Archive for April, 2011

Nah, kali ini saya mau menberikan review pemasangan stang byson dan futstep NUI di Yamaha Vixion saya. Seperti yang sudah saya bilang pada artikel sebelumnya, saya memang terpaksa mengganti stang dan futstep yang bengkok akibat musibah yang saya alami. Sebenernya sih stang ama futstepnya nggak bengkok-bengkok amat, cuman namanya setang yah pasti lama2 berpengaruh juga ama kenyamanan. Tapi kalo futstep mah sebenernya buat alesan doang ganti karena jatoh,, xixi :mrgreen:,, sorry ya honey makan di gubuk pizza-nya laen kali saza :-D.

Sebelumnya ane mau nge-share bahwa Yamaha V-ixion adalah motor yang paling nyaman yang pernah ane coba (entahlah mungkin efek baru punya motor kali yee:-D). Saya pernah riding 200 km non-stop tapi gak berasa pegel tuh,  yang ada masuk angin gara2 dijalan banyak angin :mrgreen: . Tapi riding position dengan stang n futstep sutandard lama-lama berasa aneh juga. Soalnya dengan postur ane yang 175 cm plus panjang tangan ane yang kalo direntangin ke atas sama dengan orang yang tingginya 177 cm (iyeh bener gua panjang tangan dalam artian sebenarnya 😀 ), kalo lagi riding ane suka grasa-grusu nyari posisi wuenak disingkat “PW”. Mau bongkok stangnya kurang lebar aro rada tinggi, mau tegak eh merosot mulu joknya licin :lol:. Nah, kalo soal futstep juga berasa gak enaknya kalo lagi macet ato ngeluarin motor dari rumah suka nyangkut di betis. Problem tersebut sih sama dengan semua futstep standar motor yang pernah ane coba. Singkatnya, selalu saja ada alesan untuk beli aksesoris motor :mrgreen: .

baca selengkapnya

Rasanya baru kemaren ngarep-ngarep bisa dapet seratus hits :mrgreen: ,eh dalam dua minggu-an alhamdulillah muncul juga seribu hits. Yah, walopun judul warungnya NBA Mania’s Blog. Ternyata artikel yang lebih laku kebanyakan tentang motorcycle.. xixixi :mrgreen: . yah, di Indonesia NBA mungkin memang belum terlalu santer seperti sepakbola ato moto GP. Tapi ane tetap yakin, just keep writing about NBA ‘cause I love it as much as motorcycle. Karena di Indonesia belum banyak blog yang nge-bahas info-info NBA. Andaikan banyak akun blog yang tujuannya menyajikan info seputar basket, tapi that’s it kebanyakan cuman 4-5 artikel dan tidak ada kelanjutannya. Yah, mudah-mudahan ane tetap bisa istiqomah untuk menulis artikel. Karena kini nge-blog udah jadi bagian hidupku (Kawasaki banget yak 😀 ). Dan bukan hits yang jadi tujuan utama ane. Tujuan utama ane adalah berbagi info-info soal NBA. Syukur-syukur bisa menyajikan info seputar NBL (dapetin infonya susah betul, :mrgreen: ). Hits buat ane adalah steroid kalo karya ane bisa dihargai ama pengunjung J . sekali lagi terima kasih J dan Alhamdulillah.

Bad game for the Lakers today. Bad day for Kobe. Jarret Jack yang mendapatkan passing dari Chris Paul, berhasil menceploskan tembakan penentuan bagi Hornets menjadi 90-86 pada 9.3 detik tersisa. Sebelum akhirnya Hornets mengambil kemenangan 92-88 dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di playoff series. Seperti yang sudah saya bilang pada artikel sebelumnya, musuh terbesar Lakers adalah fokus, motivasi, dan cedera para pemainnya. Seperti kita lihat Pau Gasol dan Andrew Bynum bermain tidak terlalu agresif di babak kedua. Dan kini, Lakers dipaksa bermain dalam 6-7 games di ronde pertama ini. selain itu, Kobe kembali mengalami cedera angkel kembali. Setelah menjaga Jarret Jack yang melakukan crossover drible di akhir kuarter keempat. Tapi, Kobe tetap berada di lapangan dan bermain. Plus, Kobe tidak mencetak angka sedikitpun (0 point) di babak pertama game playoffs (terakhir melawan Minnesota pada tahun 2004).

