What’s Wrong With James???

Posted: 2 December 2011 in Louder than a Bomb, NBA News
Tags: , , , ,

Only a blind and a fool man who doubted the greatness of LeBron “The King” James. Dengan postur tinggi badan menjulang 6’8 ft (2.03 m) dan berat 250 lbs (113.4 kg), James idealnya hanya bermain di posisi Power Forward (PF). But, no, LeBron memiliki bakat yg sangat2 luar biasa, hingga ia bisa memainkan seluruh key-position di basket. Dari Point Guard (PG) sampai ke Center (C). Hasilnya, luar biasa, First overall draft-picked 2003, Rookie Of the Year (ROY) 2004, NBA-Scoring Champ 2008, 2-MVP All Star, 2-MVP Regular Season, and 2 Trips to the NBA Finals, But once again without a title. Hakeem Olajuwon failed at 1986 but he made it in ’94&’95, Shaq failed at ’94 but he made it in ’00-’02, Dirk Nowitzki failed at ’06 and he made it at 2011 against the King. And James, still has no title😦 . Makes us as an NBA Fans wondering. Why?? What’s wrong with James? What’s missing ingredient to make him win a title? You know what.. i’ll try to find the answer.

Ketika LeBron James didraft ke NBA, ia dikenal dengan reputasinya sebagai a good kid without knowing his father. LeBron langsung menjadi idola, karena bila kita mencari figur “From Zero to Hero” James adalah pilihan yg tepat. Kala itu. Unlike Kobe Bryant or Iverson yg terkenal dgn reputasinya sbg bad boy, uncoachable, and selfish. Kita mengagumi Kobe dan Iverson hanya karena performancenya di arena. Tidak seperti LeBron yg memiliki reputasi baik di on&off the court at that time. Yep, tapi justru disinilah permasalahannya. Ketika Kobe meminta ditrade dari Lakers, kemudian menjadi MVP dan memberikan fans Lakers harapan serta juara. Seketika Kobe-Haters menjadi Kobe-Lovers. Ketika AI mulai bisa bekerjasama dengan Larry Brown dan membawa Sixers ke NBA Final 2001. Seketika fans Iverson semakin membanjir. Tapi ketika LeBron tidak juga memberikan kemajuan thd Cavaliers, meminta team-mate yg lebih hebat, dan meminta ditrade dari Cleveland. Seketika membuat para fans berpikir, a good kid became a bad boy, tukang mengeluh, dan banyak maunya. Membuat LeBron yg masih berusia muda, frustasi dan mulai mempengaruhi permainannya.

Dan Gilbert sebagai pemilik tim Cavaliers pun tidak tinggal diam. Musim 2007, ia memberikan James Delonte West dan Wally Szerbiak. Dua orang pemain yg terkenal dengan reputasinya sebagai shooter. A missing ingredient menurut para penagamat NBA kala itu. Hasilnya, LeBron berhasil melewati tembok penghalang Detroit Pistons untuk pertama kalinya di playoff. Sebuah tembok penghalang yg sama dengan Michael Jordan dalam awal karirnya. Keberhasilan James itu pula yg berhasil membawa Cavaliers ke NBA Finals untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sayangnya, Cavs kalah telak 4-0 dari Tony Parker dkk. Dari kekalahan ini, Gilbert kembali melakukan trade untuk mendapatkan Ben Wallace. A missing ingredient untuk menambah fokus LeBron dalam menyerang dan untuk mengurangi kekhawatirannya disisi defense. Tapi LeBron gagal dalam menghadapi the big three Celtics. Musim selanjutnya, Gilbert kembali melakukan perombakan dgn menambah Mo Williams dan Shaquille O’Neal. Tapi, trade tersebut gagal karena James tidak seperti Kobe dan Wade yg cocok bermain dgn Shaq. Meskipun begitu James kembali menjadi MVP, tapi ia gagal dalam menghadapi Dwight Howard dan Orlando Magic. Awal musim 2010, rumor kepindahan James santer terdengar. Melihat hal ini Gilbert kembali melakukan trade. Alih2 membeli Amare Stoudemire, setelah All Star break Dan Gilbert justru membeli Antawn Jamison. Hasilnya pun mengecewakan, James dkk gagal di babak kedua plyaoff menghadapi Boston Celtics. Kegagalan demi kegagalan rupanya sudah membuat LeBron muak dan memutuskan untuk meninggalkan Cleveland Cavaliers.

