See You Next Season LA Lakers,, Rest In Phil Jackson (R.I.P.) or Rest In Pau 

Posted: 10 May 2011 in Louder than a Bomb, NBA Games Report
Tags: , , , , , , , , , , ,

Ketika saya menonton game 3 hari Sabtu lalu di Vision1, saya berpikir bahwa Lakers mungkin saja berpeluang memenangkan pertandingan dan membuat comeback layaknya Houston Rockets tahun 1994. Di awal pertandingan, saya melihat beberapa perbedaan di kubu Lakers. Andrew Bynum dan Lamar Odom yang agresif dalam mencetak angka dan mendapatkan rebound. Shannon Brown dan Steve Blake yang mendapatkan kepercayaan lebih. The smiling face dari Kobe Bryant yang menyemangati teman2nya agar lebih agresif. Antusiasme dari Phil Jackson untuk memenangkan pertandingan, sehingga terlihat sekali ketika Phil memanggil time out untuk menyemangati Pau Gasol yang bermain lembek. Yap, Pau Gasol tetaplah menjadi “beautiful white swan,” dan mencetak angka jauh dari rata2nya di regular season 2010/2011. Hingga terjadilah insiden “slap chest” dari Phil Jackson. Kita semua yang menonton jalannya pertandingan, tentunya setuju kekalahan Lakers tidak lain dari performa buruknya permainan Pau Gasol yang tidak disiplin dalam menjaga Dirk Nowitzki. Plus, ketidakhadiran Ron Artest di game 3 menjadikan perimeter defense dari Lakers sangat terbuka. Yah, walopun kehadirannya di game ke 4 tidak memberikan pengaruh terhadap perimeter defense dari Lakers, sehingga menyebabkan Dallas Mavericks menceploskan 20 dari 32 tembakan 3 angkanya (NBA record for post season games, NBA record for Jason Terry dengan 9 tembakan tiga angkanya).

Mungkin inilah akhir dari musim Los Angeles Lakers yang sekarang. Tiga musim beruntun menuju NBA Finals bukanlah pekerjaan mudah. Begitu banyak cedera, kurang motivasi dan fokus, permasalahan di ruang ganti, dan beratnya tekanan sebagai juara bertahan tentunya sangat sulit bagi pemain-pemain Lakers. Kobe yang cedera engkel, Andrew Bynum cedera lutut, Derek Fisher yang sudah berumur 37 tahun, dan Pau Gasol yang diharapkan menjadi tulang punggung Lakers tidak bisa mengangkat performa Lakers dengan keunggulan post player dan triangle offense-nya. Dan akhir karir yang pahit bagi Phil Jackson sebagai pelatih tersukses sepanjang masa di NBA saat ini. Akhir yang mengecewakan dengan blow out game 122-86 kekalahan untuk tim yang dilatihnya, Los Angeles Lakers. Manajemen Lakers membutuhkan penyegaran di timnya. Line up mereka benar-benar butuh untuk diupgrade, manajemen mereka harus memastikan pemainnya kali ini mendapatkan istirahat dan pemulihan cedera untuk musim depan. Kita semua percaya, bahwa Kobe-Gasol-Bynum-Odom-Artest termasuk line up yang disegani. Hanya saja mereka haruslah fit untuk musim depan.

Sedangkan bagi Dallas Mavericks, ini adalah kemenangan yang sangat pantas. Mereka membuktikan bahwa semua prediksi dan anggapan bahwa mereka adalah tim dengan mental yang lemah adalah salah. Mereka bermain benar-benar total team, unselfish, kepercayaan alias minus lack of trust seperti yang terjadi di kubu Lakers (trusting their teammates), pemain cadangan yang step up disaat genting, dan mereka bermain dengan bersih alias tanpa perlu melakukan pelanggaran-pelanggaran keras dan trash talk. Singkatnya mereka mengalahkan Lakers dengan kelas dan attitude juara. No bullshit, No Hustle. Dan mereka melakukannya tanpa home court advantage. Luar biasa.

Seri semifinal wilayah barat antara Los Angeles Lakers versus Dallas Mavericks memang menjadi pertandingan personal dari kedua kubu tim. kita tahu, Jason Kidd dan Peja Stojakovic berkali-kali dikalahkan oleh Kobe dan Lakers di babak playoff era millennium alias eranya Shaq-Kobe. Dan kita semua tahu, Dirk Nowitzki dan Dallas Mavericks berkali-kali depermalukan oleh Kobe Bryant seorang diri di beberapa game regular season. Kalo ada yang lupa dengan performa Kobe mencetak 62 angka sendirian di 3 kuarter awal, sedangkan Dallas hanya mencetak 61 angka hingga kuarter tiga, well sebaiknya dicamkan. Kini Dallas Mavericks menjadi salah satu tim terpanas di babak playoff 2011. Saya ucapkan selamat bagi fans Dallas Mavericks. Melihat permainan mereka mengalahkan Lakers di semifinal ini. saya berani mengatakan, mereka pantas juara. See u Kobe and Lakers. Get some rest now. Get ready for the next season.
Monggo komentarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s