Posts Tagged ‘Dirk Nowitzki’

NUM PLAYER POS HT WT DOB   FROM YRS
3 Rodrigue Beaubois G 6-2 185 02/24/1988   Pointe-a-Pitre, Guadeloupe 2
35 Brian Cardinal F 6-8 240 05/02/1977   Purdue 11
25 Vince Carter F-G 6-6 220 01/26/1977   North Carolina 13
33 Brendan Haywood C 7-0 263 11/27/1979   North Carolina 10
20 Dominique Jones G 6-5 215 10/15/1988   South Florida 1
2 Jason Kidd G 6-4 210 03/23/1973   California 17
28 Ian Mahinmi C 6-11 230 11/05/1986   Rouen, France 3
0 Shawn Marion F 6-7 228 05/07/1978   UNLV 12
41 Dirk Nowitzki F 7-0 245 06/19/1978   Wurzburg, Germany 13
7 Lamar Odom F 6-10 230 11/06/1979   Rhode Island 12
31 Jason Terry G 6-2 180 09/15/1977   Arizona 12
13 Delonte West G 6-3 180 07/26/1983   Saint Joseph’s 7
Sean Williams F-C 6-10 235 09/13/1986   Boston College 3
34 Brandan Wright F 6-10 210 10/05/1987   North Carolina 3

 

Head Coach:

– Rick Carlile (College – Virginia)

 

Assistant Coach:

– Terry Stotts (College – Oklahoma)

– Darrel Armstrong (College – Fayetteville State)

– Monte Mathis (College – Toledo)

– Tony Brown (College – Arkansas)

 

Assistant Coach and Strength-and-Conditioning Coach

– Robert Hackett (College – Wisconsin)

 

Assistant Trainer

– Casey Smith (College – Arizona State)

 

Athletic Trainer

– Dienne Calhoum (College – San Diego State)

Advertisements

(baca part I)

Menjadi juara NBA Finals memang tidak mudah. Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, dibutuhkan komposisi pemain dan pelatih yang solid. Selain itu, bicara soal playoff, ada ungkapan “it’s about playoff, it’s not just about X’s and O’s, it’s about who wants it more.”

Memasuki babak playoff 2011, Nowitzki dkk diragukan akan mengalami sukses. Melawan Portland, Nowitzki diprediksikan akan gagal menjaga LaMarcus Aldridge. Tapi keraguan itu ternyata salah, Nowitzki-Kidd mengandaskan perlawanan Portland dalam 6 game. Melawan Lakers di semifinal, siapa yang akan menyangka Jason Kidd bisa mematikan perlawanan Kobe dan Nowitzki bisa melunturkan Pau Gasol. Di final wilayah, Kidd kembali berhasil mematikan point guard muda berbakat dan memiliki speed yang baik. Ingat Kidd sudah memasuki usia 38 tahun :mrgreen: . sedangkan Nowitzki bermain gemilang di dua game awal dengan mencetak 48 dan 40 angka.

baca selengkapnya

Well, sejak NBA bergulir di tahun 1950-an sudah banyak nama-nama pemain yang masuk dalam daftar Hall of Fame. Sebut saja Bill Russel, Wilt Chamberlain, Magic Johnson, Larry Bird, Kareem Abdul Jabbar, Hakeem Olajuwon, Michael Jordan dan pemain favorit WBS Dennis Rodman. Nama2 tersebut adalah hall of famer yang beruntung karena sudah merasakan manisnya memiliki cincin juara NBA Finals. Ada juga hall of famer NBA yang tidak memiliki cincin, sebut saja Karl “the Mailman” Malone, John Stockton, Patrick Ewing, dan Charles Barkley. Mereka memang pemain hebat, tapi sayangnya gelar juara NBA Finals tidak sempat mereka raih hingga pensiun.

Dirk “Big D” Nowitzki dan Jason “Captain Kidd” Kidd WBS yakin dimasa mendatang kedua pemain tersebut akan masuk dalam kategori Hall of Fame. Dan mereka beruntung karena hampir dipenghujung karirnya, Big D dan Captain Kidd berhasil meraih satu cincin. Yep, mereka berdualah motor Dallas Mavericks dalam meraih gelar pertamanya selama berkancah di NBA sejak tahun 1980.

