Posts Tagged ‘Casey Stoner’

Apa yang ditakutkan para penggemar MotoGP dan Valentino Rossi akhirnya menjadi kenyataan. Yups, Casey Stoner kembali menunjukkan kelasnya sebagai juara bertahan. Pada hari pertama, Stoner memang hanya melakukan 4 lap. Tapi di hari kedua, Stoner menggila dengan langsung menjadi yang tercepat. Dan di hari terakhir, Stoner kembali mencatatkan waktu tercepat 1.59.607 dari hanya 21 lap yang ditempuh 😯 . Catatan tersebut masih lebih cepat 0.591 detik dari Jorge Lorenzo yang berada diperingkat kedua dengan 2.00.298. Dani Pedrosa menjadi yang tercepat ketiga dengan perolehan waktu 2.00.256. Sedangkan Valentino Rossi, berhasil mencatatkan waktu terbaiknya dengan 2.00.824 dari 42 lap yang ditempuh. Seluruh tim pabrikan memang menghasilkan perkembangan yang signifikan setiap harinya. Dengan rata-rata setiap sesi bisa memangkas lap time rata-rata hampir satu detik. Meskipun test hari terakhir tersebut sempat dipersingkat karena cuaca hujan.

baca selengkapnya

Hasil tes hari pertama MotoGP di Sepang memang menunjukkan hasil positif bagi Ducati. Rossi berhasil menembus waktu tercepat kelima. Sesi tes pra musim pertama 2012 ini sempat tertunda akibat hujan. Oke, mungkin bukan peringkat pertama yang dicetak oleh Valentino Rossi. Tapi hasil ini tetaplah positif karena selisih lap time Desmosedici dengan seterunya Honda dan Yamaha dibawah satu detik. Suatu hal yang langka di musim 2011. Yups, mudah-mudahan hasil positif ini bukan karena Casey Stoner yang hanya menjajal RC213V sebanyak empat lap dihari pertama :mrgreen: . Jorge Lorenzo menjadi yang tercepat di preseason test hari pertama kemarin, dengan mencatatkan waktu lap 2.01.657 dari 30 lap yang dijalankan. Dani Pedrosa menjadi yang tercepat dari tim Honda dengan 2.02.003 dari 48 lap dan berada diperingkat kedua. Waktu tercepat ke 3 dan ke 4 diisi oleh pembalap Yamaha, Cal Crutchlow dan Ben Spies.

baca selengkapnya

(laman sebelumnya)

MotoGP musim 2011, Stoner bergabung dengan tim Repsol Honda bersama Dani pedrosa dan Andrea Dovizioso. Sedangkan Rossi menandatangani kontrak bersama tim Ducati Corse. Perpindahan kedua pembalap tersebut seolah membuka mata para penggemar MotoGP. Kita seolah baru “ngeh” betapa menjadi juara seri MotoGP diatas liarnya Ducati Desmosedici ternyata bukan perkara mudah, bahkan oleh seorang maestro Valentino Rossi. Bicara soal “Desmosedici” maka akan terbersit tentang “power”. Bicara soal “power” di MotoGP maka “Power is nothing without control.” Dan penjinak “power” paling ulung saat ini adalah Casey Stoner. Bukan Valentino Rossi, karena kita tahu Rossi lebih memilih 4 katup per silinder di YZR-M1 nya ketimbang 5 katup/silinder ketika ia baru bergabung di Yamaha. Alasannya karena 4 katup lebih smooth power deliverynya ketimbang 5 katup. Meskipun 4 katup memiliki power yg lebih kecil daripada 5 katup.

Hari ini di sirkuit kampung halamannya, Phillip Island, Australia. Di hari ulang tahunnya yg ke-26 setelah menempuh 27 lap, Casey Stoner memenangkan balap tersebut dan mentasbihkan dirinya sebagai juara dunia MotoGP 2011 (sampai artikel ini diposting, ini adalah gelar kedua bagi Stoner). Mengandaskan pesaing terdekatnya Jorge Lorenzo yg gagal start karena insiden di sesi latihan pagi yg menyebabkan cedera di jarinya. Yes, performa Honda RC211V musim ini memang sangat dahsyat. Tapi setidaknya ada tiga pembalap lain yg juga menggunakan opsi “spesial pabrikan” bukan “KW2”, seperti Dani Pedrosa, Andrea Dovizioso, dan Marco Simoncelli. Tapi hanya Stoner yg mendominasi musim ini bersama RC211V.

