Archive for the ‘Safety Riding’ Category

Hehe,, Assalamualaikum mas bro.. Gimana kabar?? mudah2an sehat semua. Yups, gak berasa udah lebih dari 3 bulan si Macan menemani juragan warung bobrok ini. Menggantikan si Luna yang kini udah pindah tangan dan lokasi di Madura sana,, hiks2. Selama 3 bulan ini ane merasakan banyak perubahan terhadap gaya berkendara ane. Dulu ketika masih sebagai Vixy rider, ane suka sebel dengan para Tigor rider. You know lah, mereka banyak yang terkesan angkuh apalagi yang aksesorisnya udah bejibun. Mulai dari Box segede gaban di kanan-kiri sampe klakson toat-toet ala tukang es tong tong.

(more…)

Advertisements

Judulnya aneh yooo.. Tapi InsyaAllah ini bukan jebakan betmen :mrgreen: . Yups, spacing alias ruang gerak. Apa hubungannya ruang gerak dengan safety riding?? Hmm.. Dari pengamatan WBS, memang masih banyak biker maupun driver yg belum mengerti tentang spacing atau emang sengaja egois. Karena faktor spacing-lah banyak biker yg tidak sengaja bersenggolan dengan pengendara lain yg berujung insiden fatal, terjadi miskomunikasi antara biker maupun driver yg berbuntut saling menyalahkan, maupun bikin kemacetan dan at the bottom bikin emosi berkendara semakin meningkat. Lho kenapa bisa begitu?? Yah,, karena sekarang ini kondisi lalu lintas semakin ramai, behaviour (perilaku, red) pengendara juga macem2, plus belum ada kejelasan peraturan speed limit di Indonesia. Sehingga menurut WBS, faktor mengerti tentang spacing menjadi salah satu faktor penting dalam kaidah safety riding selain penggunaan safety gear. Nah, WBS mencoba berbagi sedikit tentang Spacing dalam berkendara. Monggo disimak.

baca selengkapnya

Well, iseng2 baca artikel safety riding dari website2 luar bikin pikiran iseng WBS keluar :mrgreen: Yups, ane jadi teringat pas bikin SIM dulu. Prosedurnya: dateng ke SAMSAT – registrasi pendaftaran – bayar uang pendaftaran – tes kesehatan – ujian tertulis – gagal ujian tertulis – pulang – dateng ke SAMSAT lagi – bayar 300 rebu :mrgreen: – ujian tertulis – ujian praktek mobil – amal “goceng” dikotak asbak mobil ujian praktek – ujian praktek motor – tabrakin semua rintangan pas ujian praktek motor – poto – bayar “goceng” lagi biar cepet jadi –┬á SIM jadi – pulang deh. Maaf kalo terlalu detail, abis emang itu kenyataannya sih :mrgreen: . Nah, sebelum WBS banyak bla bla bla gak karu2an. Ane mau nanya ama pengunjung yg udah tersesat di sini: udah pernah beli buku panduan mengemudi mobil/motor yg baik belum??? kalo udah silahkan acungin jempol di kolom komentar :mrgreen: . WBS mengaku sajalah belum pernah ­čś│ . Yang WBS pelajarin pas SD: lampu merah itu berhenti, lampu kuning itu hati2, dan lampu hijau itu boleh jalan. Setelah jadi pengendara, ilmu WBS nambah alias berkembang: dari hijau ke kuning itu buru2 biar gak kena lampu merah, dari merah ke kuning itu siap2 tancap gas (jangan ditiru yaahhh :mrgreen: ). Trus apa dong hubungannya ama judul. Monggo disimak.

baca selengkapnya

Hehe,, udah berbulan2 WBS belajar nge-blog,, masih aja belum pinter bikin judul :mrgreen: . Anyway, sebagai sok blogger R2, WBS terinspirasi ketika melihat papan reklame “Utamakan Selamat” yang nemplok di bokong truk2 gede atau bus2 AKAP. Ada alasan bagus dari para supir2 bus/truk tersebut, yep lalu lintas yg makin ramai plus kondisi jalan yg jauh dari layak membuat pengendara motor alias rider semakin rawan kesenggol bila berada didekat bus/truk.Apalagi kalo mas bro sering lewat di jalur tengkorak seperti Cilincing atau Jalan Raya Bogor. Peristiwa biker kesenggol dan berakhir di kolong truk seperti difilm Andy Lau “Full Throttle” mungkin sudah jadi pemandangan sehari-hari. Yang jadi pertanyaan, kenapa juga peristiwa tersebut harus menjadi budaya/biasa/jamak?? Kondisi jalanan yg jauh dari layak?? Yess,, betul.. Tapi sebuah kenyataan bahwa pemerintah masih tutup mata dan kuping, seperti biasa kita sebagai biker layaknya rakyat jelata disinetron “derita tiada akhir” kembali harus melawan masalah ini dengan smart riding. Pahit!! tapi inilah yg harus dilakukan untuk survive dijalanan ibukota yg kejamnya melebihi bencana Tsunami Aceh. Berikut WBS mencoba berbagi kiat2 menghadapi kendaraan besar:

