Archive for the ‘sounds of the game’ Category

Oohh, maaann… Andaikan saja Miami heat dan Boston Celtics adalah dua tim dari wilayah barat dan timur. Maka kita pasti banyak yang berharap, kedua tim inilah yang berhadapan di NBA Finals. Kurang apa kedua tim ini untuk melaju ke NBA Finals. Miami Heat dan Celtics adalah dua tim yang layak menjadi juara NBA Finals musim ini. hanya saja, kali ini mathcup-nya bukan lagi the big three vs the big three. Tapi sudah menjadi the big three versus the big four. Yep, skill, mental, dan kepemimpina Rajon Rondo memang sudah diakui oleh para fans NBA. Apalagi jika Shaquille O’Neal, pemain center Celtics yang sedang cedera dan kini sedang recovery dan diprediksi akan memperkuat Celtics di babak semifinal nanti. Maka Celtics akan menjadi The Big Five, tidak sekedar the Big Four lagi.

Di regular season Boston Celtics unggul telak dari Miami Heat dengan memenangkan 3 dari 4 kali pertemuan, dengan keunggulan selisih angka 5.3 PPG. Tapi kemenangan Miami Heat di regular season merupakan kemenangan telak dengan skor 100-77 meskipun bermain di American Airlines, kandang Miami Heat. So, banyak yang mensinyalir kekalahan Heat dari Celtics pada 3 game awal adalah akibat belum menyatunya chemistry The New Big Three mereka.

baca selengkapnya

Advertisements

Akhirnya sempet juga nulis soal Lakers ini. Musim ini terdapat catatan menarik, yaitu jumlah  rekor-kalah LA Lakers sama dengan Dallas Mavericks (57-25). Hanya saja Lakers unggul di season series matchup dengan rekor 2-1. Los Angeles Lakers merupakan tim favorit juara yang rapuh. Dalam artian pemain mereka rapuh alias rentan terhadap cedera. Sebut saja Andrew Bynum yang harus absen di beberapa games awal akibat pemulihan cedera lutut, kemudian back up center mereka Theo Ratliff yang juga harus cedera. Cedera kedua pemain tersebut menyebabkan Pau Gasol bermain dengan jumlah menit yang banyak (terus terang ini cukup merugikan Lakers). Lalu Matt Barnes yang juga cedera di tengah musim dan harus absen beberapa game. Pemain bintang mereka pun, Kobe Bryant juga rentan terhadap cedera yang harus dipikulnya dalam beberapa musim terakhir tanpa operasi atau pengobatan yang signifikan, untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan maka Phil Jackson dan Lakers melimit minute play Kobe dengan bermain rata-rata 33.9 MPG (terendah setelah musim keduanya di NBA). Mereka memang tim favorit juara yang hebat. Tapi si hebat pun bukanlah unbreakable man. Oleh karena itu, musuh utama mereka adalah cedera yang mengintai para pemainnya.

baca selengkapnya

Sekarang tahun berapa yak?? Hehe basa-basi doang. Sekarang adalah tahun 2011. Dan benar tahun 2011 adalah tahun ganjil. Lalu apa hubungannya dengan SA Spurs?? Jelas ada, sejak era Tim Duncan SA Spurs menjadi juara di tahun ganjil. Sebut saja tahun 1999, 2003, 2005, dan 2007 (semuanya tahun ganjil ‘kan?? Hehe :mr.green: ). Jadi, secara weton tahun SA Spurs bisa menjadi juara musim ini.

