Posts Tagged ‘Ducati Desmosedici’

Troy Bayliss. Tiga kali juara dunia WSBK dari 52 kemenangan sepanjang karirnya membuatnya layak disebut sebagai The living legend World Superbike. Bahkan kalo boleh, saya menyebut Balisstics sebagai pembalap “from Zero to Hero.” Yes, pembalap ini boleh dikatakan agak telat dalam meniti karir profesionalnya didunia balap. Karena Troy Bayliss baru menapaki karir pro-nya diusia 26 tahun. Jadi ketika pembalap-pembalap sekaliber Valentino Rossi, Jorge lorenzo, dan Casey Stoner sudah bermain gokart, mini moto-cross bahkan sudah menapaki GP125 sejak usia balita sampai 15 tahun. Bayliss muda terpaksa magang sebagai tukang cat di bengkel milik Joe Barry karena ia memang bukan berasal dari keluarga berada. Sampai akhirnya ia bisa mengkredit motor pertamanya yaitu Kawasaki ZXR 750, dan dengan motor tersebut Bayliss nekat mengikuti ajang Australian Supersport Championship. Hasilnya sepadan karena Bayliss berhasil finish sebagai runner up. baca selengkapnya

Casey Stoner. Di musim MotoGP 2011 yg cukup membosankan ini, ada satu nama yg tidak pernah absen di podium. Yep, dialah si “Kurri Kurri Boy” Casey Stoner. Mengawali karir profesionalnya bersama Lucio Cecchinello di kelas 125 cc dan 250 cc. Stoner memang memiliki masa depan yg cukup menjanjikan. Walopun tidak sespektakuler Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa yg pernah mengecap gelar juara dunia di kelas 125 cc dan 250 cc tersebut. Tapi lain cerita dengan debutnya di kelas para raja MotoGP. Stoner justru benar2 memiliki masa depan yg cerah di usia mudanya yg sudah menjejak MotoGP. Tidak perlu waktu lama, dimusim rookienya bersama LCR Honda RC212V Stoner langsung merasakan nikmatnya podium kedua di GP Turki. Suatu hal yg tidak dimiliki oleh Simoncelli saat ini.

Musim Sophomore-nya bersama tim Ducati berjalan sangat cemerlang. Debut MotoGP era 800 cc tahun 2007, Stoner langsung mendominasi kelas para raja tersebut dengan memenangi 3 dari 4 balapan seri awal MotoGP. Sebuah prestasi yg sama dengan Valentino Rossi ketika ia pindah ke tim Yamaha pada tahun 2004. Selanjutnya Stoner menjadi kampiun MotoGP 2007 dengan meraih 10 kemenangan dari 6 pole, plus hasil terburuknya adalah finish ke-6. Banyak pengamat yg bilang, Stoner menjadi juara karena performa dahsyat Ducati Desmosedici dan ban Bridgestone serta buruknya performa Yamaha YZR-M1 Rossi. Sebuah kritikan yg benar sekaligus tidak sepenuhnya benar. Karena semakin kesini, kita juga paham bahwa Desmosedici bukanlah motor dengan performa terbaik sebaik Yamaha YZR-M1 2008-2010 atau dahsyatnya Honda RC212V saat ini.

baca selengkapnya

Well, sejak digunakannya frame monokok, performa Ducati di ajang MotoGP memang agak seret. Sampe2 maestro MotoGp Valentino Rossi belum merasakan manisnya juara dimusim 2011 ini (setidaknya sampe artikel ini dipublish). Kalo boleh ngeluh, Rossi mungkin udah ngomong, “selama balapan gue tidak hanya bertarung dengan Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Dani Pedrosa, ato rider GP lainnya, tapi juga bertarung ngelawan Desmosedici itu sendiri :mrgreen: .“ Menurut mbah Jerry Burgess dan Rossi sendiri, permasalahannya memang berada di sasis unik tersebut.

Nah, gelaran race di sirkuit Aragon ini Ducati mengumumkan akan mencoba menggunakan frame alumunium monokok. Yang menjadi pertanyaan adalah: Ducati ‘kan kesohor dengan frame trellis-nya ato sampai saat ini the best chassis di GP adalah twin spar alias DeltaBox, kenapa Om Preziosi nggak bikin sasis trellis karbon ato karbon twin spar aja sekalian, tapi malah tetap mengembangkan frame monokok??

baca selengkapnya