Archive for the ‘NBA Games Report’ Category

Rasanya baru kemaren ngarep-ngarep bisa dapet seratus hits :mrgreen: ,eh dalam dua minggu-an alhamdulillah muncul juga seribu hits. Yah, walopun judul warungnya NBA Mania’s Blog. Ternyata artikel yang lebih laku kebanyakan tentang motorcycle.. xixixi :mrgreen: . yah, di Indonesia NBA mungkin memang belum terlalu santer seperti sepakbola ato moto GP. Tapi ane tetap yakin, just keep writing about NBA ‘cause I love it as much as motorcycle. Karena di Indonesia belum banyak blog yang nge-bahas info-info NBA. Andaikan banyak akun blog yang tujuannya menyajikan info seputar basket, tapi that’s it kebanyakan cuman 4-5 artikel dan tidak ada kelanjutannya. Yah, mudah-mudahan ane tetap bisa istiqomah untuk menulis artikel. Karena kini nge-blog udah jadi bagian hidupku (Kawasaki banget yak 😀 ). Dan bukan hits yang jadi tujuan utama ane. Tujuan utama ane adalah berbagi info-info soal NBA. Syukur-syukur bisa menyajikan info seputar NBL (dapetin infonya susah betul, :mrgreen: ). Hits buat ane adalah steroid kalo karya ane bisa dihargai ama pengunjung J . sekali lagi terima kasih J dan Alhamdulillah.

Bad game for the Lakers today. Bad day for Kobe. Jarret Jack yang mendapatkan passing dari Chris Paul, berhasil menceploskan tembakan penentuan bagi Hornets menjadi 90-86 pada 9.3 detik tersisa. Sebelum akhirnya Hornets mengambil kemenangan 92-88 dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di playoff series. Seperti yang sudah saya bilang pada artikel sebelumnya, musuh terbesar Lakers adalah fokus, motivasi, dan cedera para pemainnya. Seperti kita lihat Pau Gasol dan Andrew Bynum bermain tidak terlalu agresif di babak kedua. Dan kini, Lakers dipaksa bermain dalam 6-7 games di ronde pertama ini. selain itu, Kobe kembali mengalami cedera angkel kembali. Setelah menjaga Jarret Jack yang melakukan crossover drible di akhir kuarter keempat. Tapi, Kobe tetap berada di lapangan dan bermain. Plus, Kobe tidak mencetak angka sedikitpun (0 point) di babak pertama game playoffs (terakhir melawan Minnesota pada tahun 2004).

baca selengkapnya

Hari ini pertandingan diwarnai oleh munculnya sebuah sejarah baru. Dimana pemain-pemain muda sudah siap memegang tongkat keemasan sebagai tanda bahwa jaman sudah berganti. Tim Duncan dkk sudah saatnya menyerahkan tongkat kejayaannya kepada Zach Randolph dkk. Saya akan mulai membahas recap hasil pertandingan dari Bulls vs Pacers.

Sekali lagi Indiana Pacers memberikan perlawanan ketat terhadap Top seeded Chicago Bulls. Pacers yang tertinggal 3-0 di playoff, memastikan terjadinya game ke-5 di kandang Chicago, United Center. Danny Granger memasukkan 4 tembakan free throw penentuan untuk mengamankan kedudukan untuk skor akhir menjadi 89-84. Chicago Bulls yang tertinggal 84-71 di 2 menit tersisa, melakukan rally dan memangkas ketertinggalan menjadi 85-84 melalui three point play dari Joakim Noah, sayangnya tembakan 3 angka dari Carlos Boozer gagal masuk. Dan Derrick Rose yang menjadi top skorer (32.7 PPG) di seri ini, hanya berada di garis free throw sebanyak 4 kali. Jauh di bawah rata-rata-nya 16.3 FTA dari 3 game sebelumnya. Plus, cedera angkel yang diderita Rose membuatnya menembak dengan persentase buruk 37.9 % FG alias di bawah rata-ratanya di regular season yang mencapai 44.5 % FG. Danny Granger menjadi player of the game dengan mencetak 24 angka, 10 rebound, dan 4 assists. Sedangkan dari Chicago Bulls, Joakim Noah memimpin dengan perolehan 21 angka dan 14 rebound. Derrick Rose juga mencetak double-double dengan 15 angka, 4 rebound, dan 10 assists. Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Indiana Pacers di playoff, setelah era Reggie Miller yang pensiun pada tahun 2006.

baca selengkapnya

Pau Gasol yang hanya memasukkan 4 dari 19 tembakan (4-19 FG) dalam dua games terakhir, berhasil memasukkan tembakan 3 angka yang menyebabkan Lakers unggul 78-70 di kuarter keempat. Tidak cukup sampai disitu, Gasol kembali menceploskan 2 tembakan sehingga mengamankan kedudukan dengan keunggulan 85-71 di sisa 8 menit kuarter empat. Total Gasol mencetak 17 angka (7-13 FG), 10 rebound, dan 4 assists dalam 33 menit bermain. Lakers yang bermain dalam definitely-must-win-situation (situasi harus menang, red.), berhasil memimpin dari kuarter pertama dengan Kobe Bryant yang on fire dan mencetak 15 angka pada babak pertama. Total Kobe mencetak 30 angka, 6 rebound, dan 2 assists. Sedangkan Chris Paul yang dijaga ketat oleh pemain Lakers, berhasil mencetak 22 angka, 8 assists, dan 5 rebound, plus 5 TO. Kekalahan Hornets kali ini, lebih disebabkan lemahnya produktivitas pemain cadangan mereka yang menjadi faktor utama dalam kemenangan di game pertama. Total pemain cadangan Hornets hanya mencetak 9 angka (4-17 FG).

