Safety Gear Imaginer

Posted: 26 November 2011 in Safety Riding, Sekedar Coretan
Tags: , , ,

Bicara safety riding,, seolah tak lengkap kalo nggak membicarakan safety gear. Well, Ingat, safety gear yg ane kamsud adalah body protector doang, kalo helm mah kudu wajib selama kita belum menguasai ilmu pemecah batu dgn kepala ala kuil Shaolin dan ajian pelet penakluk hati pak kumis:mrgreen:. Menurut ane sendiri hanya ada empat golongan yg akan selamat sampai tujuan. Ehemm.. Salah bukan itu maksudnya. Maksud ane ada empat mazhab alias golongan pendapat rider tentang penggunaan safety gear. Yang pertama, org yg mampu dan mau menggunakan safety gear. Mungkin karena pernah ngalamin ciloko dan karena ada modal, yah buat mereka safety gear merupakan kewajiban. Golongan yg kedua, orang yg mampu tapi gak mau pake safety gear. Yang ketiga, orang yang belum mampu dan mau pake safety gear. Kulo dongakne semoga cepet kesampean:mrgreen:. Yang keempat, orang yg belum mampu dan gak mau pake safety gear. Nah, WBS sendiri mengakui sebagai golongan terakhir alias keempat. Nah, lho..😳.

Lho,, kemaren cuap2 soal safety n defensive riding WBS kok dgn bangganya tidak mengkampanyekan penggunaan safety gear. Weittss,, nanti dulu.. sabar mas bro.. IMHO, safety gear itu memang perlu, tapi dilihat dari kondisi medan yg akan dilalui. Kalo medan jalannya hi-speed macem Pantura, lagi Adventure, dan full throttle di sirkuit. Wah, dgn Haqqul Yakin seyakin2nya 100 % WBS menyarankan untuk menggunakan safety gear. Lha, WBS cuman sering wara wiri jalanan ibukota yg 80-100 % macet, pake safety gear cuman mengurangi esensi kepraktisan naek motor. Apalagi ane sering mampir di Masjid pinggir jalan yg kadang gak ada tempat penitipannya. pemakaian safety gear dikhawatirkan akan mengurangi kekhusyukkan ibadah. Itu salah dua dari sekian banyak alesan ane belum mau pake safety gear. Tapi, meskipun ane belum mampu dan mau pake safety gear berupa body protector. Setidaknya ane melengkapi dgn safety gear imaginer. Apa aja safety gear imaginer itu, monggo disimak:

1. Know the Risk

Yep, naek motor memang beda dgn naek mobil (iyalah :mrgreen:). Ketika kita mengalami accident dgn motor. Otomatis badan kita akan langsung kontak dgn objek2 sekitar motor.  Makanya luka yg dialami bisa saja lebih fatal bahkan bisa menyebabkan kematian ditempat. So, sadarilah ketidaknikmatan kencan di aspal dgn motor tercinta. Be safe, hati2 dalam berkendara dan jgn seruntulan.

2. Know the Danger

Bila kita sudah tahu resikonya, maka kita perlu mengetahui objek2 yg bisa menimbulkan bahaya. Biasanya sih pengendara alay alias seruntulan, angkutan umum, kendaraan2 besar, cuaca buruk, dll. Kita sendirilah yg harus tanggap dalam menghadapi kondisi berbahaya. Be safe, hindari objek2 yg mengundang bahaya. Misal, ada alay yg ngajak tarik2an abaikan saja gak usah diladeni. Selalu waspada dalam berkendara.

3. Know the Limit

Well, jalan raya memang bukan sirkuit. So, there is no reason for pushing to the limit. Bahasa gampangnya jangan melampaui batas. Kita sendiri yg tahu kondisi kelayakan motor dan fisik badan. Kalo kondisi motor yg kurang oke atau badan sedang tidak fit. Jangan maksain diri utk berkendara berlebihan. Capek bin ngantuk, segera menepi sambil ngupi2😉.

4. Pray and Trust Your Feeling

Yep, sebelum berkendara biasakan untuk berdoa dan percayalah pada feeling anda ketika sedang berkendara. WBS sendiri Alhamdulillah sudah beberapa kali terhindar dari accident karena percaya dgn perasaan gak enak waktu riding. Waktu itu ada rider bapak2 alay ngajakin balapan, tapi perasaan WBS gak enak makanya gak diladeni. Si bapak alay itu keliatan kesel tp tetep kenceng ngambil jalur arah berlawanan. Ndilalah ada truk TNI yg memang terkenal anti jalur kiri dan anti mengalah nabrak bapak alay tadi. Ane sendiri ngeliat motor alay tadi kelempar ke atas. Pas ane lewat TKP, bapak alay tadi udah tergeletak di tengah jalan. So, percayalah feeling anda dan karena udh berdoa sebelum berkendara, InsyaAllah dapet perlindungan dari yang di atas.

