Well, sejak digunakannya frame monokok, performa Ducati di ajang MotoGP memang agak seret. Sampe2 maestro MotoGp Valentino Rossi belum merasakan manisnya juara dimusim 2011 ini (setidaknya sampe artikel ini dipublish). Kalo boleh ngeluh, Rossi mungkin udah ngomong, “selama balapan gue tidak hanya bertarung dengan Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Dani Pedrosa, ato rider GP lainnya, tapi juga bertarung ngelawan Desmosedici itu sendiri:mrgreen: .“ Menurut mbah Jerry Burgess dan Rossi sendiri, permasalahannya memang berada di sasis unik tersebut.

Nah, gelaran race di sirkuit Aragon ini Ducati mengumumkan akan mencoba menggunakan frame alumunium monokok. Yang menjadi pertanyaan adalah: Ducati ‘kan kesohor dengan frame trellis-nya ato sampai saat ini the best chassis di GP adalah twin spar alias DeltaBox, kenapa Om Preziosi nggak bikin sasis trellis karbon ato karbon twin spar aja sekalian, tapi malah tetap mengembangkan frame monokok??

Hmm, kalo ngeliat sejarah MotoGP sejak 1950-an biasanya tim yg melakukan inovasi kelewat maju akan “kalah” dulu baru “menang.” Ibarat seorang jagoan dipelem2 deh:mrgreen: . Lihat saja kiprah Honda yg nekat ngebangun mesin 4 katup per silinder yg dicemooh oleh para insinyur MV Agusta ato Suzuki dengan inovasi 2 stroke-nya. Semua kemajuan teknologi butuh waktu untuk menunjukkan kiprahnya.

IMHO, ini adalah proyek jangka panjang Ducati. Rider2 sekarang memang udah keenakan dengan frame trellis dan twin spar tapi minim pengalaman di atas frame monokok. Ibaratnya frame twin spar adalah kuda pacu. Sangat nikmat untuk diajak balap. Sedangkan frame monokok saat ini ibarat menunggangi banteng matador. Sulit belok alias understeer makanya nguras tenaga para ridernya.

But, nothing is imposible. Sebagai proyek jangka panjang, Ducati kemungkinan akan mencari kadet2 yg terlahir dengan bakat el matador alias penakluk banteng yg belum jinak ini. Selain itu, Ducati juga udah berniat melansir jagoan barunya Ducati 1199 Superquadratta yg juga bersasis monokok. Tentunya pembibitan rider untuk membiasakan sasis monokok akan lebih mudah. Dan siapa tahu, musim depan Filippo Preziosi udah nemu racikan desain yg cocok di frame monokok ini. Well, inilah ajang balap dunia. Pemangkasan satu detik berharga jutaan dollar.

Sebelumnya Go Valentinooo….

Monggo komentarnya🙂

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s