Archive for October, 2011

Selama preseason MotoGP, Marco mengalami kecelakaan dua kali. Keduanya di Sepang dan salah satunya menyebabkan helmnya sampai retak. Finish ke 11 dalam debutnya di MotoGP, Simoncelli berhasil finish 16 kali dari 18 race yg dijalani. Hasil terbaiknya adalah finish ke 4 di GP Portugal, hanya selisih 0.06 detik dari Andrea Dovizioso yang berhasil naik podium ketiga. Hingga akhir musim, Super Sic berada di peringkat 8 overall.

Memasuki musim Sophomore-nya, Marco digadang2 akan memberikan kejutan dan meyakinkan publik bahwa dia akan menjadi “the next Rossi.” Finish kelima di GP Qatar, Simoncelli semakin memberikan warna dgn memimpin jalannya GP Jerez. Sayangnya ia terjatuh karena race dalam keadaan hujan. Marco juga mengklaim posisi start terbaiknya di posisi kedua pada GP Estoril. Lagi2 ia terjatuh di lap pertama. Di GP Le Mans Prancis, Simoncelli bersenggolan dengan Dani Pedrosa yang menyebabkan Dani terjatuh dan cedera bahu. Simoncelli sendiri terkena ride-through penalty dan berhasil finish kelima. Panitia keselamatan MotoGP pun mengadakan meeting dengan Marco sebelum Race di Catalonia. Tapi di sirkuit tersebut, Marco justru berhasil meraih pole position pertamanya di MotoGP (0.016 detik didepan Casey Stoner). Sayangnya ia hanya finish di posisi ke 7. Di musim ini, Marco Super Sic juga mendapatkan podium pertamanya yaitu di GP Ceko dan Australia, Phillip Island.

baca selengkapnya

Marco Simoncelli. Dikalangan penggemar MotoGP nama ini tentunya tidak asing. Rambutnya yang kribo dan postur badannya yang menjulang (beruang sirkus detected :mrgreen: ) ini memang termasuk pembalap yang nyentrik. Terutama stylenya dalam membalap di grand prix. Yep, Marco Simoncelli termasuk pembalap favorit WBS. Kenapa?? Jawabannya adalah size does matter. Seperti halnya Valentino Rossi, postur Marco menjulang diatas 180 cm. Tapi Marco memiliki kekurangan, bobotnya yang lebih dari 73 kg kerap kali disinyalir sebagai kelemahannya. Makanya, kemenangan yang diraih Simoncelli tentunya melalui perjuangan dan skill yg mumpuni untuk postur bongsornya.

Mengawali karir membalapnya di Italian Minimoto. Pembalap kelahiran Italia, 20 Januari 1987 (wah, tua’an 8 hari dari mpunya warung ternyata :mrgreen: ) ini berhasil meraih gelar 5 kali berturut dari 1996-2000. Marco Pindah ke kelas 125 cc setelah memenangkan gelar aforementioned dicipline dua kali berturut2. Pada tahun 2002, Simoncelli menjuarai kejuaraan Eropa 125 cc dan ikut serta di GP 125 cc di tahun yang sama. Pada tahun 2003, Marco mengikuti seluruh seri kelas GP 125 cc bersama Matteoni Racing Team menunggangi Aprillia RS 125. Tahun selanjutnya dikelas yang sama, Marco bergabung bersama Rauch Bravo Team menunggangi dan memenangi seri pertamanya di Jerez. Hasil terbaiknya di kelas 125 cc adalah peringkat ke 5 overall bersama tim Nocable it Race.

baca selengkapnya

Jujur aja kalo masih keingetan insiden antara Marco Simoncelli-Colin Edwards-Valentino Rossi di GP Sepang tadi,, ane masih bergidik bro. Serius, benturan antara ketiga pembalap tersebut tadi memang tidak bisa dihindarkan. Simoncelli yang sepertinya kehilangan grip di bagian front-end sehingga menghilangkan traksi dan akhirnya ndlosorr, mungkin biasa saja cara jatuhnya. Yang gak biasa ada pembalap dibelakangnya, Colin Edwards-Valentino Rossi dan hal ini gak bisa dihindari. Kejadiannya persis dengan tragedi Shoya Tomizawa di Moto2. Akhir cerita yang sama pula, Ya menurut situs gilamotor.com Marco Simoncelli dipastikan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit 😦 .

