Posts Tagged ‘Ray Allen’

Yup, mungkin kita semua pernah nonton film Nicholas Cage dengan Angelina Jolie yang judulnya “Gone in 60 Seconds.” Sebuah film yang menceritakan tentang pencurian mobil yang dilakukan dalam waktu kurang dari 60 detik alias dibawah satu menit. Haha, nyolong mobil dalam semenit, gak kebayang dan jangan dibayangin. Tapi, saya tidak mau membicarakan tentang film tersebut. Saya ingin membagikan momen2 terbaik di NBA yang terjadi dalam waktu kurang dari satu detik. Yoa, under one second. Yah, walopun masih belum secepat kedipan mata tetep layak untuk disimak. Sebenarnya masih banyak, momen-momen under one second dalam NBA games. Tapi karena keterbatasan saya cukup saya berikan 5 saja yang saya tahu :mrgreen: . Cekidot top 5 under one second moment in the NBA, itungan mundur:

baca selengkapnya

Advertisements

Well, Alhamdulillah kemaren ane sempet nonton pertandingan Miami Heat vs Boston Celtics. Pertandingannya terus terang berjalan sangat seru, keras, physical, dan atmosfer-nya bukan atmosfer pertandingan babak semifinal wilayah. Tapi udah atmosfer pertandingan di level NBA Finals. Delonte West pemian guard Celtics terkena technical fouls, Jermaine O’Neal terkena sanksi flagrant foul, dan Paul Pierce terpaksa disuir dari lapangan setelah mendapatkan technical foul yang kedua. Yah, walopun technical foul-nya yang kedua merupakan panggilan yang kontroversial dari wasit. Dua tim ini memang memiliki sejarah yang tidak mengenakkan dimusim-musim yang lalu. Kita ketahui Celtics mengakhiri musim LeBron James di playoff 2008 dan 2009. Musim lalu, giliran D-Wade yang musimnya berkahir setelah dikalahkan oleh Celtics 4-1 di ronde pertama. Dan, kedua tim ini memang pantas bermain dilevel NBA Finals. Kita disuguhkan atmosfer NBA Finals dalam seri ini. dimana keranjang basket akan semakin kecil dengan field goals yang semakin tidak akurat, pelanggaran2 keras, dan panggilan technical foul terhadap pemain. Plus, sampai akhir pertandingan kita disuguhkan pertandingan 3-points shootout dari finalis kontes three points NBA All Star 2011 kemaren, yaitu antara James Jones, Ray Allen, dan Paul Pierce. Benar-benar pertandingan yang menarik dengan James Jones juga yang memenangkan aksi three-pointer-nya hari ini meski ia bermain dari pemain bangku cadangan.

baca selengkapnya

Oohh, maaann… Andaikan saja Miami heat dan Boston Celtics adalah dua tim dari wilayah barat dan timur. Maka kita pasti banyak yang berharap, kedua tim inilah yang berhadapan di NBA Finals. Kurang apa kedua tim ini untuk melaju ke NBA Finals. Miami Heat dan Celtics adalah dua tim yang layak menjadi juara NBA Finals musim ini. hanya saja, kali ini mathcup-nya bukan lagi the big three vs the big three. Tapi sudah menjadi the big three versus the big four. Yep, skill, mental, dan kepemimpina Rajon Rondo memang sudah diakui oleh para fans NBA. Apalagi jika Shaquille O’Neal, pemain center Celtics yang sedang cedera dan kini sedang recovery dan diprediksi akan memperkuat Celtics di babak semifinal nanti. Maka Celtics akan menjadi The Big Five, tidak sekedar the Big Four lagi.

Di regular season Boston Celtics unggul telak dari Miami Heat dengan memenangkan 3 dari 4 kali pertemuan, dengan keunggulan selisih angka 5.3 PPG. Tapi kemenangan Miami Heat di regular season merupakan kemenangan telak dengan skor 100-77 meskipun bermain di American Airlines, kandang Miami Heat. So, banyak yang mensinyalir kekalahan Heat dari Celtics pada 3 game awal adalah akibat belum menyatunya chemistry The New Big Three mereka.

baca selengkapnya

Boston Celtics yang pada dua game di kandang TD Banknorth Garden berlangsung ketat dan seolah memberikan harapan bagi fans Knicks, tampil mendominasi di Mecca of Basketball Madison Square Garden. New York Knicks yang tidak diperkuat Chauncey Billups kembali menelan pil pahit di babak playoff pertama mereka sejak 2004 dengan nasib yang sama yaitu mereka disapu bersih oleh tim lawannya. Plus, NY Knicks belum memenangkan seri playoff sejak 10 tahun.

