Posts Tagged ‘Derek Fisher’

Ketika saya menonton game 3 hari Sabtu lalu di Vision1, saya berpikir bahwa Lakers mungkin saja berpeluang memenangkan pertandingan dan membuat comeback layaknya Houston Rockets tahun 1994. Di awal pertandingan, saya melihat beberapa perbedaan di kubu Lakers. Andrew Bynum dan Lamar Odom yang agresif dalam mencetak angka dan mendapatkan rebound. Shannon Brown dan Steve Blake yang mendapatkan kepercayaan lebih. The smiling face dari Kobe Bryant yang menyemangati teman2nya agar lebih agresif. Antusiasme dari Phil Jackson untuk memenangkan pertandingan, sehingga terlihat sekali ketika Phil memanggil time out untuk menyemangati Pau Gasol yang bermain lembek. Yap, Pau Gasol tetaplah menjadi “beautiful white swan,” dan mencetak angka jauh dari rata2nya di regular season 2010/2011. Hingga terjadilah insiden “slap chest” dari Phil Jackson. Kita semua yang menonton jalannya pertandingan, tentunya setuju kekalahan Lakers tidak lain dari performa buruknya permainan Pau Gasol yang tidak disiplin dalam menjaga Dirk Nowitzki. Plus, ketidakhadiran Ron Artest di game 3 menjadikan perimeter defense dari Lakers sangat terbuka. Yah, walopun kehadirannya di game ke 4 tidak memberikan pengaruh terhadap perimeter defense dari Lakers, sehingga menyebabkan Dallas Mavericks menceploskan 20 dari 32 tembakan 3 angkanya (NBA record for post season games, NBA record for Jason Terry dengan 9 tembakan tiga angkanya).

baca selengkapnya

Shocking. Desperate. Unbelievable. Frustated. 4 kata yang tepat melihat seri semifinal wilayah barat antara Los Angeles Lakers dengan Dallas Mavericks. Terlalu banyak turn over yang tidak perlu, passing2 tanpa komunikasi, lack of trust dari pemain2 LA Lakers, pemain cadangan yang belum menunjukkan tajinya sebagai pemain tim sekaliber juara back to back disinyalir sebagai faktor kekalahan Lakers di dua game kandang awal, Staples Center. Sebagai pengamat NBA sekaligus penggemar Lakers dan Kobe Bryant, saya hanya bisa speechless dan mengurangi mood untuk menulis.

Seperti yang selalu saya bilang, bahwa kelemahan Lakers adalah berada dalam posisi  juara bertahan dan tidak tanggung2, juara back-to-back dan kini mengejar gelar three-peat. Plus, pemain2 Lakers banyak yang berada dalam kondisi cedera. Tapi itu bukanlah alasan karena Kobe berkata bahwa, “kondisi pemain kami jauh lebih sehat daripada musim lalu.”

baca selengkapnya

Akhirnya sempet juga nulis soal Lakers ini. Musim ini terdapat catatan menarik, yaitu jumlah  rekor-kalah LA Lakers sama dengan Dallas Mavericks (57-25). Hanya saja Lakers unggul di season series matchup dengan rekor 2-1. Los Angeles Lakers merupakan tim favorit juara yang rapuh. Dalam artian pemain mereka rapuh alias rentan terhadap cedera. Sebut saja Andrew Bynum yang harus absen di beberapa games awal akibat pemulihan cedera lutut, kemudian back up center mereka Theo Ratliff yang juga harus cedera. Cedera kedua pemain tersebut menyebabkan Pau Gasol bermain dengan jumlah menit yang banyak (terus terang ini cukup merugikan Lakers). Lalu Matt Barnes yang juga cedera di tengah musim dan harus absen beberapa game. Pemain bintang mereka pun, Kobe Bryant juga rentan terhadap cedera yang harus dipikulnya dalam beberapa musim terakhir tanpa operasi atau pengobatan yang signifikan, untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan maka Phil Jackson dan Lakers melimit minute play Kobe dengan bermain rata-rata 33.9 MPG (terendah setelah musim keduanya di NBA). Mereka memang tim favorit juara yang hebat. Tapi si hebat pun bukanlah unbreakable man. Oleh karena itu, musuh utama mereka adalah cedera yang mengintai para pemainnya.

baca selengkapnya