Posts Tagged ‘Tony Allen’

Biasanya tim2 lawan dari LA Lakers akan memasang pemain yang lebih tinggi/ besar untuk mengawal pergerakan Kobe di area defense. Tapi tidak dengan Boston Celtics pada era 2005-2010. Doc River mempercayakan penjagaan Kobe kepada Tony Allen yang tinggi badannya “Cuma” 6 ft. 4 inch alias 1.93 m 213 lb (93 kg). Kobe sendiri memiliki postur 6’6 alias 1.98 m dan 220 lb (99 kg).

Julukan “the Kobe Stopper” pertama kali disematkan kepada Ruben Patterson, tepatnya pada babak playoff NBA musim 2001. Pada saat itu, ia memang gagal menghentikan Kobe, tapi pada musim2 selanjutnya julukan “the Kobe Stopper” terlanjur menjadi sebuah “nickname” pemain yg bertugas menjegal kehebatan talenta seorang Kobe di area offense. Sebut saja Raja Bell, Shane Battier, Bruce Bowen, Gerald Wallace, Lebron James, dan Dwyane Wade. Tetapi yang paling spesial adalah Tony Allen. Karena diantara “the Kobe Stopper” lainnya, Tony Allen-lah yang berpostur lebih pendek dari Kobe Bryant.

baca selengkapnya

Siapapun tahu, kalo persaingan di zona playoff NBA sangat ketat. Tidak peduli peringkat dan home court advantage dari masing2 tim yang bertanding. Saking ketatnya permainan, tidak jarang aksi adu fisik kerap terjadi dilapangan dan menyulut emosi pemain. Ketika emosi pemain lawan telah tersulut, maka biasanya pemain tersebut terpaksa dipanggil oleh pelatih untuk berada di bangku cadangan karena bisa membahayakan kedudukan tim, yang bisa saja pemain tersebut terkena technical foul yang artinya satu angka gratis dari garis free throw untuk tim lawan alias menjadi show stopper di ajang playoff NBA. Di NBA sendiri keberadaan pemain-pemain penyulut emosi atau saya sebut “preman” sudah ada sejak bahkan NBA itu ada sendiri. Dan keberadaan pemain preman  di NBA playoff kini sudah menjadi faktor krusial untuk bertahan di kerasnya atmosfer playoff. Saking krusialnya, kita sampai menyebut Dinasti Tim Duncan di  San Antonio Spurs adalah “Silence dynasty” alias dinasti sunyi, yah karena Tim Duncan bukanlah tipe pemain yang suka menyulut emosi lawan dengan “menyikut” dan melakukan trash talk terhadap pemain lawan. Nah, ada beberapa pemain preman yang cukup annoying terhadap pemain lawan akibat aksi premanisme-nya di lapangan. Berhubung saya tidak terlalu hapal pemain di era ’70-an dan ‘80-an, saya batasi saja sejak era millennium dan saya berikan top 7 preman era millenium di NBA:

baca selengkapnya

New York Knicks mengalahkan Memphis Grizzlies setelah tembakan 2 angka dari Carmello Anthony pada buzzer beater masuk dengan skor 110 – 108.  Amare Stoudemire menyumbang 26 angka dan 6 rebound, Tony Douglas mencetak double-double dengan 18 angka dan 10 assists untuk NY Knicks. Torehan 10 assist bagi T. Douglas merupakan yang tertinggi sepanjang karirnya. Tony Allen yang mencetak 22 angka dengan melesakkan 7 tembakan dari 8 kali percobaan memimpin perolehan angka dari Memphis Grizzlies, diikui Zach Randolph dan Mike Conley masing-masing mencetak 20 angka.

baca selengkapnya