 and he made it at 2011 against the King. And James, still has no title 😦 . Makes us as an NBA Fans wondering. Why?? What’s wrong with James? What’s missing ingredient to make him win a title? You know what.. i’ll try to find the answer.

baca selengkapnya

Kobe Bryant. Yep, dia memang sering menuai kontroversi. Salah satunya adalah reputasinya sebagai seorang scorer. Banyak pengamat NBA yg menyatakan, “Lakers akan lebih sering menang bila Kobe hanya menembak tidak lebih dari 20.” Salah?? Tidak juga. Benar?? Mungkin saja. Blackmamba memang tidak jarang menembak lebih dari 20 kali di sebuah game. Bahkan tidak jarang 40++ tembakan pun ia lakukan.

Kalo anda lupa, melawan Toronto Raptors Kobe mencetak 81 angka dengan mengambil 48 tembakan. Di Seattle Supersonics melawan Kevin Durant, Kobe mencetak hanya 48 angka dari 48 tembakan. Melawan Houston Rockets, Kobe mencetak 53 angka dari 43 tembakan. Di dua pertandingan akhir yang saya sebut, artinya Kobe hanya mendapatkan sedikit jumlah free-throw yang berarti Kobe tidak bermain efisien. One shot for one point. Tapi ingat, kala itu Lakers menang.

Tapi juga jangan lupa, ketika pertandingan Lakers melawan Washington Wizards. Kobe mencetak 30 angka dari 15 tembakan. Atau dimusim 2011, melawan Celtics yg hebat dalam urusan defense Kobe mencetak 24 angka dari 16 tembakan. Which means, tidak sepenuhnya benar Lakers lebih sering kalah bila Kobe mengambil tembakan lebih dari 20. Lalu mengapa Kobe sering mengambil tembakan lebih dari 20?? Reputasinya sebagai skorer?? tentu saja. Bagaimana dengan statement Lakers lebih sering kalah bila Kobe menembak tidak lebih dari 20?? Itulah yang akan juraganbakso bahas.

baca selengkapnya

Yep, itu benar. Perkenalan gue dengan dunia NBA memang belum terlalu lama (baru lima tahunanlah :-D). Yang gua tahu dari NBA awalnya cuman Michael Jordan dan Chicago Bulls. Gak lebih gak kurang. Itupun tahu dari film Space Jam :mrgreen: . Aslinya gue emang orang yg gak punya minat apalagi bakat dibidang olahraga (padahal mah alesan sebenernya gua org yg cupu, katrok, dan gak bisa apa2 soal olahraga, cuman bisa maen gundu doang singkatnya). Tapi menjelang akhir masa SMA gua, minat basket itu akhirnya lahir juga (Alhamdulilah Ya Allah, sambil sujud syukur 😀 ). Akhirnya gua putuskan, gua mau serius dibidang basket (maksudnya bisa maen basket :mrgreen: ).

Keseriusan itulah yang membuat gua berpikir untuk mencari figur dalam latihan maen basket. Gua mulai dari Michael Jordan. Akhirnya gua berburu DVD2 tentang Michael Jordan. Dan didapatkanlah DVD bajakan tentang seri Chicago Bulls Championship 1990-1998, Michael Jordan and His Airness, dan yang terakhir NBA Street Series Volume 1 dan 3. Di dua DVD awal yg gua sebutin, figur seorang Michael Jordan sebagai seorang pemain dan atlet basket memang terlihat sempurna. Sampe2 Bill Clinton menyambut tindakan Michael yang mengakhiri masa pensiun pertamanya. Sedangkan di DVD terakhir yg gua sebutin, barulah gua melihat sosok seorang Kobe Bryant. Impresi pertama adalah seorang Kobe terlihat sangat cocky, angkuh, dan selfish. Yah, emang pada waktu itu, lagi jaman2nya Kobe dibenci sepanjang karirnya. Setelah gua cari tahu, Kobe pernah duduk di peringkat pertama sebagai atlet yg paling dibenci didunia. Sebagai anak baru didunia basket, yah ane sih ikut2an aja.

baca selengkapnya

(baca part I)

Menjadi juara NBA Finals memang tidak mudah. Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, dibutuhkan komposisi pemain dan pelatih yang solid. Selain itu, bicara soal playoff, ada ungkapan “it’s about playoff, it’s not just about X’s and O’s, it’s about who wants it more.”

Memasuki babak playoff 2011, Nowitzki dkk diragukan akan mengalami sukses. Melawan Portland, Nowitzki diprediksikan akan gagal menjaga LaMarcus Aldridge. Tapi keraguan itu ternyata salah, Nowitzki-Kidd mengandaskan perlawanan Portland dalam 6 game. Melawan Lakers di semifinal, siapa yang akan menyangka Jason Kidd bisa mematikan perlawanan Kobe dan Nowitzki bisa melunturkan Pau Gasol. Di final wilayah, Kidd kembali berhasil mematikan point guard muda berbakat dan memiliki speed yang baik. Ingat Kidd sudah memasuki usia 38 tahun :mrgreen: . sedangkan Nowitzki bermain gemilang di dua game awal dengan mencetak 48 dan 40 angka.

baca selengkapnya