Tanpa Monster, Ducati 916 Takkan Pernah Ada

Posted: 31 January 2012 in Louder than a Bomb, Motorcycle
Tags: , , , ,

Mungkin udah banyak yang tahu, kalo varian Ducati Monster adalah penyelamat krisis finansial Ducati di medio ’90-an. Saking krusialnya peranan Monster, sampai2 banyak yang berujar, “tanpa Monster mungkin kita tidak lagi melihat Ducati.” Jujur aja setelah baca artikel ini, baru tahu betapa parahnya krisis finansial yang dialami Ducati. Walaupun pada tahun 1995, Ducati meluncurkan varian 916 karya Massimo Tamburini yang sangat sukses. Tanpa kehadiran masterpiece rancangan Miguel Galluzzi yang merancang Monster, varian 916 pun mustahil menjadi kenyataan. Seberapa parah sih, krisis yang dialami Ducati sebelum kehadiran 916? monggo disimak:

Ducati Monster diperkenalkan kepada publik pada tahun 1992 di Bologna, Italia. Motor yang dirancang dengan filosofi, “sebuah motor hanya butuh sebuah sadel, tangki bensin, mesin, dua roda, dan setang (gak jelas alesannya kenapa gak disebutin lampu😯 )” ini langsung menarik perhatian publik. Galluzzi menggunakan sasis Trellis Frame dari varian Ducati 888 dan mesin 904 cc berpendingin udara dari varian 900SS. Hasilnya, adalah Ducati Monster 900 yang menjadi pelopor street/naked motorcycle modern. Pada masanya memang hanya dikenal dengan motor berfairing dan non-fairing. Motor berfairing adalah motor yang pure sebagai sportsbike alias track-oriented, sedangkan yang non-fairing adalah murni untuk keperluan touring atau sekedar komuter alias buat wara-wiri di kota. Oleh karena itu, pada awal kehadirannya Monster termasuk spesies yang unik karena menggunakan sasis dan mesin dari motor sportsbike dengan penampilan layaknya cafe-racer.

Keunikan tersebut yang membuat respon publik terhadap Ducati Monster menjadi luar biasa. Secara penjualan memang cukup mudah, tapi ternyata permasalahan bukan di lini penjualan, tapi di lini produksi. Seperti yang dikutip dari Ray Fetty, pengelola dealer Ducati UK:

“It wasn’t a matter or selling them, it was getting the bike in the first place.” The reaction was amazing, the Monster was affordable and people snapped it up. But the factory was a nightmare. Because money was tight they didn’t pay people like Brembo, so bikes were stuck on the production line without brakes, as Brembo refused to supply calipers until they’d been paid.

“Then there was the finish. They used to paint the bikes in one factory then wheel them across to another with the paint still wet, the finish always had blemishes. It was a bloody shambles.”

“Menjual Monster bukanlah masalah, Tapi mendapatkannya itu yg jadi masalah. Reaksi publik sangat luar biasa. Tapi pabrikan benar-benar seperti mimpi buruk. Akibat keuangan yang sedang sulit, sehingga mereka tidak bisa membayar orang2 seperti, Brembo. Jadi motor terhenti dilini produksi tanpa adanya perangkat rem. Karena Brembo menolak untuk men-supply kaliper sebelum dibayar.”

“Kemudiaan masalah finishing. Mereka mengecat motor di satu pabrik kemudian memasang rodanya kemudian memindahkannya ke pabrik lain dengan kondisi cat masih basah. Oleh karena itu, finishingnya selalu cacat alias tidak sempurna. Benar-benar kacau.”

Yah, apapun keruwetan yang dialami Ducati pada saat keulitan keuangan semua terbayarkan dengan kesuksesan varian Monster. Setelah lahirnya generasi pertama  Monster 900, pada tahun-tahun berikutnya Ducati memperluas opsi dari Monster ini dengan munculnya varian 600, 400, 750, sampai yang paling hi-tech Monster S4Rs. Desain asli Galluzzi sendiri bertahan sampai pada tahun 2008 dengan dikenalkannya Monster 696. Yang berarti desain Galluzzzi tersebut bertahan selama 16 tahun. Umur desain tersebut masih lebih panjang dari karya masterpiece Massimo Tamburini yaitu 916, 996, dan 998. Dan jujur saja, generasi awal Monster masih tetap terlihat keren. Dengan adanya Monster, Ducati menjadi salah satu brand Italia yang sukses bertahan dari masalah keuangan seperti yang dialami oleh brand Italia lainnya. Bravo Ducati Fame-Monster:mrgreen: .

NB : Lampu depan Ducati Monster generasi awal sama dengan lampu motor BMW R51:mrgreen:

Comments
  1. bapakeValen says:

    wow…
    Nice info mas..
    Bisa dibilang monster itu produk legendaris ducati ya..

  2. ini baru monster jalanan . ..

  3. kapan y bisa kebeli the real monster road ? 🙄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s