Sedikit Profil Tentang Marco “Super Sic” Simoncelli (Part I)

Posted: 26 October 2011 in 20-seconds time out, MotoGP
Tags: , , , ,

Marco Simoncelli. Dikalangan penggemar MotoGP nama ini tentunya tidak asing. Rambutnya yang kribo dan postur badannya yang menjulang (beruang sirkus detected:mrgreen: ) ini memang termasuk pembalap yang nyentrik. Terutama stylenya dalam membalap di grand prix. Yep, Marco Simoncelli termasuk pembalap favorit WBS. Kenapa?? Jawabannya adalah size does matter. Seperti halnya Valentino Rossi, postur Marco menjulang diatas 180 cm. Tapi Marco memiliki kekurangan, bobotnya yang lebih dari 73 kg kerap kali disinyalir sebagai kelemahannya. Makanya, kemenangan yang diraih Simoncelli tentunya melalui perjuangan dan skill yg mumpuni untuk postur bongsornya.

Mengawali karir membalapnya di Italian Minimoto. Pembalap kelahiran Italia, 20 Januari 1987 (wah, tua’an 8 hari dari mpunya warung ternyata:mrgreen: ) ini berhasil meraih gelar 5 kali berturut dari 1996-2000. Marco Pindah ke kelas 125 cc setelah memenangkan gelar aforementioned dicipline dua kali berturut2. Pada tahun 2002, Simoncelli menjuarai kejuaraan Eropa 125 cc dan ikut serta di GP 125 cc di tahun yang sama. Pada tahun 2003, Marco mengikuti seluruh seri kelas GP 125 cc bersama Matteoni Racing Team menunggangi Aprillia RS 125. Tahun selanjutnya dikelas yang sama, Marco bergabung bersama Rauch Bravo Team menunggangi dan memenangi seri pertamanya di Jerez. Hasil terbaiknya di kelas 125 cc adalah peringkat ke 5 overall bersama tim Nocable it Race.

Mengawali karir dikelas GP 250 cc pada tahun 2006, Marco Simoncelli cukup sukses di tahun rookie-nya dengan hasil akhir peringkat ke 10 overall bersama Gilera. Hasil terbaiknya adalah peringkat ke-6 di GP Shanghai, China. Sayangnya gelar rookie of the year jatuh ke tangan Shuhei Aoyama. Musim selanjutnya dikelas dan tim yang sama, Simoncelli memberi hasil yg sama pula yaitu peringkat 10 overall tanpa podium sekalipun. Pada tanggal 1 Juni 2008 di sirkuit Mugello, Italia. Simoncelli akhirnya berhasil memecahkan telur dengan memenangi juara seri pertamanya dikelas 250 cc. Tapi kemenangan ini menuai kontroversi, karena disinyalir Marco melakukan manuver berbahaya terhadap Hector Barberra. Simoncelli bebas dari sangsi, tetapi dewan keselamatan MotoGP memberi peringatan terhadap style balap Marco yg berbahaya di track.

Kemenangan Simoncelli di kelas 250 cc berlanjut di sirkuit Catalan, Italia setelah Marco menyalip Alvarro Bautista yg menikung terlalu lebar di 5 tikungan lap akhir. Di Sachsenring, Marco meraih kemenangan ketiganya. GP Sepang, Malaysia menjadi saksi Marco Simoncelli dalam meraih gelar 250 cc di musim 2008. Total Marco Simoncelli memenangi 6 juara seri musim itu. Musim selanjutnya Marco berhasil meraih 6 kemenangan di kelas 250 cc. Sayangnya ia juga sering tidak finish, sehingga ia hanya berada di peringkat ketiga overall. Tahun 2009, Marco juga mengikuti seri Imola WSBK bersama Aprillia. Marco memang terjatuh di race pertama, tapi di race kedua ia berhasil meraih podium ketiga setelah bertarung dengan Max Biaggi. Akhir musim 2009, Marco menandatangani kontrak dengan San Carlo Gresini Honda untuk naik kelas MotoGP musim 2010.

jangan lupa klik sedikit profil tentang marco simoncelli part II:mrgreen:

semoga berguna

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s