Posts Tagged ‘Boston Celtics’

Mungkin bro&sis bertanya2,, kenapa juga harus LA Lakers era Shaq-Kobe?? Sangat jelas kok bro,, memasuki era milennium baru LA Lakers dgn Shaq-kobe lah yg sukses meraih gelar Three-Peat. Bahkan kalo saja Kobe nggak terkena kasus skandal perkosaan, bukan tidak mungkin Lakers bisa meraih 4-peat atau mungkin saja 5-peat. Kombinasi kematangan center dominan Shaquille O’Neal dgn guard muda paling berbakat Kobe Bryant plus pelatih gaek Phil “Zen Master” jackson menjadikan tim ini paling dominan dimasanya. NBA.com sendiri pernah memasukkan LA Lakers era Kobe-Shaq sebagai salah satu dari 5 tim terbaik NBA sepanjang masa. Tentunya setelah Chicago Bulls era MJ-Scottie yg memiliki rekor belum terpecahkan 72 kemenangan di NBA Regular Season.

Selain kombinasi Shaq-Kobe-Phil Lakers masih diperkuat oleh pemain2 veteran dan bench dengan chemistry yg mengejutkan. Sebut saja, Horace Grant, Glen Rice, Rick Fox, John Salley, Robert Horry, Brian Shaw, dan Derek Fisher. Tidak diragukan lagi, LA Lakers era Shaq-Kobe merupakan one of the greatest team. Lalu bagaimana setelah era tersebut?? Tim2 mana saja yg layak menyandang gelar tim terbaik?? Monggo disimak:

baca selengkapnya

Kenapa cuman kedua?? Karena yang pertama bro n sis sekalian pasti udah tau jawabannya. Yak bener, duel terbaik antara LBJ vs The Truth adalah pada game ke-7 di NBA Final Wilayah Timur tahun 2008. Bahkan duel tersebut, dinominasikan sebagai best playoff games pada tahun 2010. Nah, pada video matchup yg saya berikan ini, Lebron mencetak triple double 40+ pointnya yg ketiga kali. Dengan torehan 43 points, 11 rebounds, and 12 assists. Sedangkan Paul Pierce sendiri mencetak rekor torehan poin tertingginya sepanjang karir dengan 50 angka. Duelnya sendiri berjalan sangat seru, dengan aksi-aksi ankle breaker dari kedua best scorer NBA ini. plus, aksi in your face dunk LeBron terhadap Delonte West.

Pertandingan ini sendiri terjadi pada 15 Februari 2006. Dan berjalan sangat seru, saking serunya pertandingan ini bukan lagi antara Cleveland Cavaliers vs Boston Celtics. Tapi menjadi aksi individual antara LBJ vs The Truth. Apalagi pertandingan berjalan dengan dua kali overtime. So, nikmati saja aksi mencetak angka dari LeBron vs penetrasi pintar dari Paul Pierce untuk menyamakan kedudukan. Siapa yg jadi pemenang?? LeBron ataukah Paul?? Well, enjoy the vid aje yee :mrgreen:

Well, Alhamdulillah kemaren ane sempet nonton pertandingan Miami Heat vs Boston Celtics. Pertandingannya terus terang berjalan sangat seru, keras, physical, dan atmosfer-nya bukan atmosfer pertandingan babak semifinal wilayah. Tapi udah atmosfer pertandingan di level NBA Finals. Delonte West pemian guard Celtics terkena technical fouls, Jermaine O’Neal terkena sanksi flagrant foul, dan Paul Pierce terpaksa disuir dari lapangan setelah mendapatkan technical foul yang kedua. Yah, walopun technical foul-nya yang kedua merupakan panggilan yang kontroversial dari wasit. Dua tim ini memang memiliki sejarah yang tidak mengenakkan dimusim-musim yang lalu. Kita ketahui Celtics mengakhiri musim LeBron James di playoff 2008 dan 2009. Musim lalu, giliran D-Wade yang musimnya berkahir setelah dikalahkan oleh Celtics 4-1 di ronde pertama. Dan, kedua tim ini memang pantas bermain dilevel NBA Finals. Kita disuguhkan atmosfer NBA Finals dalam seri ini. dimana keranjang basket akan semakin kecil dengan field goals yang semakin tidak akurat, pelanggaran2 keras, dan panggilan technical foul terhadap pemain. Plus, sampai akhir pertandingan kita disuguhkan pertandingan 3-points shootout dari finalis kontes three points NBA All Star 2011 kemaren, yaitu antara James Jones, Ray Allen, dan Paul Pierce. Benar-benar pertandingan yang menarik dengan James Jones juga yang memenangkan aksi three-pointer-nya hari ini meski ia bermain dari pemain bangku cadangan.

baca selengkapnya

Oohh, maaann… Andaikan saja Miami heat dan Boston Celtics adalah dua tim dari wilayah barat dan timur. Maka kita pasti banyak yang berharap, kedua tim inilah yang berhadapan di NBA Finals. Kurang apa kedua tim ini untuk melaju ke NBA Finals. Miami Heat dan Celtics adalah dua tim yang layak menjadi juara NBA Finals musim ini. hanya saja, kali ini mathcup-nya bukan lagi the big three vs the big three. Tapi sudah menjadi the big three versus the big four. Yep, skill, mental, dan kepemimpina Rajon Rondo memang sudah diakui oleh para fans NBA. Apalagi jika Shaquille O’Neal, pemain center Celtics yang sedang cedera dan kini sedang recovery dan diprediksi akan memperkuat Celtics di babak semifinal nanti. Maka Celtics akan menjadi The Big Five, tidak sekedar the Big Four lagi.

