Dirk Nowitzki-Jason Kidd: Kandidat Hall of Fame Bercincin (part II)

Posted: 19 October 2011 in Louder than a Bomb
Tags: , , , , ,

(baca part I)

Menjadi juara NBA Finals memang tidak mudah. Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, dibutuhkan komposisi pemain dan pelatih yang solid. Selain itu, bicara soal playoff, ada ungkapan “it’s about playoff, it’s not just about X’s and O’s, it’s about who wants it more.”

Memasuki babak playoff 2011, Nowitzki dkk diragukan akan mengalami sukses. Melawan Portland, Nowitzki diprediksikan akan gagal menjaga LaMarcus Aldridge. Tapi keraguan itu ternyata salah, Nowitzki-Kidd mengandaskan perlawanan Portland dalam 6 game. Melawan Lakers di semifinal, siapa yang akan menyangka Jason Kidd bisa mematikan perlawanan Kobe dan Nowitzki bisa melunturkan Pau Gasol. Di final wilayah, Kidd kembali berhasil mematikan point guard muda berbakat dan memiliki speed yang baik. Ingat Kidd sudah memasuki usia 38 tahun:mrgreen: . sedangkan Nowitzki bermain gemilang di dua game awal dengan mencetak 48 dan 40 angka.

Di laga babak NBA Finals, Dallas Mavericks kembali bertemu dengan Dwyane Wade dan Miami Heat. Dan kali ini Miami Heat diperkuat oleh LeBron “King James” James dan Chris Bosh. Kembali Nowitzki dan Kidd mematahkan keraguan para pengamat dan merebut gelar juara NBA pertamanya. Yang paling luar biasa adalah di game ke-4 NBA Finals, Nowitzki yg sedang terkena flu berhasil mengangkat Mavericks untuk meraih kemenangan di kandang Heat. Mengingatkan kita pada “famous flu game” dari Michael Jordan di game ke-5 NBA Finals 1997.

Tidak diragukan lagi, Nowitzki yang termasuk dalam kategori pemain yang mencapai milestone 20.000 angka (pemain ke-34), pemain Eropa pertama yang mendapat gelar MVP regular season dan NBA Finals, juara three-points contest di NBA All Star, terpilih di NBA Allstar 10 kali (sampai artikel ini diposting), pemain kedua setelah Robert Horry yang mencetak 100 three-pointer dan 150 blok dalam satu musim regular,pemain kedua yg mencetak  30 PPG dan 15 RPG di babak playoff setelah Hakeem Olajuwon, dan masih banyak lagi pencapaian yang membuatnya pantas untuk menjadi NBA Hall of Fame.

Sedangkan Jason Kidd. Well kita harus memberikan respek terhadap Captain Kidd. Kidd berhasil membawa New Jersey Nets yang punya reputasi tidak pernah masuk playoff sejak 1992, berhasil melaju ke babak NBA Finals di tahun 2002 dan 2003 (dua musim pertamanya di New Jersey Nets). Torehan milestonenya bikin geleng2 kepala, Kidd berada diperingkat kedua dalam peraihan jumlah assists di NBA All time dibawah John Stockton, 100 triple double, medali emas di olympic games, pemain keempat yang memperoleh 10,000 assists, dan menjadi satu2nya pemain yang mencetak 16,700 point 11,500 assists dan 8,200 rebound.

Melihat pencapaian milestone kedua pemain tersebut. Akan aneh bila Dirk “Big D” Nowitzki dan Jason “Captain kidd” Kidd tidak masuk ke kandidat NBA Hall of Fame. Gimana menurut mas bro sekalian.

Monggo komentarnya🙂

Comments
  1. […] Dirk Nowitzki-Jason Kidd: Kandidat Hall of Fame Bercincin (part II) […]

  2. Abed Saragih says:

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya..

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s