Posts Tagged ‘NBA Playoff 2011’

Kalo di wilayah timur saja udah seru, apalagi wilayah barat yang memang persaingannya lebih ketat. Dimulai dengan upset-nya dua top seeded wilayah barat yaitu San Antonio Spurs dan Los Angeles Lakers yang dikalahkan oleh Memphis Grizzlies dan New Orleans Hornets. Memphis Grizzlies yang menggunakn motto pertandingan “let’s make history” , benar-benar membuat sejarah dengan memperoleh kemenangan pertama bagi pendukungnya di Memphis Grizzlies. Yep, inilah kemenangan pertama dalam sejarah Memphis Grizzlies selama 16 tahun di liga NBA. Pertandingan sendiri berjalan seru dengan skor seimbang 98-98 di 24 detik kuarter terakhir. Sebelum akhirnya Shane Battier melesakkan tembakkan tiga angka penentuan. San Antonio Spurs yang tidak didukung oleh pemain Manu Ginobili unggul dalam jumlah free throw tetapi menembak dengan persentase yang sangat rendah, yaitu hanya 40 % FG. Zach Randolph memimpin dengan perolehan 25 angka dan 14 rebound. Sedangkan dari San Antonio, Tim Duncan memimpin dengan 16 angka dan 13 rebound.

baca selengkapnya

Apes. Ketika NBA Playoff lagi seru2nya computer kesayangan malah ngadat. Haha, cukup curhatnya. Game pertama di NBA Playoff berjalan sangat seru dan meskipun tim-tim top seeded memiliki home court advantage tetapi itu bukan jaminan mereka akan menang dengan mudah (ya iyalah, playoff gitu loh 8) ). Mulai dari game Dallas Mavericks versus Portland Trail Blazers yang berjalan seru dan ditayangin di jak-tv. Sampe San Antonio Spurs dan Los Angeles Lakers yang kalah di game pertama melawan tim under seeded.

Langsung saja kita bahas recap singkatnya dari Chicago Bulls vs Indiana Pacers. Tidak ada yang mudah dalam sebuah game di playoff. Indiana Pacers mengajarkan hal tersebut terhadap Derrick Rose dan Chicago Bulls-nya. Bulls sempat tertinggal 98-88 pada kuarter ke-4, sebelum akhirnya melakukan rally alias mengejar angka dengan mencetak 16 angka berturut-turut. Dan menyamakan kedudukan menjadi 99 sama melalui three point play dari Derrick Rose. Rose juga memberikan umpan manis kepada Kyle Korver yang terbuka untuk menceploskan tembakan tiga angka dan menyebabkan Bulls unggul dengan 102-99. Derrick Rose menjadi player of the game dengan perolehan 39 angka, 6 rebound, dan 6 assists. Sedangkan dari kubu Pacers, Danny Granger memimpin dengan 24 angka, 6 rebound, dan 3 assists.

baca selengkapnya

Yup, gak terasa 82 games di regular season sudah terlewati. Rasanya baru kemarin LeBron James dan Chris Bosh bergabung dengan Dwyane Wade di Miami Heat, South Florida. Rasanya baru kemaren sore, Carmelo Anthony dan Chauncey Billups di transfer ke New York Knicks bergabung dengan Amare Studemire. Yang jelas, NBA Post season alias playoff akan dimulai mulai hari Sabtu, 16 April 2011 waktu USA. Artinya di Indonesia hari Minggu, 17 April 2011 (mudah-mudahan Jak-Tv nyiarin pertandingan Chicago Bulls vs Indiana Pacers).

Selama regular season berlangsung, motto NBA musim ini yaitu “here comes the greatest season” benar-benar terwujud. Berikut catatan-catatan menarik selama NBA Regular season 2011:

baca selengkapnya

Setelah kita tahu, parameter-parameter untuk menentukan apakah timtersebut layak disebut tim juara atau bukan pada artikel sebelumnya. Saya ingin membahas peluang Miami Heat di NBA Playoff yang sudah didepan mata ini.

Ok, saya mulai dari segi chemistry. Berbeda dengan era The Big three Boston Celtics pada tahun 2008, yang ketika masih di training camp pun mereka sudah menjadi tim juara. Miami Heat era Dwyane Wade-LeBron James-Chris Bosh, sampai saat ini masih belum layak kita sebut kandidat tim juara alias belum menjadi tim yang utuh. Masih banyak pekerjaan rumah untuk staff-staff Miami Heat. Antara lain, persoalan peran The Big Three di tim, Erik Spoelstra, dan kontribusi pemain cadangan mereka.

baca selengkapnya

Yoo, gak berasa NBA Post Season alias NBA playoff udah didepan mata. Yah kira-kira tinggal 5 game lagi kita dah masuk ke playoff. Nah, sebelum playoff dimulai. Yuk, kita prediksi tim-tim mana aja yang kira-kira punya kans/peluang yang lebih besar di playoff. Bahkan, sampai ke NBA Final. Saya tidak akan memberikan parameter berupa tim dengan jumlah kemenangan total terbanyaklah yang akan menjadi juara. Karena  sejak era millennium, hanya LA Lakers, San Antonio Spurs, dan Boston Celtics-lah yang menjadi juara dengan keunggulan peringkat pertama overall. LA Lakers era Kobe-Gasol menjadi juara ­back-to-back tanpa menjadi peringkat pertama overall. Karena kita tahu, Cleveland Cavaliers-lah yang menjadi peringkat satu overall selama 2 musim berturut-turut. Bahkan, Detroit Pistons dan Miami Heat menjadi juara NBA Finals tanpa keunggulan home court advantage. Jadi, jangan tertipu dengan peringkat tim di NBA regular season. Tapi semua tim yang lolos ke playoff adalah tim yang bagus (good teams).

Nah, tim mana saja yang hanya bagus di musim regular (good teams) dengan tim yang bagus di regular season plus di playoff (playoff teams) bisa kita bedakan. Ada 6 parameter yang akan saya pakai untuk analisis lebih lanjut, kira-kira seperti ini: Chemistry, Bench player, Team Balance, dan Experience.

baca selengkapnya