Memang dari tayangan video di youtube terlihat sejak awal ndlosor, Simoncelli gak sengaja ketabrak dibagian kepala. Sehingga helm yg dipakainya langsung copot dari kepalanya. Praktis pelindung vitalnya langsung hilang. Dan parahnya lagi, helm tersebut hancur kebelah dua. Sebuah indikasi jelas. betapa parahnya kecelakaan tersebut. Colin Edwards sendiri hanya cedera gegar otak ringan.

baca selenkapnya

Yep, sebelumnya Michael Neeves seorang senior test rider MCN.com pernah melakukan event duel antara mobil vs motor. Betul bro, waktu itu Michael Neeves menggunakan Ducati Desmosedici untuk mengalahkan mobil Ferrari F430 . Well, menurut juraganbakso sih duel tersebut kurang imbang. Harusnya lawan Desmosedici adalah Ferrari Enzo yang bener2 mobil balap legal alias sama halnya dengan Ducati Desmosedici yg lazimnya merupakan motor balap legal, cuman ditambahin lampu dan plat nomer doang.

Nah, kali ini motorcyclenews.com melakukan duel serupa. Dari pihak roda dua diwakili oleh Aprillia RSV4, sedangkan dari pihak roda empat diwakili Nissan GT-R. Nissan GT-R sendiri bukan mobil sembarangan, mobil ini memegang rekor mobil massal standard produksi tercepat di sirkuit Nurburgring. Di Top Gear test track sendiri Nissan GT-R gak kalah performanya dengan Mclaren SLR, Porsche Carrera GT, dan Ferrari Enzo yang harganya lebih dari 3 kali lipat Nissan GT-R. Aprillia RSV-4, yah motor ini sudah meraih juara dunia di arena Superbike bersama Massimiliano “Mad Max” Biaggi. Pokoknya untuk ukuran roda dua dan empat, Aprillia RSV4 dan Nissan GT-R termasuk yang paling canggih, dari segi performa, styling, maupun elektronik. Keduanya kalo Jeremy Clarkson (presenter Top Gear, red) bilang adalah “laptop” beroda saking canggihnya.

baca selengkapnya

Yep, berita mengenai Kawasaki ER-6n yang sempat hangat dibicarakan di dunia otomotif kemaren2 itu ternyata benar-benar banyak yang di-update dari predecessor-nya. Sehingga boleh dibilang inilah Kawasaki All-New ER-6n (ER-6f untuk tipe yang berfairing). Memang secara kasatmata, perubahan yang terjadi hanya sedikit di sektor desain bodi. ER-6n sendiri memang menjadi the best middle-weight twins versi motorcyclenews.com.

Dan menurut motorcyclenews.com yang sudah melakukan test ride, sangat jelas bahwa Kawasaki ER-6n ini memang terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Baik itu dari segi, fun to ride, styling, dan  kualitas.

baca selengkapnya

Menurut situs asphaltandrubber.com, FIM, DORNA, dan IRTA resmi mengumumkan tim-tim yang akan terjun di kelas Moto2 dan Moto3 tahun depan (2012, red :mrgreen: ). Sayangnya jumlah pmbalap dan tim yang terjun di Moto2 jauh berkurang dari tahun 2011 ini. Tahun depan, Moto2 akan diikuti oleh 20 tim dengan 32 pembalap yang ikut serta.  Termasuk kemungkinan Marc Marquez yang memutuskan untuk tidak naik kelas ke MotoGP musim depan 😦 .

Sedangkan di kelas pengganti GP 125 cc 2-stroke, yaitu Moto3 juga akan diikuti oleh 20 tim dan 32 pembalap. Termasuk tim Bankia Aspar dan Gresini Racing yang turun di tiga kelas, yaitu Moto3, Moto2, dan MotoGP. Well, cekidot tim-tim yang turun dikelas Moto3 ini:

baca selengkapnya

(baca part I)

Menjadi juara NBA Finals memang tidak mudah. Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, dibutuhkan komposisi pemain dan pelatih yang solid. Selain itu, bicara soal playoff, ada ungkapan “it’s about playoff, it’s not just about X’s and O’s, it’s about who wants it more.”

Memasuki babak playoff 2011, Nowitzki dkk diragukan akan mengalami sukses. Melawan Portland, Nowitzki diprediksikan akan gagal menjaga LaMarcus Aldridge. Tapi keraguan itu ternyata salah, Nowitzki-Kidd mengandaskan perlawanan Portland dalam 6 game. Melawan Lakers di semifinal, siapa yang akan menyangka Jason Kidd bisa mematikan perlawanan Kobe dan Nowitzki bisa melunturkan Pau Gasol. Di final wilayah, Kidd kembali berhasil mematikan point guard muda berbakat dan memiliki speed yang baik. Ingat Kidd sudah memasuki usia 38 tahun :mrgreen: . sedangkan Nowitzki bermain gemilang di dua game awal dengan mencetak 48 dan 40 angka.

baca selengkapnya