baca selengkapnya

Berita buruk buat fans Chris Paul, karena Paul terkena cedera di ibu jari sebelah kiri. Kini Chris Paul harus berlatih menggunakan perban di ibu jarinya yang sebelah kiri. Tapi cederanya jari Chris Paul a.k.a CP3 merupakan salah satu tembok penghalang kemenangan NO Hornets. Bagaimana tidak, dengan absennya David West akibat cedera plus melawan LA Lakers yang terkenal dengan size mereka tentu menambah sulit bagi tim NO Hornets. Apalagi jika Pau Gasol menemukan kembali ritme permainannya seperti di game ketiga. Maka peluang bagi CP3 dan the Hornets akan semakin kecil. NO Hornets memang hanya bisa bergantung kepada CP3 di offense, tetapi dengan bantuan defense dari Emeka Okafor dan Carl Landry tentu merupakan sebuah angin segar untuk CP3 dan fans Hornets. Oleh karena itu, Lakers tentu akan men-trap CP3 dengan double-team ato bahkan triple team  untuk melimit penetrasi dari CP3 yang bisa berbuah poin, baik itu assists, tembakan CP3, sampai yang paling krusial free throw. Semua bertujuan untuk mengurangi serangan Hornets yang dibangun CP3. Jika CP3 bisa diatasi, kemungkinan Lakers menang akan semakin besar.

baca selengkapnya

Hari ini pertandingan diwarnai oleh munculnya sebuah sejarah baru. Dimana pemain-pemain muda sudah siap memegang tongkat keemasan sebagai tanda bahwa jaman sudah berganti. Tim Duncan dkk sudah saatnya menyerahkan tongkat kejayaannya kepada Zach Randolph dkk. Saya akan mulai membahas recap hasil pertandingan dari Bulls vs Pacers.

Sekali lagi Indiana Pacers memberikan perlawanan ketat terhadap Top seeded Chicago Bulls. Pacers yang tertinggal 3-0 di playoff, memastikan terjadinya game ke-5 di kandang Chicago, United Center. Danny Granger memasukkan 4 tembakan free throw penentuan untuk mengamankan kedudukan untuk skor akhir menjadi 89-84. Chicago Bulls yang tertinggal 84-71 di 2 menit tersisa, melakukan rally dan memangkas ketertinggalan menjadi 85-84 melalui three point play dari Joakim Noah, sayangnya tembakan 3 angka dari Carlos Boozer gagal masuk. Dan Derrick Rose yang menjadi top skorer (32.7 PPG) di seri ini, hanya berada di garis free throw sebanyak 4 kali. Jauh di bawah rata-rata-nya 16.3 FTA dari 3 game sebelumnya. Plus, cedera angkel yang diderita Rose membuatnya menembak dengan persentase buruk 37.9 % FG alias di bawah rata-ratanya di regular season yang mencapai 44.5 % FG. Danny Granger menjadi player of the game dengan mencetak 24 angka, 10 rebound, dan 4 assists. Sedangkan dari Chicago Bulls, Joakim Noah memimpin dengan perolehan 21 angka dan 14 rebound. Derrick Rose juga mencetak double-double dengan 15 angka, 4 rebound, dan 10 assists. Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Indiana Pacers di playoff, setelah era Reggie Miller yang pensiun pada tahun 2006.

baca selengkapnya

Setelah melakukan dua game yang berakhir imbang 1-1, kini Memphis Grizzlies menjamu San Antonio Spurs di FedEx Forum. Kedua tim mempunyai motivasi yang sama-sama kuat. Para pemain Memphis Grizzlies tentu ingin memberikan kemenangan bagi fans-nya untuk kemenangan playoff game pertama mereka di kandang. Sedangkan San Antonio Spurs tentu ingin mengungguli kedudukan series menjadi 2-1, sama dengan Lakers, Spurs bermain dengan tema must-win-situation. Di regular season sendiri, kedua tim berakhir imbang 2-2 (masing2 tim menang di kandang). Jadi, kemenangan Memphis di game pertama cukup fenomenal. Meskipun San Antonio Spurs tidak didukung oleh Ginobili yang cedera, toh Grizzlies juga tidak didukung oleh Rudy Gay yang juga cedera. Dan kini, SA Spurs kembali diperkuat oleh Manu Ginobili. Lalu apakah, Spurs akan menang mudah??

