Posts Tagged ‘Michael Jordan’

Kobe Bryant. Yep, dia memang sering menuai kontroversi. Salah satunya adalah reputasinya sebagai seorang scorer. Banyak pengamat NBA yg menyatakan, “Lakers akan lebih sering menang bila Kobe hanya menembak tidak lebih dari 20.” Salah?? Tidak juga. Benar?? Mungkin saja. Blackmamba memang tidak jarang menembak lebih dari 20 kali di sebuah game. Bahkan tidak jarang 40++ tembakan pun ia lakukan.

Kalo anda lupa, melawan Toronto Raptors Kobe mencetak 81 angka dengan mengambil 48 tembakan. Di Seattle Supersonics melawan Kevin Durant, Kobe mencetak hanya 48 angka dari 48 tembakan. Melawan Houston Rockets, Kobe mencetak 53 angka dari 43 tembakan. Di dua pertandingan akhir yang saya sebut, artinya Kobe hanya mendapatkan sedikit jumlah free-throw yang berarti Kobe tidak bermain efisien. One shot for one point. Tapi ingat, kala itu Lakers menang.

Tapi juga jangan lupa, ketika pertandingan Lakers melawan Washington Wizards. Kobe mencetak 30 angka dari 15 tembakan. Atau dimusim 2011, melawan Celtics yg hebat dalam urusan defense Kobe mencetak 24 angka dari 16 tembakan. Which means, tidak sepenuhnya benar Lakers lebih sering kalah bila Kobe mengambil tembakan lebih dari 20. Lalu mengapa Kobe sering mengambil tembakan lebih dari 20?? Reputasinya sebagai skorer?? tentu saja. Bagaimana dengan statement Lakers lebih sering kalah bila Kobe menembak tidak lebih dari 20?? Itulah yang akan juraganbakso bahas.

baca selengkapnya

Yep, itu benar. Perkenalan gue dengan dunia NBA memang belum terlalu lama (baru lima tahunanlah :-D). Yang gua tahu dari NBA awalnya cuman Michael Jordan dan Chicago Bulls. Gak lebih gak kurang. Itupun tahu dari film Space Jam :mrgreen: . Aslinya gue emang orang yg gak punya minat apalagi bakat dibidang olahraga (padahal mah alesan sebenernya gua org yg cupu, katrok, dan gak bisa apa2 soal olahraga, cuman bisa maen gundu doang singkatnya). Tapi menjelang akhir masa SMA gua, minat basket itu akhirnya lahir juga (Alhamdulilah Ya Allah, sambil sujud syukur 😀 ). Akhirnya gua putuskan, gua mau serius dibidang basket (maksudnya bisa maen basket :mrgreen: ).

Keseriusan itulah yang membuat gua berpikir untuk mencari figur dalam latihan maen basket. Gua mulai dari Michael Jordan. Akhirnya gua berburu DVD2 tentang Michael Jordan. Dan didapatkanlah DVD bajakan tentang seri Chicago Bulls Championship 1990-1998, Michael Jordan and His Airness, dan yang terakhir NBA Street Series Volume 1 dan 3. Di dua DVD awal yg gua sebutin, figur seorang Michael Jordan sebagai seorang pemain dan atlet basket memang terlihat sempurna. Sampe2 Bill Clinton menyambut tindakan Michael yang mengakhiri masa pensiun pertamanya. Sedangkan di DVD terakhir yg gua sebutin, barulah gua melihat sosok seorang Kobe Bryant. Impresi pertama adalah seorang Kobe terlihat sangat cocky, angkuh, dan selfish. Yah, emang pada waktu itu, lagi jaman2nya Kobe dibenci sepanjang karirnya. Setelah gua cari tahu, Kobe pernah duduk di peringkat pertama sebagai atlet yg paling dibenci didunia. Sebagai anak baru didunia basket, yah ane sih ikut2an aja.

baca selengkapnya

Well, sejak NBA bergulir di tahun 1950-an sudah banyak nama-nama pemain yang masuk dalam daftar Hall of Fame. Sebut saja Bill Russel, Wilt Chamberlain, Magic Johnson, Larry Bird, Kareem Abdul Jabbar, Hakeem Olajuwon, Michael Jordan dan pemain favorit WBS Dennis Rodman. Nama2 tersebut adalah hall of famer yang beruntung karena sudah merasakan manisnya memiliki cincin juara NBA Finals. Ada juga hall of famer NBA yang tidak memiliki cincin, sebut saja Karl “the Mailman” Malone, John Stockton, Patrick Ewing, dan Charles Barkley. Mereka memang pemain hebat, tapi sayangnya gelar juara NBA Finals tidak sempat mereka raih hingga pensiun.

Dirk “Big D” Nowitzki dan Jason “Captain Kidd” Kidd WBS yakin dimasa mendatang kedua pemain tersebut akan masuk dalam kategori Hall of Fame. Dan mereka beruntung karena hampir dipenghujung karirnya, Big D dan Captain Kidd berhasil meraih satu cincin. Yep, mereka berdualah motor Dallas Mavericks dalam meraih gelar pertamanya selama berkancah di NBA sejak tahun 1980.

baca selengkapnya

Kobe Bryant dan LA Lakers terpaksa pulang lebih awal musim ini. yah, setelah kalah 4-0 dari Dallas Mavericks di semifinal wilayah barat, Kobe harus mengakhiri pengejaran gelar three peat keduanya. Mengecewakan para penggemarnya yang berharap memberikan penghargaan kepada Kobe berupa gelar “the next Jordan.” Jika saja Kobe memenangi NBA Final musim ini, tentunya gelar “the next Jordan” kepada Kobe tidak akan ada lagi yang meragukannya. Dan kini setelah pengejaran three peat kedua Kobe telah pupus, tentunya pergunjingan mana yang lebih hebat antara Kobe dan Michael Jordan sudah pasti akan memanas kembali.

