Safety Riding: Sudahkah Saya Terlihat???

Posted: 25 December 2011 in Safety Riding
Tags: , , ,

Hehe,, udah berbulan2 WBS belajar nge-blog,, masih aja belum pinter bikin judul:mrgreen: . Anyway, sebagai sok blogger R2, WBS terinspirasi ketika melihat papan reklame “Utamakan Selamat” yang nemplok di bokong truk2 gede atau bus2 AKAP. Ada alasan bagus dari para supir2 bus/truk tersebut, yep lalu lintas yg makin ramai plus kondisi jalan yg jauh dari layak membuat pengendara motor alias rider semakin rawan kesenggol bila berada didekat bus/truk.Apalagi kalo mas bro sering lewat di jalur tengkorak seperti Cilincing atau Jalan Raya Bogor. Peristiwa biker kesenggol dan berakhir di kolong truk seperti difilm Andy Lau “Full Throttle” mungkin sudah jadi pemandangan sehari-hari. Yang jadi pertanyaan, kenapa juga peristiwa tersebut harus menjadi budaya/biasa/jamak?? Kondisi jalanan yg jauh dari layak?? Yess,, betul.. Tapi sebuah kenyataan bahwa pemerintah masih tutup mata dan kuping, seperti biasa kita sebagai biker layaknya rakyat jelata disinetron “derita tiada akhir” kembali harus melawan masalah ini dengan smart riding. Pahit!! tapi inilah yg harus dilakukan untuk survive dijalanan ibukota yg kejamnya melebihi bencana Tsunami Aceh. Berikut WBS mencoba berbagi kiat2 menghadapi kendaraan besar:

Seorang pujangga berprofesi supir truk menciptakan sebuah pepatah indah yg wajib diketahui oleh para motoris, “if you can’t see my mirror, then i can’t see you” (bila kamu tidak bisa melihat spion saya/truk, maka saya/driver truk juga nggak bisa melihat kamu/rider, red). Memang dalam beberapa kasus truk/bus nyenggol motoris WBS perhatikan karena ridernya tidak memahami pepatah tersebut. Yups, masih banyak rider yg tidak peduli bahwa kendaraan beroda empat atau lebih memiliki blindspot yg lebih luas. Sehingga ketika hendak mendahului digunakanlah jurus “selonong boy” yang ampuh memanggil malaikat maut bagi penggunanya. Sebenarnya area mana aja sih yg jadi blind spot (titik tak terlihat) dari truk/bus?? Ehmm,, untuk amannya mas bro bisa ngambil patokan dari ±2 m ujung paling depan truk/bus sampai dengan ±3 meter ke belakang ban depan truk/bus tersebut. Yep, area yang WBS sebutkan barusan adalah area blind spot dari truk/bus. Terutama bagian badan kiri truk/bus, karena bagian tersebut benar2 blank bagi si supir. So, hati2 dan waspada melewati bagian tersebut.

Lalu Bagaimana bila kita sebagai motoris hendak mendahului truk/bus didepan?? Langkah2 apa yg harus dilakukan agar aman?? Well, pertama-tama kita harus memutuskan ingin mendahului truk/bus tersebut dari sebelah kanan atau kiri badan bus/truk. Terlepas apakah jalan yg sedang kita lalui itu satu lajur atau dua lajur, prinsipnya hampir sama hanya berbeda perlakuan. Dalam hal ini riderlah yg paling tahu kondisi yg paling aman.. Bila kita ingin mendahului lewat sebelah kanan truk/bus yg merupakan tindakan paling aman daripada lewat kiri, sebaiknya ketika sudah mendekati kira2 2 meter bagian ban depan lakukan tindakan membunyikan klakson untuk memberitahu supir truk/bus bahwa kita hendak menyalip atau nyalakan lampu dim.

Sedangkan bila kita terpaksa mendahului lewat sebelah kiri badan bus yg merupakan tindakan lebih berisiko (tapi Indonesia’kan terkenal bus/truk anti lajur kiri, terutama Pantura:mrgreen: ), usahakan kita memantau kondisi dulu. Yep, lihat dulu apakah ada seorang kenek yg memantau kondisi bagian kiri truk/bus. Kalo ada boleh dibilang kondisi lebih aman untuk mendahului. Setidaknya ketika kondisi agak mulai bahaya, dengan kita membunyikan klakson si kenek akan meneriakkan rem “awas” kepada si sopir. Tapi kalo nggak ada, sebaiknya lakukan perhitungan lebih matang sebelum mendahului. Yups, tanpa adanya kenek otomatis si supir bener2 blank di area blind spot dan tdk bisa dijamin 100% si supir menyadari adanya motor yg mendahului dari sebelah kiri. So, ekstra hati2, waspada dan bila “feeling” mengatakan “tidak/jangan” sebaiknya dituruti dan segera kurangi kecepatan. Sabar dan mendahuluilah ketika kondisi dinilai benar2 aman. Ingat, keluarga tercinta tetap sabar menanti kok dirumah. Jalan Raya bukanlah tempat untuk mengambil resiko berlebihan.

Well, dalam beberapa kasus kecelakaan yg melibatkan antara truk/bus dengan sepeda motor, memang tidak selalu rider yg bisa disalahkan sbg faktor pemicunya. Kadangkala sering juga insiden truk ngelindas biker karena rem blong, supir yg ngantuk, maupun kondisi jalan yg jauh dari layak. There’s an old saying, “bigger size bigger responsibilities bigger respect.” Yups, seringkali para biker banyak yg tidak respek terhadap besarnya ukuran kendaraan truk/bus sehingga menyebabkan insiden yang fatal. Mereka lupa kalo di kaca spion truk/bus, motor tidak terdeteksi 100% karena besarnya area blind spot. So, kesimpulan dari artikel ini adalah menghadapi kendaraan2 besar macam truk/bus selalu tanyakan, “sudahkah saya terlihat (terdeteksi,red) ??” Kurangi resiko dalam berkendara. Be safe. Be smart. Keep braderhud. Keep safety riding. Respect the others.🙂

Comments
  1. kirana125 says:

    se7

  2. kirana125 says:

    se7.

  3. wendakalubis says:

    Hoho,, nyalakan lampu di siang hari juga membantu sopir truk mendeteksi keberadaan motor lho!!! say yes to daytime running lamp (DRL)😉

  4. vixy182 says:

    Keep safety riding🙂

  5. ya2kzzz says:

    mangtaaaffff mas bro…safety ridding = safe your life..🙂 dukung terus safety ridding…

  6. selalu klakson+ngedim waktu mau nyalip the real road king😉

    aniway ijin nitip kandang masbro:mrgreen:
    http://karawangtigerrider.wordpress.com/2011/12/24/mutilasi-modifikasi/

  7. bimo96 says:

    helm SNI,motor layak jalan,bensin ada,gak sruntulan,,pake perlengkapan yg sangat lengkap….dijamin mengurangi resiko kecelakaan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s