Archive for the ‘MotoGP’ Category

Casey Stoner. Di musim MotoGP 2011 yg cukup membosankan ini, ada satu nama yg tidak pernah absen di podium. Yep, dialah si “Kurri Kurri Boy” Casey Stoner. Mengawali karir profesionalnya bersama Lucio Cecchinello di kelas 125 cc dan 250 cc. Stoner memang memiliki masa depan yg cukup menjanjikan. Walopun tidak sespektakuler Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa yg pernah mengecap gelar juara dunia di kelas 125 cc dan 250 cc tersebut. Tapi lain cerita dengan debutnya di kelas para raja MotoGP. Stoner justru benar2 memiliki masa depan yg cerah di usia mudanya yg sudah menjejak MotoGP. Tidak perlu waktu lama, dimusim rookienya bersama LCR Honda RC212V Stoner langsung merasakan nikmatnya podium kedua di GP Turki. Suatu hal yg tidak dimiliki oleh Simoncelli saat ini.

Musim Sophomore-nya bersama tim Ducati berjalan sangat cemerlang. Debut MotoGP era 800 cc tahun 2007, Stoner langsung mendominasi kelas para raja tersebut dengan memenangi 3 dari 4 balapan seri awal MotoGP. Sebuah prestasi yg sama dengan Valentino Rossi ketika ia pindah ke tim Yamaha pada tahun 2004. Selanjutnya Stoner menjadi kampiun MotoGP 2007 dengan meraih 10 kemenangan dari 6 pole, plus hasil terburuknya adalah finish ke-6. Banyak pengamat yg bilang, Stoner menjadi juara karena performa dahsyat Ducati Desmosedici dan ban Bridgestone serta buruknya performa Yamaha YZR-M1 Rossi. Sebuah kritikan yg benar sekaligus tidak sepenuhnya benar. Karena semakin kesini, kita juga paham bahwa Desmosedici bukanlah motor dengan performa terbaik sebaik Yamaha YZR-M1 2008-2010 atau dahsyatnya Honda RC212V saat ini.

baca selengkapnya

Ajang gelaran MotoGP Aragon minggu kemarin memang banyak diwarnai pemberitaan menarik. Sebut aja kemenangan ke-100 bagi Repsol Honda, penggunaan sasis alumunium di Desmosedici Rossi, dan yang masih hangat dibicarakan yakni team order antara Jorge Lorenzo dengan Ben Spies. Tapi WBS (warungbaksosabar) termasuk orang yang tidak percaya bahwa keberhasilan Lorenzo melewati Spies adalah team order dari Yamaha Team Factory.

Team order di ajang motorsport memang bukan hal yang baru (ya iyalah, kumaha seh :mrgreen: ). Dalam sejarah dunia balap motor sendiri, Yamaha memang pernah melakukan team order yang cukup ekstrim. Yep, pada era 1960-an tepatnya 1968. Yamaha menginstruksikan Phil “the Prince of Speed” Read untuk konsentrasi memenangkan kelas 125 cc. Phil Read sendiri memang berhasil menjuarai kelas 125 cc. Tapi di kelas 250 cc yang juga diikutinya, Read memiliki jumlah kemenangan sama dengan rekan setimnya Bill Ivy menjelang race terakhir dimusim tersebut. Yamaha pun akhirnya menginstruksikan Read untuk memberikan jalan agar Bill Ivy  yang merebut tahta di kelas 250 cc. Read akhirnya melanggar instruksi timnya dan meraih gelar 250 cc. pada musim berikut, Yamaha akhirnya memutuskan kontraknya dengan Phil “the Pearl Read.

baca selengkapnya

Casey Stoner yang mendominasi di sesi kualifikasi cukup memberikan gambaran bahwa balapan MotoGP Aragon 2011 akan berlangsung membosankan. Tapi, yang tetep membuat ane duduk manis didepan tv adalah rasa ingin tahu bagaimana performa Desmosedici dengan sasis barunya yg berbahan alumunium. Well, sejak start dan Valentino Rossi langsung nge-joss seketika membuat mata ini terasa segar. Finally Rossi bisa fight.

baca selengkapnya