Di regular season Boston Celtics unggul telak dari Miami Heat dengan memenangkan 3 dari 4 kali pertemuan, dengan keunggulan selisih angka 5.3 PPG. Tapi kemenangan Miami Heat di regular season merupakan kemenangan telak dengan skor 100-77 meskipun bermain di American Airlines, kandang Miami Heat. So, banyak yang mensinyalir kekalahan Heat dari Celtics pada 3 game awal adalah akibat belum menyatunya chemistry The New Big Three mereka.

baca selengkapnya

Boston Celtics yang pada dua game di kandang TD Banknorth Garden berlangsung ketat dan seolah memberikan harapan bagi fans Knicks, tampil mendominasi di Mecca of Basketball Madison Square Garden. New York Knicks yang tidak diperkuat Chauncey Billups kembali menelan pil pahit di babak playoff pertama mereka sejak 2004 dengan nasib yang sama yaitu mereka disapu bersih oleh tim lawannya. Plus, NY Knicks belum memenangkan seri playoff sejak 10 tahun.

Celtics yang mendominasi jalannya pertandingan langsung tancap gas dari babak awal mengungguli NY Knicks 55-38 menjelang turun minum. Bahkan dengan tiga kali tembakan masuk berturut-turut dari Kevin Garnett semakin menabah keunggulan Celtics dengan 70-48 di kuarter ketiga. Sebelum akhirnya dunk dari Carmelo Anthony plus tembakan tiga agka dari Shawne Williams memangkas keunggulan Celtics menjadi 87-72 di akhir kuarter ketiga. Dan semakin mengejar dengan sumbangan poin dari Amare Stoudemire dan Anthony Carter sehingga kedudukan menjadi 84-80 di menit ke-7 kuarter akhir. Tapi kemudian Boston Celtics memperlebar kembali keunggulan melalui tembakan jumper dari Rajon rondo dan kevin Garnett plus mengambil kemenangan dengan skor akhir cukup telak 101-89 untukBoston Celtics.

baca selengkapnya

Well, sejak memenangi NBA Finals 2008, Boston Celtics mengalami sindrom seperti tim-tim pada umumnya yang baru menjadi juara NBA. Sindrom itu adalah sindrom cedera yang dialami oleh para pemainnya dan sindrom kurangnya motivasi untuk mempertahankan gelar. Dan sejak era Milennium pula, tercatat hanya LA Lakers yang sanggup juara secara back to back alias berturut-turut.

Nah, bagaimana peluangnya di NBA post season 2011 ini. Well, peluang itu tetaplah sangat besar untuk tim sekelas Celtics. Apalagi <sampai tulisan ini diposting> The Big Four mereka, Paul Pierce, Ray Allen, Kevin Garnett, dan Rajon Rondo berada dalam kondisi fit. Boston Celtics saat ini adalah tim yang benar-benar menggunakan filosofi PG, SG, SF, PF, dan C. Hal inilah ini yang membuat saya kagum pada tim ini. Mereka bermain sebagai true team, apalagi filosofi tim ini “Ubuntu”, yang berarti “together on the court, together off the court“.

baca selengkapnya

Maniak NBA mana yang nggak kenal makhluk satu ini. Jgn ngaku maniak NBA kalo gak kenal pemain forward Boston Celtics ini. Nah, gua mau ngasih  opini tentang pemain ini. Yep, walopun gue fans berat Kobe Bryant dan LA Lakers. Gue gak mau munafik kalo gue juga nge-fans dengan gaya permainan si The Truth ini. Nah , ini dia alesannya:

1.       His Basketball IQ

Gue bener2 baru bisa ngamatin permainannya Paul Pierce ini, waktu NBA Finals 2008. Match up-nya waktu itu siapa lagi kalo bukan Kobe Bryant. Di seri tersebut, Paul Pierce bener2 ngeliatin skill dan IQ-nya dalam mencetak skor. Terbukti Paul Pierce bermain lebih efisien dan lebih sering ke Free-throw line daripada Kobe Bryant. Permainannya inilah yang juga menyebabkan Kobe sering mendapatkan foul trouble. Meskipun Paul Pierce adalah pemain forward, dia juga mempunyai kemampuan play-making yang baik, makanya Paul termasuk total team player dan Paul bukanlah pemain yang selalu mendominasi bola dan menggunakan atleticnya untuk mencetak angka, seperti Kobe atau LeBron. Tetapi dengan memanfaatkan screen teman2nya dan kemampuan fakenya. Paul is Unstoppable, especially when he’s on fire.

baca selengkapnya