What if Kobe Takes 20 or More Shots In a Game??

Posted: 27 October 2011 in Louder than a Bomb
Tags: , , , ,

Kobe Bryant. Yep, dia memang sering menuai kontroversi. Salah satunya adalah reputasinya sebagai seorang scorer. Banyak pengamat NBA yg menyatakan, “Lakers akan lebih sering menang bila Kobe hanya menembak tidak lebih dari 20.” Salah?? Tidak juga. Benar?? Mungkin saja. Blackmamba memang tidak jarang menembak lebih dari 20 kali di sebuah game. Bahkan tidak jarang 40++ tembakan pun ia lakukan.

Kalo anda lupa, melawan Toronto Raptors Kobe mencetak 81 angka dengan mengambil 48 tembakan. Di Seattle Supersonics melawan Kevin Durant, Kobe mencetak hanya 48 angka dari 48 tembakan. Melawan Houston Rockets, Kobe mencetak 53 angka dari 43 tembakan. Di dua pertandingan akhir yang saya sebut, artinya Kobe hanya mendapatkan sedikit jumlah free-throw yang berarti Kobe tidak bermain efisien. One shot for one point. Tapi ingat, kala itu Lakers menang.

Tapi juga jangan lupa, ketika pertandingan Lakers melawan Washington Wizards. Kobe mencetak 30 angka dari 15 tembakan. Atau dimusim 2011, melawan Celtics yg hebat dalam urusan defense Kobe mencetak 24 angka dari 16 tembakan. Which means, tidak sepenuhnya benar Lakers lebih sering kalah bila Kobe mengambil tembakan lebih dari 20. Lalu mengapa Kobe sering mengambil tembakan lebih dari 20?? Reputasinya sebagai skorer?? tentu saja. Bagaimana dengan statement Lakers lebih sering kalah bila Kobe menembak tidak lebih dari 20?? Itulah yang akan juraganbakso bahas.

Reputasi Kobe sebagai scorer bagi sebagian kalangan penggemar NBA, terkadang membuat seorang fans NBA menjadi Kobe-Haters. Tapi kita terkadang lupa, bahwa di NBA regular season sebuah tim harus melakukan 82 game. Kita seringkali terlupa, Kobe adalah seorang leader/captain di LA Lakers. Selain itu, kita juga lupa semakin ketatnya defense di era millennium ini. Yep, selama regular season seringkali beberapa anggota tim terkena cedera. Menjalani 82 pertandingan, terkadang harus back-to-back alias dua pertandingan dalam dua hari. Terkadang dari back-to-back tersebut, sebuah tim harus menjalani perjalanan ratusan kilometer (dari wilayah barat ke timur atau sebaliknya). Tentunya membuat beberapa pemain dalam tim jenuh. Seprofesional2nya pemain NBA, mereka tetaplah manusia. Apalagi bila mereka mengawali musim sebagai juara bertahan. Pastinya mood pemain semakin berpengaruh.

Buktinya?? Kobe pernah melawan Phoenix Suns dan mencetak 49 angka dari 38 tembakan. Saat itu, Lakers tetap kalah. Ok, jangan menjudge dulu kekalahan Lakers karena Kobe. Karena saat itu, Trevor Ariza hanya memasukkan 2 dari 7 tembakannya, Lamar Odom hanya 1-7 FGA. Pau Gasol hanya 2-10 FGA. Derek Fisher 2-5 FGA. Yang artinya Lakers bermain buruk menghadapi Suns yang terkenal sebagai reputasi defense-nya yg terburuk di NBA.

Sebagai juara bertahan, Lakers memang tidak hanya harus mengalahkan tim2 hebat seperti Celtics, Spurs, Mavericks, maupun Miami Heat. Mereka juga harus melawan diri sendiri dari faktor cedera dan mood yg dinamis. Sebagai seorang captain/go-to-guy, Kobe harus menjalankan perannya sebagai scorer. Meskipun pada akhirnya Lakers kalah, adalah hal yg natural bila Kobe yg disalahkan.

Lalu bagaimana dengan assists kobe yg hanya 4.7 APG dalam karirnya. Well, bila kita membandingkan dengan Steve Nash yg mencapai 8.7 APG karir. Kobe mungkin terlihat sebagai pemain maruk. Tapi yg harus kita lihat, Kobe dibawah kepelatihan Phil Jackson bermain dalam sistem triangle-offense. Sebuah sistem offense yg dinamis, yang tidak hanya bermain dalam sistem pick-and-roll seperti yg sering dijalankan oleh Nash-Amare. Triangle offense lebih mengutamakan tiga post-players dan dua pemain bebas. Oleh karena itu, sebagai playmaker dan post-player di triangle-offense Kobe bermain untuk menciptakan distribusi bola sehingga terjadinya “extra pass” yang berbuah angka dari pemain2 yg bebas.

Ok, anda boleh saja menjudge saya sbg penggemar fanatik Kobe. But hey, saya juga penggemar dari Paul Pierce, Ray Allen, Tracy Mcgrady, dan Steve Nash. Ini adalah pendapat minim saya. Gimana menurut mas bro sekalian. Monggo komentarnya

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s