Celtics yang mendominasi jalannya pertandingan langsung tancap gas dari babak awal mengungguli NY Knicks 55-38 menjelang turun minum. Bahkan dengan tiga kali tembakan masuk berturut-turut dari Kevin Garnett semakin menabah keunggulan Celtics dengan 70-48 di kuarter ketiga. Sebelum akhirnya dunk dari Carmelo Anthony plus tembakan tiga agka dari Shawne Williams memangkas keunggulan Celtics menjadi 87-72 di akhir kuarter ketiga. Dan semakin mengejar dengan sumbangan poin dari Amare Stoudemire dan Anthony Carter sehingga kedudukan menjadi 84-80 di menit ke-7 kuarter akhir. Tapi kemudian Boston Celtics memperlebar kembali keunggulan melalui tembakan jumper dari Rajon rondo dan kevin Garnett plus mengambil kemenangan dengan skor akhir cukup telak 101-89 untukBoston Celtics.

baca selengkapnya

Pau Gasol yang hanya memasukkan 4 dari 19 tembakan (4-19 FG) dalam dua games terakhir, berhasil memasukkan tembakan 3 angka yang menyebabkan Lakers unggul 78-70 di kuarter keempat. Tidak cukup sampai disitu, Gasol kembali menceploskan 2 tembakan sehingga mengamankan kedudukan dengan keunggulan 85-71 di sisa 8 menit kuarter empat. Total Gasol mencetak 17 angka (7-13 FG), 10 rebound, dan 4 assists dalam 33 menit bermain. Lakers yang bermain dalam definitely-must-win-situation (situasi harus menang, red.), berhasil memimpin dari kuarter pertama dengan Kobe Bryant yang on fire dan mencetak 15 angka pada babak pertama. Total Kobe mencetak 30 angka, 6 rebound, dan 2 assists. Sedangkan Chris Paul yang dijaga ketat oleh pemain Lakers, berhasil mencetak 22 angka, 8 assists, dan 5 rebound, plus 5 TO. Kekalahan Hornets kali ini, lebih disebabkan lemahnya produktivitas pemain cadangan mereka yang menjadi faktor utama dalam kemenangan di game pertama. Total pemain cadangan Hornets hanya mencetak 9 angka (4-17 FG).

baca selengkapnya

Well, sejak memenangi NBA Finals 2008, Boston Celtics mengalami sindrom seperti tim-tim pada umumnya yang baru menjadi juara NBA. Sindrom itu adalah sindrom cedera yang dialami oleh para pemainnya dan sindrom kurangnya motivasi untuk mempertahankan gelar. Dan sejak era Milennium pula, tercatat hanya LA Lakers yang sanggup juara secara back to back alias berturut-turut.

Nah, bagaimana peluangnya di NBA post season 2011 ini. Well, peluang itu tetaplah sangat besar untuk tim sekelas Celtics. Apalagi <sampai tulisan ini diposting> The Big Four mereka, Paul Pierce, Ray Allen, Kevin Garnett, dan Rajon Rondo berada dalam kondisi fit. Boston Celtics saat ini adalah tim yang benar-benar menggunakan filosofi PG, SG, SF, PF, dan C. Hal inilah ini yang membuat saya kagum pada tim ini. Mereka bermain sebagai true team, apalagi filosofi tim ini “Ubuntu”, yang berarti “together on the court, together off the court“.

baca selengkapnya

Mo Williams mantan rekan LeBron James di Cleveland Cavaliers, mencetak 28 angka untuk membawa LA Clippers mengalahkan Boston Celtics dengan skor 108 – 103. Perolehan angka tersebut merupakan yang tertinggi setelah Mo Williams ditukar ke LA Clippers dari Cleveland Cavaliers. Blake Griffin, pemain All star Clippers yang dijaga ketat oleh Kevin Garnett dkk hanya mencetak 12 angka (4-14 FG) 5 assists dan 7 rebound. Kemenangan ini merupakan kemenangan tim bagi Clippers, setelah DeAndre Jordan, Randy Foye, dan Chris Kaman yang “step up” melihat ketatnya penjagaan lawan terhadap Blake Griffin.

baca selengkapnya