Pada tahun 2010, LeBron James membuat keputusan “the Decision” bergabung ke Miami Heat bersama 2 top draft picked seangkatannya. Dwyane Wade dan Chris Bosh. Banyak yg memprediksi, The Three Kings sanggup membawa Miami memecahkan record 72 kemenangan yg dipegang MJ-Scotttie dan Chicago Bulls. Tapi James dkk hanya bisa mendapatkan rekor 58-24 dan berada di peringkat ketiga overall diakhir regular season. Walopun begitu, James dkk berhasil melaju ke Final melawan Dallas Mavericks dan Dirk Nowitzki. Sayangnya Dirk dan Mavericks terlalu tangguh untuk James dan Big three-nya dan membuat James kembali menelan pil pahit dengan kegagalannya di NBA Final yg kedua. Dari sini, kita kembali bertanya: Apa yg kurang dari seorang LeBron James?? Memiliki team-mate superstar sudah. Bukan hanya satu, tapi dua. Memiliki pemain veteran di timnya sudah, Mike Bibby. Dan lagi2 James kembali gagal merebut cincin. Hmmm,, rasanya kita melupakan satu komposisi paling penting. Yaitu, Gordon Ramsay. Hah?? Maksudnya pelatih sekaliber Chef Ramsay.

Yep, bila gua coba ibaratkan, tim hebat itu miriplaahhh ama masakan enak. Dan biasanya bila kita nyoba masakan2 Eropa yg terkenal rumit tapi enak itu, bahan2 utama utk maincourse-nya yah cuma satu bahan yg mencolok. Kalo makan chicken steak, yah jarang ‘kan dapet bonus chicken-beef-shrimp steak. Karena rasanya bakal aneh, atau meskipun enak bisa dipastikan rasa dari ayamnya bisa berkurang, rasa beef-nya gak berasa, ato rasa udangnya yg terlalu menonjol. Tapi, dengan ramuan ala Chef Ramsay rasa Chicken-Beef-Shrimp steak tsb bisa aja enak. Sudah mulai punya gambaran?? Mari kembali ke monitor. Di tim Miami Heat yg sekarang, dimana ada pemain sekaliber LeBron James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh Ketiga pemain yg masing2 merupakan main ingredients di sebuah tim. Tentunya memerlukan pelatih yg bisa meramu racikan dan resep rahasia untuk menghasilkan Chicken-Beef-Shrimp steak yg lezat ala Chef Ramsay. Sebuah ramuan untuk menghasilkan tim yg solid. Apakah Erik Spoelstra bukan Chef Ramsay?? Melihat rekor Miami Heat yg cuma 58-24, beberapa kali terjadi tragedi “James bumped Spoelstra”, dan gagal di NBA Final rasanya kita sudah punya jawabannya. Erik mungkin pelatih hebat, tapi dia bukan Gordon Ramsay. Lalu siapa saja pelatih yg sekaliber Chef Ramsay?? Menurut pengamatan gue cuma ada 3: Pat Riley, Phil Jackson, dan Glen “Doc” River. Dua pelatih yg gue sebut duluan rasanya imposible untuk melatih James. Karena udah pensiun jd pelatih. Tapi segala kemungkinan masih ada. Doc River?? Sayangnya Doc udah dikontrak sampe 4 tahun kedepan ia masih dikontrak Boston Celtics. Apakah bila James & Miami dilatih oleh Glenn River bisa menjadi juara?? Mungkin saja. Selama karir LeBron di NBA, rasanya gua belum melihat James mendapatkan pelatih yg cocok. Dan bukan hanya tragedi “LeBron bumped Spoelstra” saja. Tapi juga pernah terjadi “James bumped Mike Brown”.

Gua memang mendedikasikan artikel ini untuk LeBron “the King” James. Meskipun gue akui gua adalah fans berat Kobe Bryant, tapi sebagai fans NBA gua hanya menyayangkan bila karir LeBron berakhir seperti John Stockton-Karl Malone, Patrick Ewing, Charles Barkley, dan Reggie Miller. Pemain2 yg memiliki karakter kuat, berbakat, leadership yg tdk perlu dipertanyakan lagi, tapi tidak meraih cincin barang satupun. Meski telah berkarir lebih dari 15 tahun di NBA. Gue akui, sangat disayangkan bila pemain sehebat LeBron James mengakhiri karir tanpa cincin. Karir James yg kini baru berusia 27 tahun memang masih panjang. Tapi, rasanya gua nggak sabar melihat James mengangkat tropi juara. Dan bila Erik Spoelstra kembali gagal membawa The Three Kings juara NBA Finals musim depan: “Erik Spoestra, i’m sorry you’re fired.”👿

Note: this is my first article about NBA after the lockout is over. Yeeaay. Hopefully i can write another NBA articles. So, stay tuned on this simple blog🙂

Thank you for your comments😉

Comments
  1. andhi_125 says:

    kadit itreng NBA…dulu banget pas ’95an ngikuti:mrgreen:
    sekarang dah gaptek soal basket😆
    nitip jemuran ajah…
    http://aslimalang.wordpress.com/2011/12/02/touring-versus-sport/

  2. bimo96 says:

    wah lebron nih.. masih muda dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s