Posts Tagged ‘Mike Hailwood’

Apa jadinya bila Soichiro Honda tidak memutuskan untuk terjun di dunia balap. Dan apa jadinya bila Honda tidak menantang dunia barat pada masa itu. Mungkin inovasi yang dilakukan oleh pabrikan Eropa tidaklah terlalu signifikan dalam satu dekade keikutsertaan Honda.

Inilah “kekuatan mimpi” dari seorang Soichiro Honda. Seseorang yang pernah ditolak naik pesawat karena kebanyakan membawa sparepart dikopernya. Memang ketika memulai mimpinya untuk terjun didunia balap Honda belum tahu apa-apa soal motorsport. Sama tidak tahunya Soichiro tentang manajemen perusahaan yang baik. Well, dengan sparepart2 yang ia beli itulah Honda jadi tahu apa yang dibutuhkan untuk mengikuti ajang motorsport dunia. Honda menjadi tahu, dibutuhkan material berkualitas nan presisi dan keberanian inovasi tiada henti untuk bersaing didunia balap motor. Dan sejak inilah Honda menghasilkan produk-produk yang terkenal reliable dan berkualitas sekaligus kencang :mrgreen: .

baca selengkapnya

Tahun 2002 adalah tahun dimulainya kembali era 4-stroke di MotoGP. Setelah sebelumnya selama 15 tahun hanya diperbolehkan 2-stroke dengan displacement (isi silinder) 125, 250, dan 500. Yang artinya dalam semua kelas GP hanya ada 2-stroke engine, kecuali kelas para raja MotoGP yaitu 2-stroke 500 cc dan 4-stroke 990 cc. Tapi ternyata balik maning ke era 1950 dan 1960-an, 2-stroke vs 4-stroke adalah hal yang lumrah broo. Gak tanggung2 displacement-nya sama lagi.

Trus siapa pemenangnya pada dinasti tersebut??

baca selengkapnya

Anyway, debut Honda di ajang Isle of Man TT berlangsung tidak terlalu sukses dengan RC 142 2-valves per cylinders yang menempatkan pembalapnya di posisi 6, 7, 8 dan 11. Juaranya?? Siapa lagi kalo bukan MV Agusta dari Italia. Tapi Honda tidak menyerah dan mengumumkan sedang membangun mesin untuk kelas 250cc dan 50 cc dengan karakteristik mesin 4 valves per silinder. Sebuah karakteristik yang aneh pada masanya karena insinyur2 ahli dari Eropa menyatakan tidak ada gunanya 4 valves per silinder dibandingkan dengan 2 valves per silinder.

Well, ternyata pada tahun selanjutnya Honda justru mulai menebar ancaman dengan berada di peringkat kedua manufaktur dibelakang MV Agusta. Dan pada tahun-tahun selanjutnya Honda mulai mendominasi kejuaraan motorsport dunia diberbagai kelas. Bahkan pada tahun ketiga keikutsertaannya di Isle of Man TT, Honda berhasil memenangkan kelas 125 cc ditangan Mike Hailwood. Sampai pada tahun 1968, Honda memutuskan untuk mundur dari ajang balap motor dunia. Alasannya target alias impiannya sudah tercapai dengan memenangkan 16 juara dunia plus 138 kemenangan GP-series diberbagai kelas. Bahkan pada tahun 1966, Mike Hailwood yang turun dikelas 250 cc dengan RC 166 memenangkan 10 dari 11 seri yang dipertandingkan.

baca selengkapnya