Posts Tagged ‘Ron Artest’

Siapapun tahu, kalo persaingan di zona playoff NBA sangat ketat. Tidak peduli peringkat dan home court advantage dari masing2 tim yang bertanding. Saking ketatnya permainan, tidak jarang aksi adu fisik kerap terjadi dilapangan dan menyulut emosi pemain. Ketika emosi pemain lawan telah tersulut, maka biasanya pemain tersebut terpaksa dipanggil oleh pelatih untuk berada di bangku cadangan karena bisa membahayakan kedudukan tim, yang bisa saja pemain tersebut terkena technical foul yang artinya satu angka gratis dari garis free throw untuk tim lawan alias menjadi show stopper di ajang playoff NBA. Di NBA sendiri keberadaan pemain-pemain penyulut emosi atau saya sebut “preman” sudah ada sejak bahkan NBA itu ada sendiri. Dan keberadaan pemain preman  di NBA playoff kini sudah menjadi faktor krusial untuk bertahan di kerasnya atmosfer playoff. Saking krusialnya, kita sampai menyebut Dinasti Tim Duncan di  San Antonio Spurs adalah “Silence dynasty” alias dinasti sunyi, yah karena Tim Duncan bukanlah tipe pemain yang suka menyulut emosi lawan dengan “menyikut” dan melakukan trash talk terhadap pemain lawan. Nah, ada beberapa pemain preman yang cukup annoying terhadap pemain lawan akibat aksi premanisme-nya di lapangan. Berhubung saya tidak terlalu hapal pemain di era ’70-an dan ‘80-an, saya batasi saja sejak era millennium dan saya berikan top 7 preman era millenium di NBA:

baca selengkapnya

Akhirnya sempet juga nulis soal Lakers ini. Musim ini terdapat catatan menarik, yaitu jumlah  rekor-kalah LA Lakers sama dengan Dallas Mavericks (57-25). Hanya saja Lakers unggul di season series matchup dengan rekor 2-1. Los Angeles Lakers merupakan tim favorit juara yang rapuh. Dalam artian pemain mereka rapuh alias rentan terhadap cedera. Sebut saja Andrew Bynum yang harus absen di beberapa games awal akibat pemulihan cedera lutut, kemudian back up center mereka Theo Ratliff yang juga harus cedera. Cedera kedua pemain tersebut menyebabkan Pau Gasol bermain dengan jumlah menit yang banyak (terus terang ini cukup merugikan Lakers). Lalu Matt Barnes yang juga cedera di tengah musim dan harus absen beberapa game. Pemain bintang mereka pun, Kobe Bryant juga rentan terhadap cedera yang harus dipikulnya dalam beberapa musim terakhir tanpa operasi atau pengobatan yang signifikan, untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan maka Phil Jackson dan Lakers melimit minute play Kobe dengan bermain rata-rata 33.9 MPG (terendah setelah musim keduanya di NBA). Mereka memang tim favorit juara yang hebat. Tapi si hebat pun bukanlah unbreakable man. Oleh karena itu, musuh utama mereka adalah cedera yang mengintai para pemainnya.

baca selengkapnya