(more…)

Casey Stoner. Di musim MotoGP 2011 yg cukup membosankan ini, ada satu nama yg tidak pernah absen di podium. Yep, dialah si “Kurri Kurri Boy” Casey Stoner. Mengawali karir profesionalnya bersama Lucio Cecchinello di kelas 125 cc dan 250 cc. Stoner memang memiliki masa depan yg cukup menjanjikan. Walopun tidak sespektakuler Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa yg pernah mengecap gelar juara dunia di kelas 125 cc dan 250 cc tersebut. Tapi lain cerita dengan debutnya di kelas para raja MotoGP. Stoner justru benar2 memiliki masa depan yg cerah di usia mudanya yg sudah menjejak MotoGP. Tidak perlu waktu lama, dimusim rookienya bersama LCR Honda RC212V Stoner langsung merasakan nikmatnya podium kedua di GP Turki. Suatu hal yg tidak dimiliki oleh Simoncelli saat ini.

Musim Sophomore-nya bersama tim Ducati berjalan sangat cemerlang. Debut MotoGP era 800 cc tahun 2007, Stoner langsung mendominasi kelas para raja tersebut dengan memenangi 3 dari 4 balapan seri awal MotoGP. Sebuah prestasi yg sama dengan Valentino Rossi ketika ia pindah ke tim Yamaha pada tahun 2004. Selanjutnya Stoner menjadi kampiun MotoGP 2007 dengan meraih 10 kemenangan dari 6 pole, plus hasil terburuknya adalah finish ke-6. Banyak pengamat yg bilang, Stoner menjadi juara karena performa dahsyat Ducati Desmosedici dan ban Bridgestone serta buruknya performa Yamaha YZR-M1 Rossi. Sebuah kritikan yg benar sekaligus tidak sepenuhnya benar. Karena semakin kesini, kita juga paham bahwa Desmosedici bukanlah motor dengan performa terbaik sebaik Yamaha YZR-M1 2008-2010 atau dahsyatnya Honda RC212V saat ini.

baca selengkapnya

Casey Stoner yang mendominasi di sesi kualifikasi cukup memberikan gambaran bahwa balapan MotoGP Aragon 2011 akan berlangsung membosankan. Tapi, yang tetep membuat ane duduk manis didepan tv adalah rasa ingin tahu bagaimana performa Desmosedici dengan sasis barunya yg berbahan alumunium. Well, sejak start dan Valentino Rossi langsung nge-joss seketika membuat mata ini terasa segar. Finally Rossi bisa fight.

baca selengkapnya

Well, sejak digunakannya frame monokok, performa Ducati di ajang MotoGP memang agak seret. Sampe2 maestro MotoGp Valentino Rossi belum merasakan manisnya juara dimusim 2011 ini (setidaknya sampe artikel ini dipublish). Kalo boleh ngeluh, Rossi mungkin udah ngomong, “selama balapan gue tidak hanya bertarung dengan Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Dani Pedrosa, ato rider GP lainnya, tapi juga bertarung ngelawan Desmosedici itu sendiri :mrgreen: .“ Menurut mbah Jerry Burgess dan Rossi sendiri, permasalahannya memang berada di sasis unik tersebut.

Nah, gelaran race di sirkuit Aragon ini Ducati mengumumkan akan mencoba menggunakan frame alumunium monokok. Yang menjadi pertanyaan adalah: Ducati ‘kan kesohor dengan frame trellis-nya ato sampai saat ini the best chassis di GP adalah twin spar alias DeltaBox, kenapa Om Preziosi nggak bikin sasis trellis karbon ato karbon twin spar aja sekalian, tapi malah tetap mengembangkan frame monokok??

baca selengkapnya

Hmm, musim ini memang Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Marco Simoncelli yang lebih diunggulkan menjadi kandidat juara MotoGP. Tapi, jangan lupa pada The Doctor, tanpa dia saya yakin rating siaran MotoGP pasti jatoh. Nah, saya mau memaparkan alasan-alasan kenapa masih banyak saja supporternya di arena manapun. Berikut alasannya

1. Pembalap Brilian

Yep, semua pecinta MotoGP pasti setuju dengan pernyataan di atas. Dengan koleksi 9 kali juara dunia di berbagai kelas (1 kali kelas 125 cc, 1 kali di kelas 250cc, sekali di kelas 500 cc, dan 6 kali di kelas MotoGP) plus total 105 kemenangan, 174 podium, 59 kali pole position, 86 fastest lap dari 243 start (setidaknya sampai artikel ini diposting). Perolehan fantastis tersebut, hanya bisa disaingi oleh Giacomo Agostini dan Michael Doohan, sehingga Rossi pantas disebut sebagai pembalap brilian bahkan pembalap motor terbaik sepanjang masa. Tidak hanya dikenal sebagai pembalap juara, Rossi juga dikenal sebagai pembalap yang bisa memberikan input alias masukan untuk meningkatkan performa tunggangannya menjadi tunggangan juara. Dia termasuk salah satu pembalap dengan kemampuan yang paling komplet.

baca selengkapnya