baca selengkapnya

Kalo di wilayah timur saja udah seru, apalagi wilayah barat yang memang persaingannya lebih ketat. Dimulai dengan upset-nya dua top seeded wilayah barat yaitu San Antonio Spurs dan Los Angeles Lakers yang dikalahkan oleh Memphis Grizzlies dan New Orleans Hornets. Memphis Grizzlies yang menggunakn motto pertandingan “let’s make history” , benar-benar membuat sejarah dengan memperoleh kemenangan pertama bagi pendukungnya di Memphis Grizzlies. Yep, inilah kemenangan pertama dalam sejarah Memphis Grizzlies selama 16 tahun di liga NBA. Pertandingan sendiri berjalan seru dengan skor seimbang 98-98 di 24 detik kuarter terakhir. Sebelum akhirnya Shane Battier melesakkan tembakkan tiga angka penentuan. San Antonio Spurs yang tidak didukung oleh pemain Manu Ginobili unggul dalam jumlah free throw tetapi menembak dengan persentase yang sangat rendah, yaitu hanya 40 % FG. Zach Randolph memimpin dengan perolehan 25 angka dan 14 rebound. Sedangkan dari San Antonio, Tim Duncan memimpin dengan 16 angka dan 13 rebound.

baca selengkapnya

Apes. Ketika NBA Playoff lagi seru2nya computer kesayangan malah ngadat. Haha, cukup curhatnya. Game pertama di NBA Playoff berjalan sangat seru dan meskipun tim-tim top seeded memiliki home court advantage tetapi itu bukan jaminan mereka akan menang dengan mudah (ya iyalah, playoff gitu loh 8) ). Mulai dari game Dallas Mavericks versus Portland Trail Blazers yang berjalan seru dan ditayangin di jak-tv. Sampe San Antonio Spurs dan Los Angeles Lakers yang kalah di game pertama melawan tim under seeded.

Langsung saja kita bahas recap singkatnya dari Chicago Bulls vs Indiana Pacers. Tidak ada yang mudah dalam sebuah game di playoff. Indiana Pacers mengajarkan hal tersebut terhadap Derrick Rose dan Chicago Bulls-nya. Bulls sempat tertinggal 98-88 pada kuarter ke-4, sebelum akhirnya melakukan rally alias mengejar angka dengan mencetak 16 angka berturut-turut. Dan menyamakan kedudukan menjadi 99 sama melalui three point play dari Derrick Rose. Rose juga memberikan umpan manis kepada Kyle Korver yang terbuka untuk menceploskan tembakan tiga angka dan menyebabkan Bulls unggul dengan 102-99. Derrick Rose menjadi player of the game dengan perolehan 39 angka, 6 rebound, dan 6 assists. Sedangkan dari kubu Pacers, Danny Granger memimpin dengan 24 angka, 6 rebound, dan 3 assists.

baca selengkapnya

Golden State Warriors mengalahkan Orlando Magic dengan skor 123 – 120 setelah overtime. Monta Ellis memimpin GS Warriors yang sempat tertinggal 24 angka dari Orlando Magic, dan mencetak double-double 39 angka 11 assist. Stephen Curry rekan Monta juga mencetak double-double dengan 22 angka 12 assist, Dorrel Wright 32 angka 6 rebound, dan David Lee 16 angka 9 assist 6 rebound. Dari kubu Orlando, Jason Richardson memimpin dengan 30 angka, Jameer Nelson dan Hedo Turkoglu masing-masing mencetak 24 angka, dan Dwight Howard mencetak double-double dengan 13 angka dan 21 rebound.

Orlando Magic yang menyia-nyiakan keunggulan 24 angka atas tim tuan rumah GS Wariors sempat tertinggal 3 angka, sebelum Hedo Turkoglu melesakkan tembakan 3 angka dan menyamakan kedudukan menjadi 108 – 108 pada 8.3 detik tersisa dikuarter keempat. Pada menit-menit akhir babak overtime, Monta Ellis melesakkan 2 tembakan free throw untuk menjaga keunggulan atas Orlando Magic. Total 36 tembakan 3 point yang masuk merupakan rekor NBA, sebelumnya Seattle – Phoenix mencetak 32 tembakan 3 point yang masuk.

baca selengkapnya

Pertahanan Chicago Bulls (no. 1 di NBA) yang solid berhasil mengalahkan perlawanan Atlanta Hawks dengan skor telak 94 – 76. Chicago Bulls yang mencetak rata-rata 44,3 rebound per game (RPG), berhasil mengungguli perolehan rebound dengan 50 – 28 atas Atlanta Hawks. Derrick Rose, kandidat terkuat MVP musim ini berhasil mencetak 34 angka 5 rebound dan 6 assist. Sedangkan rekannya Luol Deng mencetak 18 angka 9 rebound dan 7 assist. Joe Johnson pemain Atlanta Hawks, berhasil mencetak 16 angka, Josh Smith mencetak 15 angka dan Jamaal Crawford mencetak 14 angka dari bangku cadangan.

Chicago Bulls berhasil mendominasi jalannya pertandingan pada paruh kedua dan mengungguli peraihan angka 46 – 26 atas Atlanta Hawks. Perolehan 26 angka di paruh babak merupakan yang terendah di musim ini bagi Atlanta Hawks. Derrick Rose mendapatkan jumlah free-throw yang sama dengan keseluruhan jumlah free throw para pemain Atlanta Hawks.

baca selengkapnya