baca selengkapnya

Bicara safety riding,, seolah tak lengkap kalo nggak membicarakan safety gear. Well, Ingat, safety gear yg ane kamsud adalah body protector doang, kalo helm mah kudu wajib selama kita belum menguasai ilmu pemecah batu dgn kepala ala kuil Shaolin dan ajian pelet penakluk hati pak kumis :mrgreen:. Menurut ane sendiri hanya ada empat golongan yg akan selamat sampai tujuan. Ehemm.. Salah bukan itu maksudnya. Maksud ane ada empat mazhab alias golongan pendapat rider tentang penggunaan safety gear. Yang pertama, org yg mampu dan mau menggunakan safety gear. Mungkin karena pernah ngalamin ciloko dan karena ada modal, yah buat mereka safety gear merupakan kewajiban. Golongan yg kedua, orang yg mampu tapi gak mau pake safety gear. Yang ketiga, orang yang belum mampu dan mau pake safety gear. Kulo dongakne semoga cepet kesampean :mrgreen:. Yang keempat, orang yg belum mampu dan gak mau pake safety gear. Nah, WBS sendiri mengakui sebagai golongan terakhir alias keempat. Nah, lho.. :oops:.

baca selengkapnya

Alkisah, temen ane yg memang seruntulan lagi buru-buru ke kampus karena bangun kesialan (kesiangan, red :mrgreen:). Untuk menghindari kasus pencemaran nama baik #efekkebanyakannontoninfotainment (mhn maaf kalo W B S tontonannya g bermutu abis dimana2 infotainment mlulu yg disetel :evil:), sebut saja temen ane itu Joko Dodol. Nah, si Dodol ini karena buru2 memang sengaja terpaksa  melanggar lampu merah, tanpa menyadari adanya Pak Kumis yg sedang berteduh dgn gagahnya dibawah sinar lampu TL. Tak lama kemudian terdengarlah suara khas yg bikin merinding para bikers, yah itulah suara sakti sempritan buatan Empu Polda Metro yg memiliki kesaktian bikin dompet kosong karena denda tilang. Seperti biasa, adegan yg jamak didunia pertilangan, Pak Kumis meminta kelengkapan surat2 sakti berkendara seperti SIM dan STNK. Setelah nge-check, STNK motor dodol dikembalikan tapi SIM-nya belum. Singkatnya karena Joko kesal negosiasi alot plus hampir terlambat ke kampus, itu SIM ditinggal begitu saja ditangan Pak Kumis. Dodol yee :lol:.

(more…)

Judul diatas mungkin terlihat berlebihan :mrgreen:. Memang siiy ketika ane baru jadi newbie rider, pandangan ane masih sempit alias msh terpaku dgn spidometer n kondisi lalin didepan. Samping kanan/kiri msh blm terlalu ngeliat. Maklum msh rookie :-p. Seiring dgn peningkatan jam terbang dan pemahaman bahasa “raungan” mesin, well otomatis pandangan ane skrg lebih meluas. Dah gak terpaku lagi ama speedometer. Kondisi sekeliling tunggangan dah lumayan terpantau. ingat2 defensive riding :mrgreen:. Anyway, efek samping dari meluasnya pandangan adalah ditengah2 hiruk pikuk lalu lintas, kadang sempet2nya juragan W B S ini celingak celinguk ngintipin celah2 sempit rok mini penumpang angkot (ssttt…. khusus 17 thn ke atas :mrgreen:), ngeliatin mbak2 spg yg ayu arep brkt ke mall2 besar (dari t4 yg bahkan org normal g terlihat :cool:), nemu uang 20 rebu yg tergeletak di jalan :wink:. Semua adalah efek samping dari terlatihnya mata W B S selama jadi rider maupun driver :-p.

baca selengkapnya