Tony Allen: One of The Best Kobe Stopper

Posted: 9 October 2011 in Louder than a Bomb
Tags: , , , , ,

Biasanya tim2 lawan dari LA Lakers akan memasang pemain yang lebih tinggi/ besar untuk mengawal pergerakan Kobe di area defense. Tapi tidak dengan Boston Celtics pada era 2005-2010. Doc River mempercayakan penjagaan Kobe kepada Tony Allen yang tinggi badannya “Cuma” 6 ft. 4 inch alias 1.93 m 213 lb (93 kg). Kobe sendiri memiliki postur 6’6 alias 1.98 m dan 220 lb (99 kg).

Julukan “the Kobe Stopper” pertama kali disematkan kepada Ruben Patterson, tepatnya pada babak playoff NBA musim 2001. Pada saat itu, ia memang gagal menghentikan Kobe, tapi pada musim2 selanjutnya julukan “the Kobe Stopper” terlanjur menjadi sebuah “nickname” pemain yg bertugas menjegal kehebatan talenta seorang Kobe di area offense. Sebut saja Raja Bell, Shane Battier, Bruce Bowen, Gerald Wallace, Lebron James, dan Dwyane Wade. Tetapi yang paling spesial adalah Tony Allen. Karena diantara “the Kobe Stopper” lainnya, Tony Allen-lah yang berpostur lebih pendek dari Kobe Bryant.

Kehebatan Tony Allen adalah ia mampu membuat Kobe harus bekerja keras untuk mencetak angka. Dihadapannya, Kobe terpaksa menembak dengan persentase Field Goal yg sangat buruk yaitu sekitar 40%. Jauh dibawah FG percentage karir Kobe yg mencapai 46%. Yep, Tony bahkan membuat Kobe harus melakukan satu tembakan untuk satu poin. Hebat??? Sangadh broooo. Karena itu berarti, Tony berhasil menjaga Kobe dengan baik tanpa banyak melakukan foul yg dapat mengantarkan Kobe ke garis free throw yg menjadi salah satu keahlian Kobe. Which means clean defense. Tony pun tidak segan2 melakukan steal dan blok dihadapan Kobe. Mental, kedisplinan dan talentanya-lah yg membuat Tony menjadi spesialis defender skorer lawan. Talenta Tony sebagai defender memang sudah terlihat sejak bermain di liga NCAA. Singkatnya, No easy points for Kobe while Tony guards him.

Well, sebagai fans berat Kobe Bryant saya sangat berterimakasih dengan penampilan hebat dari Tony Allen. Karena Tony Allen-lah Kobe bermain dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya. Sehingga menghasilkan FG berupa tough-shot, entah itu tembakan jumper, fade-away, maupun lay-up yg menghasilkan three-point-play. Semuanya indah dilihat. Dan karena Tony Allen-lah Kobe bermain lebih lama. Yang artinya, Kobe lebih sering dilapangan daripada duduk dibangku cadangan.

Thank you Tony, for guarding kobe.

Semoga berguna🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s