Good Teams vs Playoff Teams

Posted: 5 April 2011 in sounds of the game
Tags: , , , , , , ,

Yoo, gak berasa NBA Post Season alias NBA playoff udah didepan mata. Yah kira-kira tinggal 5 game lagi kita dah masuk ke playoff. Nah, sebelum playoff dimulai. Yuk, kita prediksi tim-tim mana aja yang kira-kira punya kans/peluang yang lebih besar di playoff. Bahkan, sampai ke NBA Final. Saya tidak akan memberikan parameter berupa tim dengan jumlah kemenangan total terbanyaklah yang akan menjadi juara. Karena  sejak era millennium, hanya LA Lakers, San Antonio Spurs, dan Boston Celtics-lah yang menjadi juara dengan keunggulan peringkat pertama overall. LA Lakers era Kobe-Gasol menjadi juara ­back-to-back tanpa menjadi peringkat pertama overall. Karena kita tahu, Cleveland Cavaliers-lah yang menjadi peringkat satu overall selama 2 musim berturut-turut. Bahkan, Detroit Pistons dan Miami Heat menjadi juara NBA Finals tanpa keunggulan home court advantage. Jadi, jangan tertipu dengan peringkat tim di NBA regular season. Tapi semua tim yang lolos ke playoff adalah tim yang bagus (good teams).

Nah, tim mana saja yang hanya bagus di musim regular (good teams) dengan tim yang bagus di regular season plus di playoff (playoff teams) bisa kita bedakan. Ada 6 parameter yang akan saya pakai untuk analisis lebih lanjut, kira-kira seperti ini: Chemistry, Bench player, Team Balance, dan Experience.

Oke, langsung aje saya bahas:

1.       Chemistry

Bicara soal playoff, parameter utama kita membedakan good teams vs playoff teams yah chemistry. Chemistry yang baik, bisa kita lihat sejak dari awal musim regular. Bahkan, ketika masih di training camp. Chemistry di sebuah tim, tidak hanya dilihat dari hubungan antar pemain di lapangan. Tetapi juga, hubungan para pemain dengan pelatih bahkan juga owner. Di pertandingan, chemistry pemain bisa dilihat dari effisiensi +/- antar pemain dalam satu tim dan jumlah rasio assists per turn over. Bicara soal turn over (TO) di playoff, bisa sangat fatal kalo terlalu banyak TO yang terjadi dalam sebuah pertandingan. Well, jangankan di playoff, di pertandingan regular pun TO bisa menjadi momentum yang berbahaya dari tim lawan.

Sebuah chemistry yang baik, dibangun dengan fondasi berupa pembagian peran pemain dalam pertandingan, seperti seorang leader alias kapten, playmaker, go-to-guy alias first option scorer, sacrifice player, maupun tembok defense/pertahanan dan kesamaan persepsi para pemain dengan strategi pelatih. Semua pemain dalam tim harus menyadari perannya masing-masing dalam suatu pertandingan. Jika tidak, sudah pasti akan terjadi lack of communication dalam pertandingan yang menyebabkan TO.

2.       Bench Player

Permainan bola basket, bukanlah permainan individual. Tetapi permainan sebuah tim. Dan tim-tim yang termasuk kategori playoff, tentu membangun karakter pemain cadangannya untuk member kontribusi yang baik. Tidak hanya dari kontribusi poin atau rebound yang dibutuhkan dari pemain cadangan. Tetapi lebih kepada kemampuan menjaga margin angka dengan lawan yang aman selama pemain starter dalam tim berada dibangku cadangan atau terkena foul trouble maupun membalikkan momentum ketika para pemain staternya bermain kurang baik. Semakin baik kontribusi dari pemain cadangan, berimbas kepada semakin berkurangnya minute play dari pemain starternya. Dan hal itu menguntungkan ketika bermain di playoff yang intensitasnya lebih keras dari pertandingan di musim regular. Baik itu karena pemain starter yang terkena foul trouble maupun menjaga pemain bintang di tim dari factor kelelahan dan cedera yang mengintai.

3.       Team Balance

Keseimbangan disini saya nilai dari kemampuan pertahanan dan serangan dari sebuah tim. Yes, defense winning championship. Tetapi tanpa kemampuan offense yang baik, sebuah tim tidak bisa melangkah lebih jauh ke playoff. Dalam kurun 10 tahun terakhir, tim-tim yang menjadi juara juga bukanlah tim yang hanya mengandalkan defense belaka.

Tim juara adalah tim yang memiliki keseimbangan antara defense yang hebat plus offense yang baik. Sebagai contoh Milwaukee Bucks, sampai tulisan ini saya buat Milwaukee berada di peringkat 4 dalam defense dengan rata-rata 100.4 point lawan per game, dan berada di peringkat 30 offense dengan 98.9 point per game. Dan kini, Milwaukee Bucks gagal lolos ke playoff. Jadi berbicara tim juara (playoff teams) tidak hanya bicara soal pertahanan yang solid. Tetapi juga kemampuan menyerang yang baik, meskipun bukanlah termasuk kategori tim defense-offense terbaik.

4.       Experience

Bicara soal experience alias pengalaman, playoff-lah tempatnya. Ingat NBA Finals 2006. Saat itu, Miami Heat dan Dallas Mavericks adalah dua tim yang baru mencapai NBA Finals. Dallas Mavericks yang memiliki home court advantage, tidak sanggup menghentikan Miami Heat yang memiliki keunggulan dengan adanya pelatih berpengalaman, yaitu Pat Riley dan pemain veteran seperti Shaquille O’Neal, Gary Payton, dan Antoine Walker.

Experience dalam sebuah tim akan membangun mental dan kematangan dalam mengeksekusi bola dan pertahanan yang solid ketika menghadapi pertandingan yang ketat. Singkatnya, tim juara tidak dibangun dalam semalam. Tim juara memerlukan pengalaman-pengalaman dari pemain, pelatih, maupun dari organisasi tim.

So, bagaimana dengan peluang Miami heat, LA Lakers, Boston Celtics, maupun San Antonio Spurs dalam menghadapi playoff 2011 ini. Akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Semoga berguna.

Comments
  1. […] parameter-parameter untuk menentukan apakah timtersebut layak disebut tim juara atau bukan pada artikel sebelumnya. Saya ingin membahas peluang Miami Heat di NBA Playoff yang sudah didepan mata […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s