Archive for the ‘Motorcycle’ Category

Carl Fogarty adalah pembalap paling sukses di ajang Superbike. Bersama tim pabrikan Ducati, Foggy dijuluki sang Raja karena ia terlalu dominan di ajang WSBK. Meskipun banyak yang mengakui talenta Fogarty, banyak juga publik dan media yang menganggap dominasi Fogarty karena dia membela Ducati. Sehingga banyak yang meragukan, bila Fogarty bisa menang tanpa Ducati. Sebagai pembalap kelas wahid, akhirnya Carl Fogarty hengkang dari tim Ducati setelah mendapatkan dua kali gelar juara dunia berturut-turut bersama Ducati 916. Dan bergabung bersama tim Castrol Honda RC45 pada tahun 1996, untuk membuktikan bahwa Foggy bisa menang tanpa Ducati. Persis seperti kasus hengkangnya Rossi dari Honda ke Yamaha :mrgreen: .

baca selengkapnya

Advertisements

Mungkin udah banyak yang tahu, kalo varian Ducati Monster adalah penyelamat krisis finansial Ducati di medio ’90-an. Saking krusialnya peranan Monster, sampai2 banyak yang berujar, “tanpa Monster mungkin kita tidak lagi melihat Ducati.” Jujur aja setelah baca artikel ini, baru tahu betapa parahnya krisis finansial yang dialami Ducati. Walaupun pada tahun 1995, Ducati meluncurkan varian 916 karya Massimo Tamburini yang sangat sukses. Tanpa kehadiran masterpiece rancangan Miguel Galluzzi yang merancang Monster, varian 916 pun mustahil menjadi kenyataan. Seberapa parah sih, krisis yang dialami Ducati sebelum kehadiran 916? monggo disimak:

baca selengkapnya

Penggemar WSBK mana yang nggak kenal dengan Carl “Foggy” Fogarty. Pembalap kelahiran 1 July 1965 asal Blackburn, Lanchashire, Inggris ini adalah legenda-nya WSBK. Rekor 4 kali juara dunia dan 59 kali kemenangan selama berkarir di WSBK masih belum bisa dipecahkan pembalap Superbike manapun (Setidaknya sampai artikel ini dipublish). Karirnya bersama tim pabrikan Ducati dimulai pada tahun 1993, dengan motor legendaris Ducati 888 (basisnya Monster nih :mrgreen: ). Sampai pada tahun 1994, Ducati menggantikan varian 888 dengan 916. Debut Foggy bersama 916 sebenarnya cukup bagus karena ia berhasil menjadi juara race pertama dan juara kedua di race kedua seri perdana WSBK 1994. Tapi ternyata Foggy kurang sreg dengan performa 916 di awal debutnya.  Kenapa?? Monggo disimak :mrgreen:

baca selengkapnya

Yep, Kemaren2 WBS udah ngomongin prediksi strategi Perang Mindset Injeksi (PMI) season pertama dan kedua ama Kesiapan masyarakat menerima injeksi. Sekarang saatnya untuk ngomongin segmen market mana yg akan lebih mudah dipengaruhi oleh kehadiran injeksi ini. Well, di artikel PMI II ane menyebutkan bahwa semakin ke depan segmen pembeli R2 semakin bias, IMHO bias disini maksudnya segmen R2 bukan lagi terlalu menyasar menengah-bawah/menengah-atas. Tapi lebih mengarah ke karakter alias kepribadian dari si pengguna/calon konsumen R2 itu sendiri. Semua berkat menjamurnya lembaga finance. Lihat aja sekarang, tukang kerupuk, satpam security, OB, bahkan petani di desa udah banyak yg miara splitfire alias Vixion maupun Tiger. Tapi gak jarang jg, level sekelas manager ato yg udh punya gaji “wah” naeknya “cuma” Vario, BeAt, ato Mio. Jadi udah gak jamannya lagi bilang, “seng numpak mongtor kui wong miskin 😉 .” Hati2 dlm menjudge pengendara motor, siapa tau malah bupati yg lagi naek C90. Betul apa betul :mrgreen: . So, siapakah potential buyer R2 injeksi di season kedua ini?? Monggo disimak:

baca selengkapnya

Injeksi lagii.. Injeksi lagiii.. 😉 . Yah, inspirasinya memang lagi disitu. So, demi kesehatan otak kiri yoo dituangkan saza :mrgreen: . Anyway, era injeksi yang bolelaah dibilang udah didepan mata, sudah dimulai jamannya pengabutan R2 diatur ama sensor ECU, meski bukan berarti karbu udah ketinggalan jaman. Nggak, tapi memang sudah eranya maen2an laptop buat utak atik motor, untuk pencerdasan dan peningkatan daya saing juga toh thd mekanik2 Indonesia yg terkenal dgn keberanian akal2annya dan penghargaan thd masyarakat Indonesia jg laahhh, mosok kalah ama negara tetangga yg merdekanya belakangan :mrgreen: . Nah, sudah seberapa siap sih masyarakat R2 RI menghadapi era injeksi ini?? Sebelum dijawab, ada baiknya menyimak gallery berikut. Mohon maaf kalo seenaknya ngembat foto ybs. Tapi ini dilakukan sok for scientific reason :mrgreen: .

baca selengkapnya

(Artikel sebelumnya..)

Bila Perang Mindset Injeksi (PMI) season pertama merupakan tahap penjajakan sekaligus perkenalan injeksi kepada konsumen, maka pada PMI season kedua ane katakan sebagai tahap siap lepas landas era injeksi di Indonesia. Maksudnya pada tahap ini konsumen sudah mulai kenal, teredukasi, dan siap menerima kehadiran injeksi. Singkatnya, karena keberhasilan PMI season pertama penetrasi pasar injeksi udah lebih gampang dan semakin bias segmennya. Semua tidak lepas dari kehadiran injeksi R2 yg udah lebih dari 5 tahun. Jadi faktor2 kekhawatiran penggunaan injeksi dari konsumen sudah mulai bisa dikesampingkan. Tapi karena baru tahap mau take-off, konsumen msh disodori varian karbunya. Lalu strategi apa yg dilakukan ATPM dalam menghadapi PMI II ini?? monggo disimak 😉

baca selengkapnya

Judulnya biasa banget yak :mrgreen:. Yah, mudah2an isinya tetep beda dgn yg lain. Yep, sebenernya ini terinspirasi juga dari artikelnya bro HRM ama Cafebiker about genderang Perang Mindset Injeksi (PMI) yg bergema kembali. Memang sih, kita semua pasti penasaran kenapa penjualan V-ixion bisa moncerr tapi kok penjualan Supra X PGM-FI gak terdengar gaungnya. Padahal di awal era injeksi, Supra PGM-FI lah first movernya. Well, setelah melakukan bolak balik perenungan dan semedi di Gua Jongkok alias We Se (mencret broo :mrgreen:), mengubek-ubek majalah maksiat lama, maen skateboard di halaman rumah mbah google. akhirnya ane mendapatkan wangsit. Bahwasanya Honda saat itu melakukan kesalahan fatal dalam strategi perangnya. Apa kesalahannya?? monggo disimak

baca selengkapnya