baca selengkapnya

Ketika saya menonton game 3 hari Sabtu lalu di Vision1, saya berpikir bahwa Lakers mungkin saja berpeluang memenangkan pertandingan dan membuat comeback layaknya Houston Rockets tahun 1994. Di awal pertandingan, saya melihat beberapa perbedaan di kubu Lakers. Andrew Bynum dan Lamar Odom yang agresif dalam mencetak angka dan mendapatkan rebound. Shannon Brown dan Steve Blake yang mendapatkan kepercayaan lebih. The smiling face dari Kobe Bryant yang menyemangati teman2nya agar lebih agresif. Antusiasme dari Phil Jackson untuk memenangkan pertandingan, sehingga terlihat sekali ketika Phil memanggil time out untuk menyemangati Pau Gasol yang bermain lembek. Yap, Pau Gasol tetaplah menjadi “beautiful white swan,” dan mencetak angka jauh dari rata2nya di regular season 2010/2011. Hingga terjadilah insiden “slap chest” dari Phil Jackson. Kita semua yang menonton jalannya pertandingan, tentunya setuju kekalahan Lakers tidak lain dari performa buruknya permainan Pau Gasol yang tidak disiplin dalam menjaga Dirk Nowitzki. Plus, ketidakhadiran Ron Artest di game 3 menjadikan perimeter defense dari Lakers sangat terbuka. Yah, walopun kehadirannya di game ke 4 tidak memberikan pengaruh terhadap perimeter defense dari Lakers, sehingga menyebabkan Dallas Mavericks menceploskan 20 dari 32 tembakan 3 angkanya (NBA record for post season games, NBA record for Jason Terry dengan 9 tembakan tiga angkanya).

baca selengkapnya

Shocking. Desperate. Unbelievable. Frustated. 4 kata yang tepat melihat seri semifinal wilayah barat antara Los Angeles Lakers dengan Dallas Mavericks. Terlalu banyak turn over yang tidak perlu, passing2 tanpa komunikasi, lack of trust dari pemain2 LA Lakers, pemain cadangan yang belum menunjukkan tajinya sebagai pemain tim sekaliber juara back to back disinyalir sebagai faktor kekalahan Lakers di dua game kandang awal, Staples Center. Sebagai pengamat NBA sekaligus penggemar Lakers dan Kobe Bryant, saya hanya bisa speechless dan mengurangi mood untuk menulis.

Seperti yang selalu saya bilang, bahwa kelemahan Lakers adalah berada dalam posisi  juara bertahan dan tidak tanggung2, juara back-to-back dan kini mengejar gelar three-peat. Plus, pemain2 Lakers banyak yang berada dalam kondisi cedera. Tapi itu bukanlah alasan karena Kobe berkata bahwa, “kondisi pemain kami jauh lebih sehat daripada musim lalu.”

baca selengkapnya

Satu lagi pertandingan dengan matchup menarik, yaitu antara juara bertahan LA Lakers dengan sekumpulan pemain veteran top dari Dallas Mavericks. Lakers memang memiliki Kobe Bryant, Pau Gasol, Andrew Bynum, Derek Fisher, Lamar Odom, dan Ron Artest. Tapi Dallas Mavericks juga memiliki pemain2 veteran yang top, seperti Tyson Chandler, Dirk Nowitzki, Jason Kidd, Jason Terry, Shawn Marion, dan Brendan Haywood. Di semifinal wilayah barat, kedua tim inilah yang menyajikan pertarungan antara pemain veteran dengan ambisi meraih gelar karena pengalamannya. Kobe dengan gelar three peat-nya dan Dirk untuk gelar pertama bagi Dallas Mavericks.

Matchup kedua tim memang sangat menarik, karena dari berbagai posisi kedua tim memiliki size advantage yang 11-12 alias seimbang. Kobe dengan Jason Kidd, Derek Fisher melawan Jason “Jet” Terry, Ron Artest berhadapan dengan si atletis Shawn Marion, Pau melawan Dirk, dan Andrew Bynum berhadapan dengan anchor defense Mavericks Tyson Chandler. So, pertarungan yang menarik dari kedua tim yang seimbang dari tinggi badan dan pengalaman.

baca selengkapnya

Atlanta Hawks berhasil mengeiliminasi Orlando Magic di game ke 6 ronde pertama, dengan skor 4-2 keunggulan Atlanta Hawks. Orlando Magic yang pada musim lalu menyapu bersih Atlanta Hawks dengan selisih skor 25 PPG, gagal maju ke babak semifinal wilayah timur untuk pertama kalinya setelah berhasil melaju kebabak smeifinal wilayah 3 kali berturut-turut sejak 2008. Atlanta Hawks sempat unggul 71-59 dikuarter 4, sebelum Orlando Magic mengejar dengan mencetak 8 angka berturut-turut tapa balas dan memangkas selisih angka menjadi 71-67. Pertandingan menjadi semakin menarik menjelang bubar. Atlanta Hawks yang unggul 82-81, mendapatkan dua tembakan free throw setelah Jamaal Crawford terkena foul. Orlando Magic tidak berhasilmenyamakan kedudukan, setelah tembakan tiga angka JJ Reddick dan jason Richardson gagal masuk. Skor akhir 84-81 keunggulan Atlanta sehingga Atlanta Hawks berhasil maju ke babak semifinal wilayah 2 musim berturut-turut. Di semifinal wilayah, Atlanta Hawks akan bertemu dengan Chicago Bulls pada hari Selasa, 2 Mei 2011.

baca selengkapnya