Archive for the ‘Louder than a Bomb’ Category

Kiprah Kawasaki di ajang balap Grand Prix memang tidak terlalu menonjol seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki. Tapi di ajang WSBK, Kawasaki bolehlaah dibilang lumayan. Karena Kawasaki menjadi pabrikan pertama yang menjuarai WSBK dengan konfigurasi mesin 4 silinder segaris (Honda RC30 dan Ducati 851/888 konfigurasinya V4 dan V2).  Sekaligus menjadi pabrikan Jepang kedua yang berhasil menjuarai kontes WSBK pada tahun 1993, alias hanya jeda 5 tahun setelah ajang WSBK digelar (Suzuki butuh 17 tahun dan Yamaha 19 tahun berkiprah di WSBK untuk mendapatkan gelar juara). Dan varian yang meng-“hijau’-kan Kawasaki di ajang WSBK adalah ZXR-750. Varian tersebut sampai sekarang masih menjadi icon bagi fans Kawasaki.

baca selengkapnya

Biker-enthusiast sering mengidentikkan Ducati sebagai Ferrari-nya roda dua alias motor impian maupun sex on two wheels. Yang menjadi pertanyaan adalah bila Ferrari memiliki 250 GTO sebagai the best classic of Ferrari, Bagaimana dengan para Ducatisti?? Ducati tipe mana yang layak disandangkan sebagai 250 GTO-nya roda dua?? Well, jawabannya adalah Ducati 888. Yes, seperti halnya Ferrari yang terkenal dengan silsilah balapnya. Triple-8/851 merupakan icon pertama bagi Ducati sebagai brand motor yang menjual nilai “sport” bagi produknya. Yes, sejak diluncurkannya 888 inilah strategi marketing sederhana Ducati dimulai “Win on Sunday,, Sell on Monday.” Dan itu masih tetap bertahan hingga sekarang.

baca selengkapnya

Daripada pusing ngomongin kapan KTM Duke 200 atau Bajaj Pulsar 200 NS keluar. Mendingan ngomongin motor-motor legendaris dari jaman baheula. Yah, daripada pusing kalo KTM Duke 200 launching di Indonesia tapi rejeki belum ada trus bikin mupeng :mrgreen: . Wes, dilanjut ngomongin moto-legend-nya episode 1: Honda VFR750R RC30. Apa yang membuat Honda RC30 ini menjadi legend adalah RC30 ini merupakan motor balap pertama yang dibuat sebagai motor legal alias jalan raya. Yups, Desmosedici RR pun harus sungkem dengan mbahnya legal road race bike yang satu ini.

baca selengkapnya

Carl Fogarty adalah pembalap paling sukses di ajang Superbike. Bersama tim pabrikan Ducati, Foggy dijuluki sang Raja karena ia terlalu dominan di ajang WSBK. Meskipun banyak yang mengakui talenta Fogarty, banyak juga publik dan media yang menganggap dominasi Fogarty karena dia membela Ducati. Sehingga banyak yang meragukan, bila Fogarty bisa menang tanpa Ducati. Sebagai pembalap kelas wahid, akhirnya Carl Fogarty hengkang dari tim Ducati setelah mendapatkan dua kali gelar juara dunia berturut-turut bersama Ducati 916. Dan bergabung bersama tim Castrol Honda RC45 pada tahun 1996, untuk membuktikan bahwa Foggy bisa menang tanpa Ducati. Persis seperti kasus hengkangnya Rossi dari Honda ke Yamaha :mrgreen: .

