Casey Stoner: The Unquestionable Heroes (Part I)

Posted: 17 October 2011 in Louder than a Bomb, MotoGP
Tags: , , , ,

Casey Stoner. Di musim MotoGP 2011 yg cukup membosankan ini, ada satu nama yg tidak pernah absen di podium. Yep, dialah si “Kurri Kurri Boy” Casey Stoner. Mengawali karir profesionalnya bersama Lucio Cecchinello di kelas 125 cc dan 250 cc. Stoner memang memiliki masa depan yg cukup menjanjikan. Walopun tidak sespektakuler Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa yg pernah mengecap gelar juara dunia di kelas 125 cc dan 250 cc tersebut. Tapi lain cerita dengan debutnya di kelas para raja MotoGP. Stoner justru benar2 memiliki masa depan yg cerah di usia mudanya yg sudah menjejak MotoGP. Tidak perlu waktu lama, dimusim rookienya bersama LCR Honda RC212V Stoner langsung merasakan nikmatnya podium kedua di GP Turki. Suatu hal yg tidak dimiliki oleh Simoncelli saat ini.

Musim Sophomore-nya bersama tim Ducati berjalan sangat cemerlang. Debut MotoGP era 800 cc tahun 2007, Stoner langsung mendominasi kelas para raja tersebut dengan memenangi 3 dari 4 balapan seri awal MotoGP. Sebuah prestasi yg sama dengan Valentino Rossi ketika ia pindah ke tim Yamaha pada tahun 2004. Selanjutnya Stoner menjadi kampiun MotoGP 2007 dengan meraih 10 kemenangan dari 6 pole, plus hasil terburuknya adalah finish ke-6. Banyak pengamat yg bilang, Stoner menjadi juara karena performa dahsyat Ducati Desmosedici dan ban Bridgestone serta buruknya performa Yamaha YZR-M1 Rossi. Sebuah kritikan yg benar sekaligus tidak sepenuhnya benar. Karena semakin kesini, kita juga paham bahwa Desmosedici bukanlah motor dengan performa terbaik sebaik Yamaha YZR-M1 2008-2010 atau dahsyatnya Honda RC212V saat ini.

Saya teringat dgn kata-kata Juan Manuel Fangio. Dia adalah seorang legenda F1 di era 1950-an, pemegang rekor 5 kali gelar juara dunia F1 sebelum dipecahkan oleh Michael Schumacher 46 tahun kemudian. Di dalam suatu majalah yg saya sudah lupa Juan pernah berujar, “dalam suatu balap saya mengandalkan 95 % kemampuan mobil dan 5 % skill membalap saya.” Yang artinya, seorang juara dunia tidak terlepas dari tunggangan yg ia gunakan. Dari sini kita akan menaruh respek kepada Casey Stoner dan Valentino Rossi. Sejak Ducati terjun di kelas MotoGP, praktis hanya Stoner yg benar2 mampu menaklukkan liarnya Desmosedici dan menjadi kampiun ditahun 2007. Respek yang sama terhadap Valentino Rossi bersama Yamaha. Karena sebelum kedatangan Rossi, Yamaha puasa gelar sejak ditinggal oleh Wayne Rainey ditahun 1992.

Sayangnya respek terhadap Casey Stoner memudar seiring kebangkitan Valentino Rossi dengan YZR-M1nya dimusim 2008. Yamaha yg pada saat itu memiliki keunggulan di urusan handling tapi kalah power dari Desmosedici, membuat para penggemar MotoGP lebih menjagokan Rossi sebagai kandidat kuat kampiun MotoGP musim 2008. Apalagi banyak aksi overtaking Rossi ditikungan yg semakin membuat pendukungnya semakin setia, seperti aksi nekat famous overtaking di Laguna Seca.  Pertarungan Stoner vs Rossi diajang balap pun semakn membuat publik beropini, “Stoner adalah pembalap hebat asalkan tidak ada Rossi yg bertarung dengannya.” Stoner semakin dianggap remeh ketika ia diindikasi penyakit misterius di musim 2009 dan beberapa kesalahan yg tidak perlu di musim 2010. Saat itu, penggemar MotoGP menganggap Stoner pembalap hebat bermental cengeng.

(bersambung ke Casey Stoner: The Unquestionable Heroes part II)

Comments
  1. B M W ♣ says:

    Ups salah paste.

    Selamat aja dch buat stoner

  2. […] Alasan Utama Kita Masih Mengagumi Valentino RossiLawan Honda CBR 250R bukan Cuma Kawasaki Ninja 250RCasey Stoner: The Unquestionable Heroes (Part I)Full Throttle Film Kejayaan 2-Stroker's dan MacauSekedar Coretan: Apalah Arti Sebuah Nama??Leasing […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s