Casey Stoner: The Unquestionable Heroes (Part II)

Posted: 17 October 2011 in Louder than a Bomb, MotoGP
Tags: , , , , , ,

(laman sebelumnya)

MotoGP musim 2011, Stoner bergabung dengan tim Repsol Honda bersama Dani pedrosa dan Andrea Dovizioso. Sedangkan Rossi menandatangani kontrak bersama tim Ducati Corse. Perpindahan kedua pembalap tersebut seolah membuka mata para penggemar MotoGP. Kita seolah baru “ngeh” betapa menjadi juara seri MotoGP diatas liarnya Ducati Desmosedici ternyata bukan perkara mudah, bahkan oleh seorang maestro Valentino Rossi. Bicara soal “Desmosedici” maka akan terbersit tentang “power”. Bicara soal “power” di MotoGP maka “Power is nothing without control.” Dan penjinak “power” paling ulung saat ini adalah Casey Stoner. Bukan Valentino Rossi, karena kita tahu Rossi lebih memilih 4 katup per silinder di YZR-M1 nya ketimbang 5 katup/silinder ketika ia baru bergabung di Yamaha. Alasannya karena 4 katup lebih smooth power deliverynya ketimbang 5 katup. Meskipun 4 katup memiliki power yg lebih kecil daripada 5 katup.

Hari ini di sirkuit kampung halamannya, Phillip Island, Australia. Di hari ulang tahunnya yg ke-26 setelah menempuh 27 lap, Casey Stoner memenangkan balap tersebut dan mentasbihkan dirinya sebagai juara dunia MotoGP 2011 (sampai artikel ini diposting, ini adalah gelar kedua bagi Stoner). Mengandaskan pesaing terdekatnya Jorge Lorenzo yg gagal start karena insiden di sesi latihan pagi yg menyebabkan cedera di jarinya. Yes, performa Honda RC211V musim ini memang sangat dahsyat. Tapi setidaknya ada tiga pembalap lain yg juga menggunakan opsi “spesial pabrikan” bukan “KW2”, seperti Dani Pedrosa, Andrea Dovizioso, dan Marco Simoncelli. Tapi hanya Stoner yg mendominasi musim ini bersama RC211V.

Well, kita tidak bisa lagi meragukan kehebatan dan mental seorang Casey Stoner. Di atas Desmosedici yg liar yg seorang Rossi pun belum bisa memberikan nikmatnya juara seri kepada Ducati. Stoner membuktikan ia bisa menjadi kampiun. Di atas motor terbaik, tidak diragukan lagi ia memang pantas juara. Casey Stoner kalah dalam pertarungan antara Rossi dan Lorenzo?? Hmm, diatas tunggangan terbaik ia tak perlu bertarung, karena ia berada di dunia lain yg sulit dijangkau oleh Lorenzo sekalipun. Satu hal yg dimiliki oleh Casey Stoner tapi tidak dimiliki oleh Vale “The Doctor” Rossi. Yaitu usia muda, melihat usianya yang baru menginjak 26 tahun alias masih dibawah “golden age” dari seorang atlit/pembalap, bukan tidak mungkin Stoner akan menyamai prestasi Michael “Crocodile Aussie” Doohan.

Congratulations Casey Stoner. MotoGP World Championship 2011. You are the unquestionable heroes. Just make the next season more interesting races. Then we all loves you.. even more.

( Endthek broo:mrgreen: )

Comments
  1. hujanmas says:

    sayangnya di indonesia tidak ada yg pantas dijagokan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s