My Yamaha V-ixion 2007 Masih Tembus 1 : 43.98 km/l

Posted: 14 April 2011 in Motorcycle
Tags: , , , , , , , , , ,

juraganbakso arep interview sek

Pada artikel sebelumnya, ane emang pernah punya niat untuk tuker tambah motor Yamaha V-ixion ane. Well, siapa sih yang gak tergoda dengan tampang sangarnya Yamaha Byson. Tapi, yah namanya juga udah kadung cinta alias CLBK, plus V-ixion ane telah menemani saya dari masa-masanya kuliah sampe sekarang (alhamdulilah dah lulus). Kok, yah rasanya sayang aja kalo dijual. Nah, minggu kemaren saya berkesempatan untuk riding lagi lumayan jauh. Sebelumnya saya mengalami musibah bersama V-ixion tercinta. Beruntung cuman setang plus footstep-nya yang bengkok. Setelah perbaikan, dengan mengganti setang Yamaha Byson (gak apapa deh cuman setangnya, hehe) plus footstep NUI, sekalian ganti kabel kopling yang udah seret and kuras tangki. Saya solo touring dari Jakarta – Bogor (ada keperluan) – Masjid At-Ta’awun, Puncak (sekalian solat Jumat) – balik maneh ke Jakarta, total jarak tempuh 181,2 km. Maksudnya sih sekalian test Fuel Consumption Yamaha V-ixion saya yang emang udah berumur 3 tahunan lebih.

isi penuh juragan, seblum berangkat

Berbekal kamera Hape Nokia 3120 classic (hari gini hape-nya masih jadul gak apapalah lebih sayang motor, hehe), Saya mulai berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB. Sengaja biar masih dapet macetnya (orang sarap, nyari macet). Perjalanan saya lakukan, yah santai aja. Gas diurut sebelum akhirnya up shifting (naikin gigi, red.) pada kisaran RPM 5000-6000. Khusus ketika naik ke arah Puncak, up shifting saya lakukan di RPM kisaran 5500-7000.

km-nya di nol-in dulu

Sekedar info, Yamaha V-ixion saya juga telah ditambahin fitur AI alias Air Injection (kalo sering maen kesini pasti tau deh, red.), per kopling CLD kompetisi, Kampas kopling Daytona, Filter udara GP, Gear depan saya ganti dengan TK ukuran 15, busi NGK CR9EIX, dan 9Power. Jujur aja penambahan fitur-fitur tersebut cukup membantu menambah performa, terutama akselerasi. Oia, bannya udah ganti dengan FDR Genzi (Front 90/80, rear 100/80), honestly lebih enak daripada bawaan standar alias IRC. Enaknya ganti gear depan dengan ukuran 15 adalah tarikan awal yang gak bikin mesin meraung-raung dibandingkan dengan gear standar (ukuran 14), plus kecepatan optimal di RPM kisaran 5000-5500 bisa naik +/- 5 KPJ (kilometer per jam). Jadi pada range RPM 5000, gigi satu dapet speed 20 KPJ, gigi 2 40 KPJ, gigi 3 +/- 50 KPJ, gigi 4 60 KPJ, dan gigi 70 KPJ (RPM 5500 dapet 80 KPJ). Syaratnya cuman satu, gas harus diurut muternya. Kalo terlalu agresip, speed optimalnya sama saja dengan penggunaan gear standar. Part-part fast moving yang telah diganti baru filter oli, filter udara, busi, dan kabel kopling (per kopling dan kampas kopling diganti karena keracunan dari forum-vixion, aslinya masih bagus).

finish

Penghitungan konsumsi bbm, saya lakukan dengan mengisi penuh tangki bensin dengan temulawak campur madu. Ehm, maksute bensin campur pertamax. Karena setelah dikuras tangkinya, saya isi 6 liter bensin sisanya saya isi pertamax (pokoknya persis yang di gambar). Kemudian odometer jarak dinolkan, dan ciao saya menuju Bogor-Puncak-Jakarta. Setelah menghabiskan waktu 5 jam perjalanan (kena macet) yang saya hitung menggunakan stopwatch Hape Nokia 3120 classic dan total jarak tempuh 181,2 KPJ. Berarti kecepatan rata-ratanya sekitar 36,24 KPJ. Kondisi lampu utama menyala plus lampu merah mesin tidak saya matikan. Jadi mesin menyala juga selama +/- 5 jam. Nah, sebelum sampe rumah tangki saya isi penuh kembali (kondisi sama dengan pengisian sebelum berangkat). Total pengisian adalah 4,12 liter (maap setelah ngisi, baru nyadar batre hape abis, Ya nasib-lah). Ok, langsung saja hitung konsumsi BBM-nya. Ternyata konsumsi bensinnya adalah 43,98 km/l. alhamdulilah berarti kondisi mesin masih prima setelah 3,5 tahun. Kondisi postur badan rider-nya tinggi 175 cm berat badan 77 kg (belum jadi beruang sirkus ‘kan yak??) plus tas beratnya +/- 5 kg.

Saya menyadari bahwa pembuatan artikel ini kurang didukung foto alias bukti yang mendukung. Tapi jujur saja, bahwa saya juga bukanlah tim marketing-nya Yamaha. Saya hanya pengguna dan pecinta Yamaha v-ixion. Yang jelas, Sampe sekarang pun saya masih menyanyikan “aku makin cinta” ketika berkendara bersama Yamaha V-ixion saya.

Comments
  1. hourex150l says:

    waa, irit banget tu Bozz.. Punya Saya yang CCnya sama kok cuma 20 km / liter Premium yaa…???!!!

    *Ops sori beda jenis mesin ding…xixxixiiixiii…

    PISS..

  2. jakatimur says:

    biasanya sih dulu waktu pake megi lama, pada buku petunjuk ada tulisan, kira2 seperti ini: untuk performa yg paling sempurna (termasuk irit bensin x ya) digunakan pada kecepatan 50 kpj. sayangnya waktu dulu masih gak perduli se irit apa, toh belum ada tanggungan extra.😀

    mungkin kalau vixion pada kecepatan idealnya, konsumsinya sangat mungkin bisa lebih dari 1:44. teknologi injeksi memang rasanya lebih irit dari tipe karburator.

  3. oh,, sama vixion juga gitu, pokoknya rpm dipanteng antara 5000-6000 biasanya lebih enak di mesin ama bensin.. cmiiw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s