Posts Tagged ‘Ducati’

Mungkin udah banyak yang tahu, kalo varian Ducati Monster adalah penyelamat krisis finansial Ducati di medio ’90-an. Saking krusialnya peranan Monster, sampai2 banyak yang berujar, “tanpa Monster mungkin kita tidak lagi melihat Ducati.” Jujur aja setelah baca artikel ini, baru tahu betapa parahnya krisis finansial yang dialami Ducati. Walaupun pada tahun 1995, Ducati meluncurkan varian 916 karya Massimo Tamburini yang sangat sukses. Tanpa kehadiran masterpiece rancangan Miguel Galluzzi yang merancang Monster, varian 916 pun mustahil menjadi kenyataan. Seberapa parah sih, krisis yang dialami Ducati sebelum kehadiran 916? monggo disimak:

baca selengkapnya

Advertisements

Penggemar WSBK mana yang nggak kenal dengan Carl “Foggy” Fogarty. Pembalap kelahiran 1 July 1965 asal Blackburn, Lanchashire, Inggris ini adalah legenda-nya WSBK. Rekor 4 kali juara dunia dan 59 kali kemenangan selama berkarir di WSBK masih belum bisa dipecahkan pembalap Superbike manapun (Setidaknya sampai artikel ini dipublish). Karirnya bersama tim pabrikan Ducati dimulai pada tahun 1993, dengan motor legendaris Ducati 888 (basisnya Monster nih :mrgreen: ). Sampai pada tahun 1994, Ducati menggantikan varian 888 dengan 916. Debut Foggy bersama 916 sebenarnya cukup bagus karena ia berhasil menjadi juara race pertama dan juara kedua di race kedua seri perdana WSBK 1994. Tapi ternyata Foggy kurang sreg dengan performa 916 di awal debutnya.  Kenapa?? Monggo disimak :mrgreen:

baca selengkapnya

Yep, iseng2 nge-check situs web yg ane sering sambangi buat nyolong info ama poto. Eh ada inpoh kalo ada yg jual Ducati Desmosedici RR 2008. Wah boleh juga tuh buat bahan mimpi :mrgreen: . Eh, ternyata baca2 itu Desmo bekas ndelosoorrr. Jiaaannn,, nangis bin ngilu rasanya ngeliat motor impian tergolek tak berfairing utuh. Siap2 tisu deh buat nge-lap iler, liur, ama ingus ngeliat makhluk langka ini rusak parah. hiks.. hiks.. Tapi lumayan juga kalo bisa beli velg belakang, swing arm, spidometernya. Kayaknya masih bisa dipake tuh :mrgreen: .

Yo Wes Lah,, nikmati sajian Gallery Desmosedici RR 2008 NgeGubraakk.. 😦 . Ane cuma berniat membantu Kevin Duke dkk. Siapa tau ada yang berminat. Kalo ada yg ngeteng, ane minta plat nomernya yaakkk.. he.hehehe..

baca selengkapnya

Casey Stoner yang mendominasi di sesi kualifikasi cukup memberikan gambaran bahwa balapan MotoGP Aragon 2011 akan berlangsung membosankan. Tapi, yang tetep membuat ane duduk manis didepan tv adalah rasa ingin tahu bagaimana performa Desmosedici dengan sasis barunya yg berbahan alumunium. Well, sejak start dan Valentino Rossi langsung nge-joss seketika membuat mata ini terasa segar. Finally Rossi bisa fight.

baca selengkapnya

Well, sejak digunakannya frame monokok, performa Ducati di ajang MotoGP memang agak seret. Sampe2 maestro MotoGp Valentino Rossi belum merasakan manisnya juara dimusim 2011 ini (setidaknya sampe artikel ini dipublish). Kalo boleh ngeluh, Rossi mungkin udah ngomong, “selama balapan gue tidak hanya bertarung dengan Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Dani Pedrosa, ato rider GP lainnya, tapi juga bertarung ngelawan Desmosedici itu sendiri :mrgreen: .“ Menurut mbah Jerry Burgess dan Rossi sendiri, permasalahannya memang berada di sasis unik tersebut.

Nah, gelaran race di sirkuit Aragon ini Ducati mengumumkan akan mencoba menggunakan frame alumunium monokok. Yang menjadi pertanyaan adalah: Ducati ‘kan kesohor dengan frame trellis-nya ato sampai saat ini the best chassis di GP adalah twin spar alias DeltaBox, kenapa Om Preziosi nggak bikin sasis trellis karbon ato karbon twin spar aja sekalian, tapi malah tetap mengembangkan frame monokok??

baca selengkapnya

Mungkin foto tersebut udah banyak yg nge-publish. Sayangnya ane baru mulai ngikutin lagi dunia R2. Well, modifikasi yg dilakukan oleh The Radical Ducati ini memang sangat ciamik. Ducati Sport Classic 1000 yg aslinya udah keliatan klasik semakin terlihat aura café racer-nya.

lihat selengkapnya

Hmm, musim ini memang Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Marco Simoncelli yang lebih diunggulkan menjadi kandidat juara MotoGP. Tapi, jangan lupa pada The Doctor, tanpa dia saya yakin rating siaran MotoGP pasti jatoh. Nah, saya mau memaparkan alasan-alasan kenapa masih banyak saja supporternya di arena manapun. Berikut alasannya

1. Pembalap Brilian

Yep, semua pecinta MotoGP pasti setuju dengan pernyataan di atas. Dengan koleksi 9 kali juara dunia di berbagai kelas (1 kali kelas 125 cc, 1 kali di kelas 250cc, sekali di kelas 500 cc, dan 6 kali di kelas MotoGP) plus total 105 kemenangan, 174 podium, 59 kali pole position, 86 fastest lap dari 243 start (setidaknya sampai artikel ini diposting). Perolehan fantastis tersebut, hanya bisa disaingi oleh Giacomo Agostini dan Michael Doohan, sehingga Rossi pantas disebut sebagai pembalap brilian bahkan pembalap motor terbaik sepanjang masa. Tidak hanya dikenal sebagai pembalap juara, Rossi juga dikenal sebagai pembalap yang bisa memberikan input alias masukan untuk meningkatkan performa tunggangannya menjadi tunggangan juara. Dia termasuk salah satu pembalap dengan kemampuan yang paling komplet.

baca selengkapnya