baca selengkapnya

Well, dunia balap motor memang berbeda dengan olahraga seperti sepak bola atau basket. Apa yang membedakan adalah dalam sepakbola atau basket, masing-masing anggota dalam sebuah tim memiliki tujuan yang sama, yaitu menang. Pengecualian dalam kasus Shaq-Kobe di LA Lakers. Walaupun pada akhirnya setelah Phil Jackson pensiun melatih Lakers, terungkap bahwa konflik antara Shaq vs Kobe di kubu Lakers yang kesohor itu semata hanya manajemen konflik dari sang Zen Master, Phil Jackson. Hal yang sama terjadi dalam kasus Valentino Rossi vs Jorge Lorenzo di tim FIAT Yamaha dulu. Yups, manajemen konflik tersebut meang terbukti menguntungkan bagi FIAT Yamaha. Karena dari konflik tersebut, baik Jorge maupun Rossi keduanya ingin membuktikan siapa yang terbaik diantara mereka berdua. Hasilnya, musim 2008 dan 2009 Yamaha berhasil meraih gelar juara dunia sekaligus gelar konstruktor. Kenapa bisa begitu?? Yah, karena tidak ada pembalap berbakat dengan naluri kompetisi overdosis yang rela menjadi pembalap pelapis alias rider kedua. Seperti yang terjadi antara Wayne Gardner dengan Mick Doohan. Padahal mereka berada di tim yang sama dan berasal dari negara yang sama pula, Australia 😯

baca selengkapnya

Mungkin udah banyak yang tahu, kalo varian Ducati Monster adalah penyelamat krisis finansial Ducati di medio ’90-an. Saking krusialnya peranan Monster, sampai2 banyak yang berujar, “tanpa Monster mungkin kita tidak lagi melihat Ducati.” Jujur aja setelah baca artikel ini, baru tahu betapa parahnya krisis finansial yang dialami Ducati. Walaupun pada tahun 1995, Ducati meluncurkan varian 916 karya Massimo Tamburini yang sangat sukses. Tanpa kehadiran masterpiece rancangan Miguel Galluzzi yang merancang Monster, varian 916 pun mustahil menjadi kenyataan. Seberapa parah sih, krisis yang dialami Ducati sebelum kehadiran 916? monggo disimak:

baca selengkapnya

Penggemar WSBK mana yang nggak kenal dengan Carl “Foggy” Fogarty. Pembalap kelahiran 1 July 1965 asal Blackburn, Lanchashire, Inggris ini adalah legenda-nya WSBK. Rekor 4 kali juara dunia dan 59 kali kemenangan selama berkarir di WSBK masih belum bisa dipecahkan pembalap Superbike manapun (Setidaknya sampai artikel ini dipublish). Karirnya bersama tim pabrikan Ducati dimulai pada tahun 1993, dengan motor legendaris Ducati 888 (basisnya Monster nih :mrgreen: ). Sampai pada tahun 1994, Ducati menggantikan varian 888 dengan 916. Debut Foggy bersama 916 sebenarnya cukup bagus karena ia berhasil menjadi juara race pertama dan juara kedua di race kedua seri perdana WSBK 1994. Tapi ternyata Foggy kurang sreg dengan performa 916 di awal debutnya.  Kenapa?? Monggo disimak :mrgreen:

baca selengkapnya

Well, iseng2 baca artikel safety riding dari website2 luar bikin pikiran iseng WBS keluar :mrgreen: Yups, ane jadi teringat pas bikin SIM dulu. Prosedurnya: dateng ke SAMSAT – registrasi pendaftaran – bayar uang pendaftaran – tes kesehatan – ujian tertulis – gagal ujian tertulis – pulang – dateng ke SAMSAT lagi – bayar 300 rebu :mrgreen: – ujian tertulis – ujian praktek mobil – amal “goceng” dikotak asbak mobil ujian praktek – ujian praktek motor – tabrakin semua rintangan pas ujian praktek motor – poto – bayar “goceng” lagi biar cepet jadi –  SIM jadi – pulang deh. Maaf kalo terlalu detail, abis emang itu kenyataannya sih :mrgreen: . Nah, sebelum WBS banyak bla bla bla gak karu2an. Ane mau nanya ama pengunjung yg udah tersesat di sini: udah pernah beli buku panduan mengemudi mobil/motor yg baik belum??? kalo udah silahkan acungin jempol di kolom komentar :mrgreen: . WBS mengaku sajalah belum pernah 😳 . Yang WBS pelajarin pas SD: lampu merah itu berhenti, lampu kuning itu hati2, dan lampu hijau itu boleh jalan. Setelah jadi pengendara, ilmu WBS nambah alias berkembang: dari hijau ke kuning itu buru2 biar gak kena lampu merah, dari merah ke kuning itu siap2 tancap gas (jangan ditiru yaahhh :mrgreen: ). Trus apa dong hubungannya ama judul. Monggo disimak.

baca selengkapnya