Well, saya akui bahwa saya adalah fans berat Kobe Bryant. Dan saya juga mengakui bahwa Michael Jordan adalah pemain NBA terhebat di era ’83 hingga akhir karirnya di Chicago Bulls tahun 1998. Meskipun di era milennium MJ bermain di NBA kembali bersama Washington Wizards dan membuat rekor mencetak 40+ angka di usia 38+ tahun. Washington Wizards yang diperkuat oleh MJ, bukanlah tim yang terlalu disegani pada waktu itu. Dan walaupun banyak yang bilang, bahwa Michael Jordan dan Scottie Pippen berhasil menjadi juara tanpa keberadaan center yang tangguh. Well, kalo seperti itu kita juga harus memberikan apresiasi terhadap Chauncey Billups yang membawa Detroit Pistons juara di NBA Finals 2004. Tidak tanggung-tanggung Billups mengangkat Pistons juara atas Los Angeles Lakers yang diperkuat dream team, “Shaq-Kobe-Payton-Malone.”Memang, Pistons diperkuat oleh “defensive player of the year” Ben Wallace. Tapi, Ben Wallace bukanlah seorang pemain center dominan seperti halnya Shaquille O’Neal maupun Hakeem Olajuwon. Ben Wallace hanyalah seorang pemain center spesialis defense.

bacaselengkapnya

Siapapun tahu, kalo persaingan di zona playoff NBA sangat ketat. Tidak peduli peringkat dan home court advantage dari masing2 tim yang bertanding. Saking ketatnya permainan, tidak jarang aksi adu fisik kerap terjadi dilapangan dan menyulut emosi pemain. Ketika emosi pemain lawan telah tersulut, maka biasanya pemain tersebut terpaksa dipanggil oleh pelatih untuk berada di bangku cadangan karena bisa membahayakan kedudukan tim, yang bisa saja pemain tersebut terkena technical foul yang artinya satu angka gratis dari garis free throw untuk tim lawan alias menjadi show stopper di ajang playoff NBA. Di NBA sendiri keberadaan pemain-pemain penyulut emosi atau saya sebut “preman” sudah ada sejak bahkan NBA itu ada sendiri. Dan keberadaan pemain preman  di NBA playoff kini sudah menjadi faktor krusial untuk bertahan di kerasnya atmosfer playoff. Saking krusialnya, kita sampai menyebut Dinasti Tim Duncan di  San Antonio Spurs adalah “Silence dynasty” alias dinasti sunyi, yah karena Tim Duncan bukanlah tipe pemain yang suka menyulut emosi lawan dengan “menyikut” dan melakukan trash talk terhadap pemain lawan. Nah, ada beberapa pemain preman yang cukup annoying terhadap pemain lawan akibat aksi premanisme-nya di lapangan. Berhubung saya tidak terlalu hapal pemain di era ’70-an dan ‘80-an, saya batasi saja sejak era millennium dan saya berikan top 7 preman era millenium di NBA:

baca selengkapnya

Dua tahun belakangan, teriakan-teriakan MVP dari supporter penonton didominasi hanya untuk dua pemain, yaitu LeBron James dan Kobe Bryant. Well, tidak untuk musim ini. Permainan Derrick Rose telah mencuri perhatian penonton dari dominannya aksi-aksi LBJ dan KB24. Teriakan-teriakan MVP yang ditujukan bagi Derrick Rose dari bangku penonton, tidak hanya terdengar ketika Chicago Bulls bermain laga kandang. Tapi juga ketika Bulls menjalani laga tandang. Aksi-aksi crossover-nya yang diakhiri dengan tembakan liar, tidak hanya menyihir para penonton. Tapi juga, menundukkan kepala para pemain lawan alias defender-nya. Seolah mereka bertanya: bagaimana caranya menjaga Rose dari penetrasi paint area. Dan tak jarang pemain center lawan terkena technical foul. Yang artinya satu angka dari garis free throw untuk Chicago Bulls.  Pujian dan respek pun bertebaran dari kawan, lawan, para pelatih, dan juga dari para penonton. Derrick Rose adalah pemain paling panas musim ini.

baca selengkapnya

Kobe stop! Kobe Stop! Begitu teriakan penonton kandang, ketika Kobe dan Lakers bermain laga tandang. Tetapi Kobe tidak akan berhenti, Kobe Never Stop! He keep running Even he’s injured. Hehe, itulah Kobe Bryant. Pemain legenda yang selalu dibandingkan dengan Michael Jordan. Banyak alesan buat para “abas” nge-fans dengan Kobe. Tapi gue rangkum sampe 10 aje yee, cekidot:

1.       The Best Basketball Player in the World

Hanya orang yang tidak mengerti basket atau kelompok pembenci Kobe (Kobe Haters) yang tidak setuju dengan pernyataan di atas. MJ memang pemain terbaik, tapi itu dulu, kini kita masih berada di era Kobe Bryant. Meskipun ada LBJ, D-Wade, CP3, atau kandidat kuat MVP musim ini Derrick Rose. Siapa yang meragukan bakat dan skillnya yang diatas rata2, cobalah tonton permainan dan highlightnya di youtube. Dan siap2lah tercengang alias terpukau.

baca selengkapnya