Posts Tagged ‘Isle of Man TT’

Daripada pusing ngomongin kapan KTM Duke 200 atau Bajaj Pulsar 200 NS keluar. Mendingan ngomongin motor-motor legendaris dari jaman baheula. Yah, daripada pusing kalo KTM Duke 200 launching di Indonesia tapi rejeki belum ada trus bikin mupeng :mrgreen: . Wes, dilanjut ngomongin moto-legend-nya episode 1: Honda VFR750R RC30. Apa yang membuat Honda RC30 ini menjadi legend adalah RC30 ini merupakan motor balap pertama yang dibuat sebagai motor legal alias jalan raya. Yups, Desmosedici RR pun harus sungkem dengan mbahnya legal road race bike yang satu ini.

baca selengkapnya

Advertisements

Anyway, debut Honda di ajang Isle of Man TT berlangsung tidak terlalu sukses dengan RC 142 2-valves per cylinders yang menempatkan pembalapnya di posisi 6, 7, 8 dan 11. Juaranya?? Siapa lagi kalo bukan MV Agusta dari Italia. Tapi Honda tidak menyerah dan mengumumkan sedang membangun mesin untuk kelas 250cc dan 50 cc dengan karakteristik mesin 4 valves per silinder. Sebuah karakteristik yang aneh pada masanya karena insinyur2 ahli dari Eropa menyatakan tidak ada gunanya 4 valves per silinder dibandingkan dengan 2 valves per silinder.

Well, ternyata pada tahun selanjutnya Honda justru mulai menebar ancaman dengan berada di peringkat kedua manufaktur dibelakang MV Agusta. Dan pada tahun-tahun selanjutnya Honda mulai mendominasi kejuaraan motorsport dunia diberbagai kelas. Bahkan pada tahun ketiga keikutsertaannya di Isle of Man TT, Honda berhasil memenangkan kelas 125 cc ditangan Mike Hailwood. Sampai pada tahun 1968, Honda memutuskan untuk mundur dari ajang balap motor dunia. Alasannya target alias impiannya sudah tercapai dengan memenangkan 16 juara dunia plus 138 kemenangan GP-series diberbagai kelas. Bahkan pada tahun 1966, Mike Hailwood yang turun dikelas 250 cc dengan RC 166 memenangkan 10 dari 11 seri yang dipertandingkan.

baca selengkapnya

Alkisah, pada tahun 1954 seorang Soichiro Honda bergumam, “My childhood dream was to be a motorsport World Champion with a machine built by myself.” Yang artinya kira-kira, “mimpiku sejak kecil adalah memenangkan kejuraan motorsport dengan mesin yang aku bangun.” Sebuah mimpi yang fantastis, karena pada masa itu memenangkan sebuah GP series adalah hal yang tak terbayangkan bagi pabrikan Jepang. Karena pada masa tersebut, produk motor Jepang terkenal dengan reputasinya yang buruk. Baik itu kualitas maupun modelnya yang agak kuno dan terkadang meniru mentah2 desain dari Italy atau Inggris.

Tapi Soichiro Honda berpikir, untuk memperkenalkan produknya lebih luas Honda harus mengikuti dan memenangkan kejuaraan dunia. Dan pada tahun 1954, Honda memutuskan untuk mengikuti kejuaraan Isle of Man TT, serta membangun sebuah prototipe motor 220 cc satu silinder. Pada tahun yang sama pula, Soichiro Honda pergi ke Eropa untuk menyaksikan Isle of Man TT. Kenapa Isle of Man TT?? Karena saat itu, kejuaraan inilah yang paling bergengsi. Dalam sekejap, Soichiro langsung kecewa karena menyaksikan calon kompetitornya jauh lebih kencang dibandingkan dengan prototipe yang sedang dibangunnya.

baca selengkapnya