Setidaknya ada 3 pemain yang menurut saya, masih cukup pantas bermain di level NBA, setidaknya mereka masih memiliki penggemar yang kagum dengan aksi-aksi memukaunya maupun perseteruannya dengan tim yang menjadi headlines berita. Dan terkadang sebagai penggemar kita bertanya-tanya dimana mereka sekarang. Berikut saya paparkan pemain-pemain yang seolah terbuang dari NBA:

1.       Steve Francis a.k.a Stevie Franchise

Pemain ini terkenal dengan crossover dribble-nya alias ankle breaker dan aksi dunknya yang memukau dengan tinggi badan yang “Cuma” 190 cm. selain itu, Steve  Francis punya andil dengan didraft-nya Yao Ming oleh Houston Rockets pada  tahun 2002. Steve Francis merupakan pemain yang suka bermasalah dengan pelatih dan owner tim, sehingga menyebabkan ia termasuk dalam kategori “journey man” alias sering berpindah tim. Tercatat Stevie didraft no. 2 overall musim 1999/2000 oleh Vancouver Grizzlies, sebelum akhirnya di-trade ke Houston Rockets yang melibatkan 3 tim, 11 pemain, dan draft putaran pertama dan kedua dari Vancouver Grizzlies. Selama bermain bersama Houston Rockets, Stevie berhasil membawa Rockets ke playoff pada musim 2003/2004 dan bermain All Star selama 3 kali berturut-turut.

Hubungannya yang buruk dengan pelatih Jeff Van Gundy, menyebabkan Rockets men-trade Stevie ke Orlando Magic pada tahun 2004 bersama Cuttino Mobley dan Kelvin Cato untuk Scoring Champ Tracy Mcgrady, Juwan Howard, dan Reece Gaines. Stevie hanya bermain 2 musim bersama Orlando Magic sebelum akhirnya ia di-trade ke New York Knicks. Terkena cedera lutut kanan, Stevie hanya mencetak rata 11.3 PPG. Pada musim 2007, Stevie kembali di-trade ke Portland Trailblazer dengan nilai kontrak 30 juta dollar. Musim 2009, Stevie Francis kembali ke Houston Rockets. Sayangnya ia terkena cedera dan sistem permainan Rick Adelman tidak cocok dengan permainan Stevie Francis. Sehingga Rockets men-trade Stevie ke tim yang men-draftnya, yaitu Memphis Grizzlies pada musim 2010. Karir NBA-nya tamat di tim yang men-draftnya tersebut. Total rata-rata karirnya di NBA adalah 18.1 PPG, 5.6 RPG, dan 6.0 APG. Pada bulan November 2010, Stevie dikontrak oleh Beijing Ducks. Dia bermain hanya empat pertandingan dan mencetak total 14 menit bermain dengan 0.5 PPG dan 0.7 RPG sebelum akhirnya Stevie kembali ke Amerika.

2.       Stephon Marbury a.k.a Starbury

Kalo pernah menonton NBA Ankle Breakers volume 1, pasti tahu Stephon Marbury. Starbury di-draft ke 4 overall oleh Milwaukee Bucks pada tahun 1996, dan langsung ditukar ke Minnesota Timberwolves. Karena Milwaukee mempunyai hak atas Ray Allen yang di-draft ke 5 oleh Minnesota. Bersama Kevin Garnett, Starbury dan Minnesota Timberwolves berhasil masuk ke playoff pada musim 1997 dan 1998. Perseteruannya dengan pelatih pada musim 1999, menyebabkan Starbury di-trade ke New Jersey Nets. Dengan melibatkan 3 tim dan 3 pemain. Starbury hanya bermain 3 musim bersama New Jersey Nets dan sempat terpilih bermain All Star pada tahun 2001. Tetapi Starbury gagal membawa New Jersey Nets  ke playoff. Pada awal musim 2001/2002, Starbury di-trade ke Phoenix Suns yang melibatkan Jason Kidd ke New Jersey. Bersama Amare Stoudemire dan Shawn Marion, Starbury berhasil membawa Phoenix Suns ke playoff.