Hmm, cukup sulit menjawabnya. Karena kini SA Spurs bermain di kandang Grizzlies, dan Grizzlies berhasil mengkoleksi 30 kemenangan dikandang, plus tentunya suara dukungan penonton menjadi pemain keenam bagi Grizzlies. Yang menarik adalah matchup antara kedua point guard tim, yaitu Mike Conley vs Tony Parker. Keduanya memiliki kecepatan 11-12 alias hampir seimbang, hanya saja pengalaman dan senjata Tony Parker yaitu tear-drop-shot selalu berhasil mematikan defense lawan plus mengantarkan Parker ke free throw line. Bisa kita lihat di game kedua Tony Parker mendapat 16 kesempatan di garis free throw dibandingkan Mike Conley yang hanya mendapatkan 10 free throw dalam 2 game terakhir. Oleh karena itu, Mike Conley harus bermain lebih smart dalam me-limit kontribusi Tony Parker.

baca selengkapnya

Pau Gasol yang hanya memasukkan 4 dari 19 tembakan (4-19 FG) dalam dua games terakhir, berhasil memasukkan tembakan 3 angka yang menyebabkan Lakers unggul 78-70 di kuarter keempat. Tidak cukup sampai disitu, Gasol kembali menceploskan 2 tembakan sehingga mengamankan kedudukan dengan keunggulan 85-71 di sisa 8 menit kuarter empat. Total Gasol mencetak 17 angka (7-13 FG), 10 rebound, dan 4 assists dalam 33 menit bermain. Lakers yang bermain dalam definitely-must-win-situation (situasi harus menang, red.), berhasil memimpin dari kuarter pertama dengan Kobe Bryant yang on fire dan mencetak 15 angka pada babak pertama. Total Kobe mencetak 30 angka, 6 rebound, dan 2 assists. Sedangkan Chris Paul yang dijaga ketat oleh pemain Lakers, berhasil mencetak 22 angka, 8 assists, dan 5 rebound, plus 5 TO. Kekalahan Hornets kali ini, lebih disebabkan lemahnya produktivitas pemain cadangan mereka yang menjadi faktor utama dalam kemenangan di game pertama. Total pemain cadangan Hornets hanya mencetak 9 angka (4-17 FG).

baca selengkapnya

Libur Panjang, ane iseng2 beli dvd bajakan (hihi.. jgn ditiru, but viva bajakan.. hehe :mrgren: ) yang isinya film collection-nya Andy Lau. Nah salah satu filmnya berjudul Full Throttle dan bukannya Charlie’s Angels: Full throttle. Oke, film ini berbeda dengan salah satu film motorcycle favorit saya, yaitu Biker Boyz. Bedanya adalah, kalo di Biker Boyz adu balapnya di trek lurus (Amerika banget yak 😀 ), kalo di film Full Throttle emang bener2 film motor dah cuy. Dan serunya treknya di ambil di jalanan Macau yang emang banyak tikungan dan menjadi sirkuit jalanan yang sering memakan korban. Plus yang lebih asyik motor-motor di film ini full dengan motor2 era 2-tak yang memang lagi jaya di masanya, yaitu sekitar tahun 1995. Sebut saja, Yamaha TZR 250 dan Honda NSR 250 RR maupun yang SP.

Ceritanya klasik, kebut2an motor yang mempertaruhkan harga diri. Joe (Andy Lau) yang selalu gagal tampil di Macau, gara2 SIM-nya dicabut lantaran sering jatoh dan melanggar peraturan lalu lintas. Sebenernya hampir memiliki kesempatan lagi untuk tampil di arena Macau. Sayangnya ketika SIM-nya dah dapet, motor balap yang harusnya bisa jadi jatah dia udah diambil ama temennya sendiri yang belum lama dikenal, David Kwan (David Ng). Padahal pemilik tim balap tersebut adalah bokapnya (biasa, tahun2 segitu lagi jamannya film2 model ratapan anak tiri, dalam hal ini Joe punya nyokap tiri, xixi :mrgreen: ). Joe pun gak terima, dan yah ngajakin balap liar si David dengan kronco-kronco-nya dari tim bokapnya. Balapan liarnya terus terang kereenn abiess. Dan yah, sayangnya lagi ketika si Joe ngebut motornya nginjek kaleng (bisa jadi pelajaran, jangan buang kaleng sembarangan di jalan bisa fatal akibatnya :mrgreen: ). Selanjutnya sesuai dengan penerawangan sodara2 pembaca, Joe cedera parah. Saking parahnya, Joe sampe trauma ngebut naik motor lagi.

baca selengkapnya