Posts Tagged ‘Power is nothing without control’

(laman sebelumnya)

MotoGP musim 2011, Stoner bergabung dengan tim Repsol Honda bersama Dani pedrosa dan Andrea Dovizioso. Sedangkan Rossi menandatangani kontrak bersama tim Ducati Corse. Perpindahan kedua pembalap tersebut seolah membuka mata para penggemar MotoGP. Kita seolah baru “ngeh” betapa menjadi juara seri MotoGP diatas liarnya Ducati Desmosedici ternyata bukan perkara mudah, bahkan oleh seorang maestro Valentino Rossi. Bicara soal “Desmosedici” maka akan terbersit tentang “power”. Bicara soal “power” di MotoGP maka “Power is nothing without control.” Dan penjinak “power” paling ulung saat ini adalah Casey Stoner. Bukan Valentino Rossi, karena kita tahu Rossi lebih memilih 4 katup per silinder di YZR-M1 nya ketimbang 5 katup/silinder ketika ia baru bergabung di Yamaha. Alasannya karena 4 katup lebih smooth power deliverynya ketimbang 5 katup. Meskipun 4 katup memiliki power yg lebih kecil daripada 5 katup.

Hari ini di sirkuit kampung halamannya, Phillip Island, Australia. Di hari ulang tahunnya yg ke-26 setelah menempuh 27 lap, Casey Stoner memenangkan balap tersebut dan mentasbihkan dirinya sebagai juara dunia MotoGP 2011 (sampai artikel ini diposting, ini adalah gelar kedua bagi Stoner). Mengandaskan pesaing terdekatnya Jorge Lorenzo yg gagal start karena insiden di sesi latihan pagi yg menyebabkan cedera di jarinya. Yes, performa Honda RC211V musim ini memang sangat dahsyat. Tapi setidaknya ada tiga pembalap lain yg juga menggunakan opsi “spesial pabrikan” bukan “KW2”, seperti Dani Pedrosa, Andrea Dovizioso, dan Marco Simoncelli. Tapi hanya Stoner yg mendominasi musim ini bersama RC211V.

(more…)