Pada musim 2003/2004, Starbury di-trade ke New York Knicks. Karirnya di New York Knicks juga tidak sukses yang menyebabkan dua pelatih dipecat, yaitu Larry Brown pada akhir musim 2005/2006 dan Isiah Thomas pada tahun 2008. Pada tahun tersebut, Starbury juga dikritik oleh timnya karena melakukan operasi yang tidak perlu pada anklenya. Gagalnya Starbury bersaing dengan Chris Duhon untuk posisi starting Point Guard di bawah pelatih baru Mike D’Antoni, menyebabkan minute play Starbury berkurang. Stephon Marbury yang kecewa dan dilarang untuk datang bermain sekaligus beratih oleh timnya, memutuskan untuk meninggalkan NY Knicks. Pada musim 2008-2009 Starbury menandatangani kontrak bersama Boston Celtics. Celtics sebenarnya ingin memperpanjang kontrak dengan Starbury untuk musim 2009-2010, namun Starbury menolak dan vakum dari dunia basket. Pada bulan Januari 2010 Starbury dikontrak oleh Shanxi Zhongyu Brave Dragons dan mencetak 22.9 points, 9.5 assists and 2.6 steals dalam 15 pertandingan, namun timnya gagal masuk ke playoff. Bulan Desember 2010, Starbury bergabung dengan Foshan Deralions dan dikontrak selama 3 musim.

3.       Allen Iverson a.k.a AI a.k.a The Answer

Siapa yang tidak kenal dengan Allen Iverson dengan Philadelphia 76ers-nya. Jersey AI selalu laris karena aksi-aksi ankle breakernya juga banyak dicari di situs youtube. Catatan karirnya juga fenomenal dengan 3 kali scoring champion, 11 kali terpilih All Star dengan 2 kali menjadi MVP All Star, peringkat ke 6 rata-rata poin di regular season, dan rangking ke 2 rata-rata poin di playoff (dibawah Michael Jordan). Allen Iverson di-draft no.1 oleh Philadelphia 76ers pada tahun 1996, alias seangkatan dengan Ray Allen dan Stephon Marbury. Karirnya di Sixers sangat cemerlang meskipun sempat berseteru dengan pelatih Larry Brown. Puncak karirnya adalah musim 2000/2001. Saat itu AI menjadi MVP regular season dan berhasil membawa Philadelphia 76ers kembali Final NBA setelah terakhir menjadi juara pada tahun 1983. AI berhasil mengalahkan LA Lakers pada game pertama di NBA Finals dan mencetak 48 angka. Sebelum akhirnya Kobe-Shaq dan Lakers memenangi 4 game berturut-turut. Hubungannya dengan pelatih Larry Brown memang pasang surut. Sepeninggal pelatih Larry Brown pada tahun 2003, Allen Iverson dan Philadelphia 76ers gagal masuk playoff. Isu yang berkembang adalah perseteruannya dengan pelatih-pelatih pengganti Larry Brown.

Pada musim 2003/2004, pelatih Chris Ford menginstrtuksikan Allen Iverson untuk menjadi pemain cadangan dengan alasan untuk me-recovery cedera punggung AI. Allen pun kecewa dan berseteru dengan tidak datang untuk berlatih bersama tim. perseteruan ini menyebabkan Chris Ford dipecat. Awal Musim 2005/2006 Allen Iverson bermain cukup cemerlang dengan rata-rata poin tertinggi sepanjang karirnya dengan 33.0 PPG. Namun perseteruannya dengan pelatih Jim O’Brian membuat Jim dipecat dari Sixers. Pada akhir musim tersebut, konflik Iverson dengan timnya membuat isu perpindahan Iverson semakin santer. Isu ini menjadi kenyataan setelah pada 8 Desember 2006, Iverson meminta untuk di-trade dari Sixers.  Pada 19 Desember 2006, Iverson resmi menjadi pemain Denver Nuggets. Karirnya di Denver bersama Carmello Anthony cukup bagus setelah Nuggets berhasil masuk ke playoff.

Setelah di-trade dari Denver Nuggets ke Detroit Pistons yang melibatkan Chauncey Billups, Antonio McDyess, dan Cheikh Shamb pada 3 November. Karir Iverson semakin menurun. Cedera punggungya membuat pelatih Michael Curry  menjadikan Iverson sebagai pemain cadangan. Iverson pun kecewa dan berkata, “lebih baik saya pensiun daripada bermain sebagai pemain cadangan.” Pada 10 September 2009, Iverson menandatangani kontrak dengan Memphis Grizzlies. Kontrak tersebut tak berlangsung lama dan berakhir 16 November 2009. Total Iverson hanya bermain sebanyak 3 game bersama Grizzlies. Pada 7 Desember 2009, Iverson kembali bermain bersama Philadelphia 76ers sebelum akhirnya ia meninggalkan Sixers tanpa alasan yang jelas pada 22 Februari 2010. Pada 26 Oktober 2010, tersiar kabar bahwa Iverson menandatangani kontrak bersama tim asal Turki, Besiktas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s