5. Restu Keluarga

Apa hubungannya restu keluarga dan safety gear imaginer?? ada mas bro,, dan cukup krusial jg. Yah, namanya makhluk sosial biasanya ada aja konfliknya dgn org sekitar terutama orang tua. Kalo gak sengaja bikin ortu marah segera minta maaf. Ane sendiri pernah ngalamin, kok rasanya jalanan galak banget ama ane entah itu banyak angkot yg berhenti sembarangan, rider2 seruntulan, semua rasanya pengin juragan WBS ini ciloko. Pikir2, “oh ya, tadi gak sengaja bikin ortu gak berkenan.” Ane segera menepi dan nelpon ortu utk minta maaf. Alhamdulillah, abis itu jalanan kembali ramah seperti biasa. Ingat restu keluarga termasuk doa keselamatan sampai tujuan.

6. Olahraga dan Fitness yg Cukup

Nah, mas bro pasti pernah liat Jorge Lorenzo yg jumpalitan dari atas YZR-M1 di sirkuit Shanghai tahun 2008. Besoknya Lorenzo tetep balapan dan jadi juara ketiga. Lorenzo memang bukan dilahirkan sebagai superman, tapi dia cuman latihan fisik. Kita jg bisa kok punya badan sekuat sembalap. Ane sendiri merasakan manfaat dari fitness ini, yoi mas bro ane dah dua kali jatoh dan Alhamdulilah cuman berakhir di tukang urut. Si tukang urut langganan itu sendiri bilang, “kalo kamu gak pernah latihan fisik bisa ambyar bahumu jat.” Makanya, selain meningkatkan ketahanan fisik, olahraga dan fitness yg cukup jg meningkatkan kelenturan badan ketika terjadi accident.

7. Kesadaran

Kesadaran yg ane kamsud adalah tidak ada yg menjamin 100 % keselamatan dan keamanan kita dalam berkendara selain dari yg di atas (Tuhan, red). Kita boleh saja sudah melakukan 6 poin yg ane sebut diatas ditambah dengan penggunaan safety gear berupa body prtoector, tapi itu belum menjamin 100 % kita akan selamat sampai tujuan atau ketika terjadi accident akan mengurangi resiko cedera. Nggak ada mas bro, semahal-mahalnya, secanggih-canggihnya body protector yg digunakan there is no one can guarantee you’ll be save from fatal injury.

Anyway, apa yg mau ane sampaikan adalah bukan merupakan suatu dosa besar bila seorang rider entah itu rider independen maupun anak klub yg tidak melengkapi dirinya dgn safety gear ketika riding. Tapi merupakan suatu dosa besar bila seorang rider tidak pake helm:mrgreen:. Seperti kata Pak Hoegeng yg merupakan salah dua dari polisi jujur bilang, “Aspal lbh keras dari kepala.” Salah satu alesan laen ane belum mau pake Safety gear adalah belum ada standarisasi mutu kelayakan dari safety gear yg dijual di Indonesia. Kalo ane sering liat di toko, kualitas safety gear “abal2” sama aja buat gear utk maen rollerblade. lagipula, IMHO pemakaian safety gear masih perlu teknik khusus agar benar2 terasa manfaatnya. So, buat ane helm dan safety gear imaginer yg ane sebut diatas udah cukup utk mengarungi ibukota. Memang sifatnya imaginer, invincible, alias kasatmata. Tapi percaya deh, safety gear imaginer tsb fungsinya persis kyk perangkat safety aktif layaknya kontrol traksi dan ABS. Beda dengan body protector yg sifatnya pasif macem airbag. Akhir kata, semoga ane gak kena karma atas artikel ini:mrgreen:.

Terimakasih sudah membaca tulisan panjang nan tak bermutu ini😉

Comments
  1. Ya2kzzz says:

    ulasan yang benar2 manteb…

  2. azizyhoree says:

    6. Olahraga dan Fitness yg Cukup

    #ini dia yang aku belum mau :mrgreen:

  3. enth says:

    yang mampu dan mau pake safety gear masih dipecah lagi menjadi 2 golongan. golongan pertama, orang yang pake safety gear karena kesadaran akan keselamatan. golongan kedua, pake safety gear sebagai life style.
    saya sendiri cukup pake helm, sepatu kulit biasa bukan sepatu khusus motor, jaket bawaan satria dan sarung tangan sudah cukup. ditambah safety gear imajiner kayak yang sampeyan pake

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s