Nah, selain tahun ganjil. Apa aja sih trademark SA Spurs ketika menjadi Juara NBA Final. Ok, parameter lainnya adalah San Antonio Spurs berhasil menjadi juara Western Conference Final dengan perolehan total kemenangan 58++ games di NBA Regular season. Kecuali pada musim 1998/1999 dimana NBA regular season hanya berlangsung sebanyak 50 games dari normalnya 82 games. Dan selama era Tim Duncan, SA Spurs berhasil menjadi juara NBA Finals dengan rekor 4-0 di Final series. Di musim ini SA Spurs berhasil mencetak 60 kemenangan di NBA regular season. Jadi peluang ke NBA Finals dan menjadi juara insyaAllah juga akan besar.

baca selengkapnya

We’ve got to Stop talking about the Lakers as the hottest team after the all star break. Denver Nuggets is the hottest. Not only hot, they stung Boston Celtics, LA Lakers, SA Spurs, and Dallas Mavericks. And they did it without their duo franchise players, Carmello Anthony and Chauncey Billups. The Lakers, well, now they’re loose fifth straight and struggle to lock their no.2 seed.

baca selengkapnya

Well, sejak memenangi NBA Finals 2008, Boston Celtics mengalami sindrom seperti tim-tim pada umumnya yang baru menjadi juara NBA. Sindrom itu adalah sindrom cedera yang dialami oleh para pemainnya dan sindrom kurangnya motivasi untuk mempertahankan gelar. Dan sejak era Milennium pula, tercatat hanya LA Lakers yang sanggup juara secara back to back alias berturut-turut.

Nah, bagaimana peluangnya di NBA post season 2011 ini. Well, peluang itu tetaplah sangat besar untuk tim sekelas Celtics. Apalagi <sampai tulisan ini diposting> The Big Four mereka, Paul Pierce, Ray Allen, Kevin Garnett, dan Rajon Rondo berada dalam kondisi fit. Boston Celtics saat ini adalah tim yang benar-benar menggunakan filosofi PG, SG, SF, PF, dan C. Hal inilah ini yang membuat saya kagum pada tim ini. Mereka bermain sebagai true team, apalagi filosofi tim ini “Ubuntu”, yang berarti “together on the court, together off the court“.

baca selengkapnya

Setelah kita tahu, parameter-parameter untuk menentukan apakah timtersebut layak disebut tim juara atau bukan pada artikel sebelumnya. Saya ingin membahas peluang Miami Heat di NBA Playoff yang sudah didepan mata ini.

Ok, saya mulai dari segi chemistry. Berbeda dengan era The Big three Boston Celtics pada tahun 2008, yang ketika masih di training camp pun mereka sudah menjadi tim juara. Miami Heat era Dwyane Wade-LeBron James-Chris Bosh, sampai saat ini masih belum layak kita sebut kandidat tim juara alias belum menjadi tim yang utuh. Masih banyak pekerjaan rumah untuk staff-staff Miami Heat. Antara lain, persoalan peran The Big Three di tim, Erik Spoelstra, dan kontribusi pemain cadangan mereka.

baca selengkapnya

Yoo, gak berasa NBA Post Season alias NBA playoff udah didepan mata. Yah kira-kira tinggal 5 game lagi kita dah masuk ke playoff. Nah, sebelum playoff dimulai. Yuk, kita prediksi tim-tim mana aja yang kira-kira punya kans/peluang yang lebih besar di playoff. Bahkan, sampai ke NBA Final. Saya tidak akan memberikan parameter berupa tim dengan jumlah kemenangan total terbanyaklah yang akan menjadi juara. Karena  sejak era millennium, hanya LA Lakers, San Antonio Spurs, dan Boston Celtics-lah yang menjadi juara dengan keunggulan peringkat pertama overall. LA Lakers era Kobe-Gasol menjadi juara ­back-to-back tanpa menjadi peringkat pertama overall. Karena kita tahu, Cleveland Cavaliers-lah yang menjadi peringkat satu overall selama 2 musim berturut-turut. Bahkan, Detroit Pistons dan Miami Heat menjadi juara NBA Finals tanpa keunggulan home court advantage. Jadi, jangan tertipu dengan peringkat tim di NBA regular season. Tapi semua tim yang lolos ke playoff adalah tim yang bagus (good teams).

Nah, tim mana saja yang hanya bagus di musim regular (good teams) dengan tim yang bagus di regular season plus di playoff (playoff teams) bisa kita bedakan. Ada 6 parameter yang akan saya pakai untuk analisis lebih lanjut, kira-kira seperti ini: Chemistry, Bench player, Team Balance, dan Experience.

baca selengkapnya